Pahami Jenis Popok Bayi yang Tidak Berbahaya

Merries Insight
24 Agustus 2020
Kesehatan
Share
Pahami Jenis Popok Bayi yang Tidak Berbahaya

Popok bayi merupakan variabel penting dalam kehidupan Si Kecil disamping air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, pemilihan popok bayi yang tidak berbahaya merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dengan memberikan popok bayi yang aman, Moms sudah ikut ikut memastikan tumbuh kembang Si Kecil bisa berjalan optimal. 

Kebutuhan popok bayi setiap harinya cukup banyak. Bagi Si Kecil yang masih berusia new born, kebutuhan popok bayi sekali pakai bisa mencapai 10 hingga 12 popok. Jumlah itu akan terus berkurang seiring dengan pertumbuhannya. 

Pemilihan popok bayi juga disandarkan pada bahan yang digunakan. Moms harus melakukan riset terlebih dulu untuk bisa menentukan mana popok yang tidak menimbulkan iritasi kulit dan juga ruam popok.

Maklum, kulit Si Kecil biasanya lebih sensitif dari kulit orang dewasa. Proses pertumbuhannya masih terus berjalan, sehingga butuh perhatian khusus agar Si Kecil bisa tetap nyaman saat mengenakan popok. Tentunya, prioritas Moms adalah memilih popok yang dapat memenuhi fungsi utamanya, yaitu menampung cairan dari pipis/kotoran lunak bayi. Misalnya, dengan melihat dan memperhatikan daya serap popok yang digunakan. Sejauh mana dan secepat apa popok Si Kecil dapat cepat menyerap cairan pipis si Kecil hingga bisa kembali kering. Moms juga harus memperhatikan daya tampung popok tersebut. Jangan sampai popok bocor karena ternyata daya tampung dari popok tersebut tidak cukup untuk kebutuhan bayi. 

Indikator lain yang juga harus diperhatikan saat memilih popok untuk Si Kecil adalah bahan yang terkandung di dalamnya. Nah berikut merupakan bahan yang tidak aman untuk Si Kecil, sehingga Moms bisa memberikan popok bayi yang tidak berbahaya untuknya. 

1. Parfum

Moms bisa menghindari penggunaan popok yang ditambahkan parfum. Popok bayi yang diberikan parfum memiliki wangi yang berbeda dibanding popok pada umumnya. Mungkin Moms beranggapan popok yang harum dan bisa menutupi bau dari kotoran Si Kecil adalah popok yang baik. Namun, badan Kesehatan Nasional Perancis mengatakan, penambahan parfum pada popok bayi bisa menimbulkan potensi alergi pada kulit Si Kecil. Khususnya untuk Si Kecil yang memang memiliki jenis kulit sensitif.

Ditambah, pemakaian popok biasanya akan berlangsung lama. Paling tidak setiap  3 sampai 4 jam setiap harinya sebelum diganti ke popok yang baru. Bersentuhan dengan bahan parfum di dalam popok dalam jangka waktu yang lama bisa memicu masalah kulit untuk Si Kecil. Dengan menggunakan popok tanpa parfum, Moms sudah memberikan popok bayi yang tidak berbahaya untuknya. Sehingga Si Kecil diharapkan mampu mencapai pertumbuhan yang optimal. 

2. Glifosat

Ketika melihat komposisi atau bahan popok bayi, pastikan popok bayi tidak memiliki kandungan apapun yang mencantumkan glifosat. Glifosat biasanya digunakan dalam herbisida atau penghilang rumput liar. Kandungan ini dianggap berbahaya karena diklasifikasikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) diklasifikasikan “kemungkinan bersifat karsinogenik” atau dapat memicu timbulnya kanker. Meski begitu, Moms tidak perlu khawatir, karena bahan ini lebih banyak ditemukan pada popok yang berada di Eropa. 

(Baca juga: Kiat Hemat Beli Popok Bayi, Manfaatkan Program Promo!)

3. Pewarna yang menggunakan logam berat

Bahan lain yang harus Moms perhatikan untuk bisa memberikan popok bayi yang tidak berbahaya adalah pewarna yang menggunakan logam berat. Moms harus menghindari penggunaan popok bayi yang pewarnanya mengandung atau menggunakan logam. Pasalnya popok dikenakan secara terus menerus oleh Si Kecil. Dikhawatirkan, partikel logam akan membuat iritasi pada kulit dan dampak lainnya yang tidak diinginkan. Beberapa bahan pewarna yang mungkin bisa memicu alergi adalah disperse blue 106, disperse blue 124, disperse yellow 3, dan disperse orange. Moms bisa memanfaatkan layanan internet yang saat ini tersedia dengan mudah guna menggali informasi tentang bahan yang terkandung dalam popok Si Kecil. 

4. Bebas klorin

Bahan kimia klorin atau kimia dioksin merupakan bahan pemutih untuk ampas kayu. Klorin biasanya muncul dari proses produksi popok dan bukan sebagai salah satu kandungan popok. Sempat ada penelitian yang mengatakan bahwa kandungan klorin bersifat karsinogenik, sehingga harus dihindari. Namun beberapa pandangan juga ada yang mengatakan, bahwa penggunaan klorin yang tersisa pada popok bayi biasanya berada pada level yang sangat rendah. Sehingga aman untuk dikenakan Si Kecil dalam jangka waktu yang lama. 

Dengan berbagai kandungan yang bisa berbahaya bagi Si Kecil, Moms dan Dads harus cermat dalam menghindari penggunaan bahan-bahan tersebut, agar bisa memastikan kenyamanan dan keamanan bagi Si Kecil.

Moms bisa mempercayakan popok terbaik pada Popok Merries. Popok Merries adalah satu-satunya popok yang telah teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Kulit Indonesia (PERDOSKI), sehingga popok bayi Merries terjamin aman untuk Si Kecil.

Selain aman, teknologi tinggi dari popok Merries juga memastikan kenyamanan bayi ketika menggunakan dan kemudahan untuk Moms sendiri. Salah satunya dengan adanya indikator penanda basah. Alarm dalam bentuk strip di bagian depan popok ini akan berubah warna ketika dirasa bayi baru saja pipis atau BAB. Sehingga Moms bisa memeriksa popok tanpa harus meraba atau menyentuh popok, menghindari pindahnya kuman atau bakteri dari tangan Moms berpindah ke popok bayi.

Memilih popok yang aman juga sangat mempengaruhi kemungkinan bayi mengalami ruam popok pula nantinya. Pemberian popok dengan parfum, misalnya. Popok bayi dengan kandungan parfum dapat memicu alergi dan membuat kulit menjadi terlalu kering, sehingga memicu ruam popok pada bayi. Moms bisa mencegahnya dengan mengganti popok Si Kecil dengan rutin.

Dikategorikan sebagai popok bayi yang tidak berbahaya, Popok Merries juga bisa menjadi solusi untuk menjaga kebersihan Si Kecil. 

Kulit Si Kecil akan tetap terjaga kelembapannya dan tetap kering meskipun popok sudah terisi cairan. Selain itu, Moms juga bisa melakukan beberapa hal rutin untuk menjaga Si Kecil terhindar dari ruam popok. Setelah memilih popok yang tepat, berikut beberapa kebiasaan yang Moms perlu ingat untuk semakin memperkecil risiko ruam popok pada bayi. 

(Baca juga: Pilihan Popok Bayi yang Bagus Untuk Tumbuh Kembangnya)

5. Bersihkan bokong dan juga selangkangan

Saat mengganti popok jangan lupa untuk membersihkan bokong dan juga selangkangan Si Kecil. Jangan biarkan ada kotoran yang menempel di kulitnya. Bersihkan dengan air lalu lap dengan tisu atau lap kering. Pada bayi perempuan, pastikan Moms membersihkan dari arah depan ke belakang, untuk menghindari bakteri dari bokong masuk lewat alat kelamin Si Kecil. Menjaga kebersihan tubuh bayi menjadi sama penting dengan memilih merk popok bayi yang tepat dalam menghindari ruam popok.  

6. Hindari menggunakan popok yang ketat

Popok bayi yang terlalu ketat berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit halusnya. Selain itu, geraknya juga akan terganggu jika Moms secara tepat menggunakan ukuran yang popok yang pas. Popok bayi yang terlalu ketat juga mampu menjadi wadah bagi tumbuhnya bakteri dan jamur. Popok ketat akan membuat suhu di dalam popok menjadi lembap. Udara menjadi sulit untuk keluar, sehingga menjadi media yang baik untuk tumbuhnya jamur. Selain memilih ukuran popok yang sesuai dengan berat badan Si Kecil, pilih juga popok bayi yang memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga popok memiliki kualitas breathable yang baik. Salah satunya adalah popok Merries. Popok Merries memiliki tiga lapisan dengan terowongan udara sehingga udara bisa mengalir dengan baik di dalam popok, memastikan bagian dalam popok tetap sejuk. Terowongan udara ini juga dapat ditemukan di karet pinggang pada popok Merries, sehingga udara/uap lembap dari dalam bisa mengalir keluar, tanpa khawatir cairan bocor. 

7. Perlukah menggunakan bedak tabur?

Sampai saat ini penggunaan bedak masih menuai kontroversi di penggiat ibu dan anak. Partikelnya yang kecil dapat berbahaya bila terhirup Si Kecil dan mengganggu pernapasan Si Kecil, sehingga hindari untuk menggunakan bedak tabur. Bila Moms ingin memastikan kulit bayi tetap kering, daripada berisiko dengan menggunakan bedak tabur, pilih popok yang memiliki daya serap dan sirkulasi udara yang baik, sehingga, selain menampung cairan, popok dapat menjaga kulit tetap kering. Pilih popok Merries, popok dengan permukaan bergelombang yang didesain khusus agar cairan cepat kering karena tidak menumpuk di tengah dan udara bisa mengalir dengan baik memastikan popok tidak lembab.