Mom, Simak 20 Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Merries Insight
22 December 2022
Tumbuh Kembang
Share
Mom, Simak 20 Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, Moms tentu akan merasa senang sekaligus khawatir saat melihat kehadiran Si Kecil baru lahir. Moms merasa senang karena Si Kecil yang selama ini diidam-idamkan akhirnya lahir ke dunia dengan selamat. Namun, disisi lain Moms juga merasa khawatir dan bingung soal bagaimana cara merawat Si Kecil dengan baik.

Merawat bayi baru lahir memang tidak mudah pada awalnya. Namun, saat Moms sudah mendapat pengetahuan soal cara merawat bayi baru lahir, Moms perlahan pasti bisa melakukannya.

Kabar baiknya, Merries punya informasi soal beberapa cara merawat Si Kecil baru lahir yang bisa Moms baca di bawah ini:

1. Rawat Tali Pusat Si Kecil

Tali pusat adalah jalur penghubung antara Moms dan Si Kecil yang memudahkan oksigen dan makanan dari Moms mengalir ke Si Kecil. Saat Si Kecil lahir, tali ini akan terputus dan menyisakan tunggul pusat di bagian pusar.

Setelah tali pusat terputus, pusar Si Kecil akan akan mengeluarkan cairan kuning atau sisa darah di sekitar pusar. Moms tidak perlu panik karena hal tersebut termasuk wajar dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika cairan tersebut tidak hilang, bisa jadi itu adalah tanda infeksi dan Moms harus membawa Si Kecil ke dokter. Moms hanya perlu memastikan area di sekitar pusar tetap kering dan bersih, serta membiarkan tunggul pusatnya putus sendiri.

2. Susui Si Kecil dengan Baik

Menyusui adalah salah satu hal penting yang dilakukan selama merawat Si Kecil karena bisa membantu ia mendapatkan nutrisi dari ASI. Pastikan Moms melakukannya dengan cara yang tepat, yaitu dengan mendekatkan Si Kecil ke payudara Moms. Cara ini bisa membantunya untuk belajar melakukan pelekatan. Jika Moms baru selesai melakukan persalinan, Moms bisa langsung menyusui Si Kecil satu atau dua jam setelah persalinan. 

Saat pertama kali menyusui, cairan ASI yang keluar akan cenderung kekuningan dan kental. Cairan tersebut tidak lain adalah kolostrum yang baik untuk bayi karena mengandung protein dan antioksidan. Untuk selanjutnya, Moms bisa menyusui Si Kecil saat setiap dua jam sekali.

3. Menimbang Berat Badan Si Kecil

Cara ini bisa membantu Moms mengetahui perkembangan berat badan Si Kecil, apakah semakin naik, turun, atau stagnan. Menimbang berat badan bayi bisa dilakukan setiap 1 bulan sekali. Lakukan penimbangan berat badan lebih sering jika Si Kecil lahir dengan berat badan rendah.i.

4. Lakukan Kontak Skin to Skin

Untuk membuat Si Kecil lebih nyaman dan lebih dekat dengan Moms, cara merawat bayi ini bisa dilakukan. Tidak sulit untuk melakukannya, Moms hanya membiarkan Si Kecil tanpa pakaian dan tempelkan ia pada kulit Moms, lalu selimuti diri Moms dan Si Kecil.

5. Perhatikan Kotoran Pertama yang Keluar Pada Bayi Baru Lahir

24-48 jam setelah dilahirkan, Si Kecil akan mengeluarkan kotoran pertama yang disebut mekonium. Berbeda dengan feses, kotoran ini memiliki tekstur kental dan lengket, serta berwarna hijau gelap. Pada beberapa kasus, mekonium juga keluar saat Si Kecil masih dalam kandungan.

Pastikan Si Kecil betul-betul mengeluarkan kotoran tersebut setelah ia lahir. Jika lebih dari 48 jam mekonium belum keluar, Moms bisa memeriksakan Si Kecil ke dokter.

6. Perhatikan Juga Napas Pertama Si Kecil

Selain mekonium, Moms juga harus memperhatikan napas pertama yang ia keluarkan. Umumnya, napas bayi akan terdengar seperti mendengus. Kondisi ini muncul karena Si Kecil baru lahir masih beradaptasi atau bisa juga disebabkan lendir di dalam hidungnya. Jika bunyi napas itu disertai wajah bayi yang kian pucat, napas yang kian sesak, serta bibir kebiruan, bisa jadi ia mengalami gejala gangguan pernapasan.

7. Merawat Kesehatan Mata Si Kecil Secara Hati-Hati

Mata bayi baru lahir cenderung sensitif dan halus sehingga Moms harus berhati-hati dalam merawatnya. Untuk merawat kesehatan mata bayi lahir, Moms bisa membersihkan matanya secara rutin dengan memakai kain lembap dan air bersih.

8. Pastikan Si Kecil Tidur di Tempat yang Nyaman

Umumnya bayi baru lahir tidur selama 20 jam yang terbagi atas beberapa periode tidur selama 20 menit hingga 4 jam. Supaya tidurnya tercukupi, pastikan tempat tidurnya bersuhu sejuk, memiliki ventilasi cahaya yang cukup, memiliki alas yang rata dan tidak terlalu lembut, serta jauh dari benda-benda yang bisa menutupi kepala Si Kecil. Pastikan juga ia tertidur dalam posisi telentang supaya ia terhindar dari sindrom kematian mendadak bayi.

9. Bersihkan Kulit Si Kecil Secara Bertahap

Membersihkan kulit juga penting dilakukan, namun Moms harus melakukannya secara bertahap sesuai kondisi Si Kecil. Saat ia baru lahir, dokter akan melarang Moms untuk tidak memandikan Si Kecil terlebih dahulu karena kulitnya masih lapisan pelindung berbentuk seperti lemak berwarna keputihan yang menjaga suhu bayi.

Enam jam setelah persalinan, Moms baru bisa membersihkannya dengan lap yang sudah dicelupkan air hangat. Moms bisa membersihkan kulit Si Kecil dengan lap atau spon sebelum tali pusatnya terlepas. Jika tali pusat Si Kecil akhirnya lepas, Moms bisa memandikan Si Kecil dengan cara memasukkannya ke dalam bak berisi air hangat-hangat kuku, sampo, serta sabun khusus bayi. Moms hanya perlu memandikan Si Kecil baru lahir setiap 2-3 kali dalam seminggu saja.

Disarankan untuk tidak memandikannya terlalu pagi atau terlalu sore, serta tidak menggunakan sabun dan sampo dengan bahan yang bisa menimbulkan iritasi kulit bayi.

10. Kenali Pola Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) Si Kecil

Cara ini bisa membantu Moms tahu kapan kira-kira Si Kecil akan BAK atau BAB. Umumnya, bayi baru lahir akan BAK dalam 24 jam pertama setelah persalinan, sedangkan BAB paling telat 48 jam setelah melahirkan. Setelah fase tersebut, Si Kecil akan BAK 5-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali per hari.

Warna dari pup dan pipis pun harus diperhatikan. Pup yang normal cenderung hitam pekat dan berubah menjadi hijau dan kekuningan setelah 5 hari, sedangkan pipis umumnya berwarna jernih. 

Saat Si Kecil selesai BAK dan BAB, Moms bisa membersihkan kemaluan Si Kecil dari depan ke belakang dengan handuk basah atau kapas yang sudah dibasahi air.

Selain 10 cara di atas, masih ada 10 tambahan cara merawat bayi baru lahir yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Memakaikan baju berbahan lembut, menyerap air, dan tidak kaku selama Si Kecil beraktivitas di dalam rumah. Jika kedinginan, Moms bisa memakaikan selimut dan topi. Hindari terlalu lama menggunakan sarung tangan dan kaos kaki karena akan menghalangi indra peraba Si Kecil.
  2. Sendawakan SI Kecil setelah menyusui agar ia tidak mengalami gumoh. Adapun caranya adalah dengan meletakkan Si Kecil dalam posisi tegak pada bahu Moms kemudian tepuk-tepuklah punggungnya dengan ringan.
  3. Tidak mengorek telinga Si Kecil karena kotoran telinganya akan keluar sendiri saat kotorannya sudah besar dan melunak.
  4. Menjemur bayi baru lahir secara rutin maksimal 15 menit dalam sehari sebelum jam 10 pagi.
  5. Rajin mengganti popok bayi baru lahir setiap 3-4 jam sekali.
  6. Memberikan vitamin K untuk bayi baru lahir. Vitamin K bisa membantu pembekuan darah dan mencegah Si Kecil dari pendarahan.
  7. Memberikan vaksin hepatitis B (HB-1) untuk Si Kecil yang berusia kurang dari 24 jam, serta vaksin polio.
  8. Mengikuti tes APGAR (Activity, Pulse, Grimace, Appearance, and Respiration) untuk memastikan apakah Si Kecil tumbuh normal atau tidak.
  9. Menangani kolik yang biasa terjadi pada bayi baru lahir dengan cara menggendongnya dengan lembut dalam posisi tengkurap.
  10. Memeriksakan Si Kecil ke dokter saat ia mengalami gejala-gejala tidak biasa, seperti malas menyusu dan lebih banyak tidur selama berhari-hari atau kulit Si Kecil menguning selama kurang lebih 2 minggu.

Itulah 20 cara merawat bayi baru lahir yang bisa Moms lakukan. Semoga bisa dipraktikkan sehingga Moms tidak perlu terlalu khawatir selama marawat Si Kecil yang baru lahir.

Selama mengurus Si Kecil, pastikan semua kebutuhannya terpenuhi, termasuk popok bayi baru lahir. Untuk urusan popok, Moms bisa memilih popok Merries Premium Tape New Born.

Popok Merries Premium Tape memiliki tiga lapisan bersirkulasi udara pada popok Merries ini bisa membuat Si Kecil yang baru lahir nyaman sepanjang hari, terutama selama dirawat Moms. Permukaannya yang bergelombang dan berdaya serap tinggi mampu membuat cairan dan kotoran lunak terserap dengan lunak sehingga kulit Si Kecil tetap kering.

Popok Merries ini juga dilengkapi perekat yang bisa dilepas dan dipasang dengan mudah, sehingga memudahkan orangtua baru untuk memakaikan popok pada Si Kecil . Tertarik membeli popok Merries Premium Tape New Born? Yuk klik langsung link berikut ini!