Serba-Serbi Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Serba-Serbi Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Saat menggendong bayi baru lahir, pastikan Moms menjaga bagian ubun-ubunnya dengan baik. Sebab, bagian tubuh tersebut masih sangat rentan. Walaupun rentan, ubun-ubun pada bayi baru lahir rupanya memiliki sejumlah fakta menarik. Lalu, apa saja kira-kira?

Fakta Menarik Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Seperti yang sudah disebutkan, ubun-ubun bayi punya berbagai fakta menarik. Secara umum, fakta-fakta itu adalah:

1. Berperan Sebagai Penghubung Antar Tulang

Dibalik kerapuhannya, ubun-ubun bayi baru lahir punya beberapa peran penting. Salah satunya adalah penghubung antar tulang yang akan membentuk tengkorak. Selain membentuk tengkorak, tulang yang dihubungkan ubun-ubun itu juga berfungsi untuk menutup organ-organ dalam kepala.

2. Terbuka Sampai Si Kecil Berusia 6 Bulan

Ubun-ubun pada bayi baru lahir akan terbuka sampai Si Kecil berusia 6 bulan. Terbukanya ubun-ubun itu bertujuan supaya otak bayi bisa lebih mudah berkembang. Saat Si Kecil masuk usia 18 bulan atau sampai otak bayi berkembang dengan baik, ubun-ubun pun akan tertutup sepenuhnya dan membentuk tengkorak bertekstur padat.

Namun, ubun-ubun bisa tertutup dengan sendirinya bahkan sebelum otak berkembang dengan baik. Jika ini terjadi, Moms harus hati-hati karena hal itu bisa membuat otak mendorong tulang tengkorak dan menyebabkan bentuk kepala bayi jadi tidak proporsional.

3. Berada di Dua Tempat dan Berdenyut

Ubun-ubun pada bayi baru lahir berada di dua tempat, yaitu titik lunak di bagian atas (fontanel) dan belakang kepala. Diantara dua tempat itu, fontanel adalah tempat ubun-ubun yang paling sering dipegang oleh Moms. Terutama saat hendak membelai kepala atau rambut Si Kecil. 

Walaupun lunak, tempat ubun-ubun itu sudah dilindungi lapisan kuat, sehingga aman untuk disentuh. Ubun-ubun bayi rupanya bisa berdenyut mengikuti detak jantung Si Kecil. Jadi, Moms jangan kaget jika merasakan adanya denyut saat menyentuh ubun-ubun Si Kecil.

Perubahan Pada Ubun-Ubun Bayi

Ubun-ubun bayi akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu sampai bayi berusia 2 tahun atau otaknya sudah berkembang. Sayangnya, tidak semua perubahannya merupakan perubahan positif.

Beberapa perubahan diantaranya justru menjadi tanda adanya permasalahan pada kepala Si Kecil. Di bawah ini terdapat beberapa perubahan pada ubun-ubun bayi yang harus diwaspadai:

1. Cekung ke Dalam

Saat Moms menyentuh ubun-ubun Si Kecil dan merasa ubun-ubunnya cekung ke dalam, hal itu menandakan jika Si Kecil sedang dehidrasi. Dehidrasi pada Si Kecil bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya asupan ASI dan diare.

2. Membengkak

Tidak hanya cekung ke dalam, ubun-ubun Si Kecil juga bisa membengkak. Jika perubahan ini terjadi, Moms jangan langsung panik dan coba perhatikan bengkak pada ubun-ubun tersebut. Jika bengkak itu hilang saat Si Kecil tenang atau tertidur dalam posisi menghadap ke atas, maka bengkak tersebut masih tergolong normal.

Sebaliknya, Moms harus berhati-hati saat bengkaknya tidak kunjung hilang, karena bisa jadi itu adalah tanda adanya pembengkakan di otak atau infeksi. Segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Tidak Kunjung Menutup

Ubun-ubun bayi akan mulai menutup pada usia 6 bulan dan baru sepenuhnya tertutup pada usia 18 bulan. Namun, jika tidak kunjung menutup padahal sudah melewati rentang usia itu, bisa jadi Si Kecil mengalami hipotiroidisme bawaan. Penyebab utama kondisi ini adalah rendahnya hormon tiroid pada Si Kecil.

Tanda Ubun-Ubun Bayi Tidak Normal

Ada satu tanda yang menunjukkan jika ubun-ubun bayi tidak normal, yaitu ubun-ubun menutup terlalu cepat padahal otak Si Kecil belum sepenuhnya berkembang. Secara medis, tanda tersebut disebut craniosynostosis.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi itu akan membuat kepala tidak bisa berkembang, serta membuat bentuk kepala bayi tidak sempurna. Ada beberapa ciri Si Kecil mengalami craniosynostosis, yaitu:

  • Ubun-ubun yang ada di bagian fontanel tidak terasa saat disentuh.
  • Bentuk dahi yang tidak merata, dimana satu area dahi bentuknya rata tapi bagian lainnya tampak agak menonjol.
  • Bentuk kepala Si Kecil lebih kecil dari kepala bayi umumnya.
  • Selain kecil, bentuk kepalanya juga cenderung tidak normal, misalnya agak pipih atau agak memanjang.

Segera bawa Si Kecil ke dokter jika Si Kecil mengalami craniosynostosis walaupun gejalanya masih ringan. Craniosynostosis ringan yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan perubahan bentuk wajah dan kepala secara permanen. Nantinya, dokter akan menanganinya lewat terapi khusus.

Belum diketahui pasti apa penyebab utama craniosynostosis. Untuk memastikan apakah Si Kecil betul-betul mengalami kondisi itu atau tidak, Moms bisa membawa Si Kecil ke rumah sakit untuk melakukan beberapa pemeriksaan, seperti CT Scan, pemeriksaan berkala, serta tes genetik.

Itulah informasi soal serba-serbi tentang ubun-ubun bayi baru lahir. Semoga bisa membuat Moms lebih mengenal salah satu bagian tubuh bayi yang rentan namun punya peran penting tersebut. Pastikan untuk selalu menjaga bagian tubuh Si Kecil itu dengan baik, terutama selama menggendong bayi.

Jangan lupakan juga kebutuhan-kebutuhan Si Kecil lainnya, termasuk popok. Untuk urusan popok, Moms bisa pilih Merries Good Skin. Permukaan popok Merries Good Skin lembut, sehingga Si Kecil pun nyaman memakainya.

Popok Merries Good Skin bersirkulasi udara baik sehingga kulit si Kecil bebas bernapas. Karet pinggang popok Merries Good Skin lembut dan elastis sehingga tidak menimbulkan bekas pada pinggang Si Kecil. Popok Merries Good Skin telah teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dapat cegah iritasi. Moms tinggal klik saja disini untuk membelinya !