Manajemen ASI Perah dan Jadwal Pompa Bagi Ibu yang Bekerja

Merries Insight
21 November 2022
Tumbuh Kembang
Share
Manajemen ASI Perah dan Jadwal Pompa Bagi Ibu yang Bekerja

Kembali bekerja setelah cuti hamil dan melahirkan tentu membuat Moms akan kesulitan menyusui bayi secara langsung. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena sekarang ada manajemen ASI Perah (ASIP) yang bisa diterapkan oleh para ibu yang bekerja. Manajemen ASIP sendiri mencakup pemerahan ASI, penyimpanan ASIP, serta cara memanaskan ASIP.

Sesuai namanya, ASI Perah (ASIP) merupakan ASI yang didapatkan dengan memerah ASI dari payudara Moms. ASI tersebut nantinya akan disimpan dalam wadah steril seperti botol sebelum akhirnya diberikan kepada Si Kecil. Selain diberikan langsung, ASIP juga bisa dicampur bersama menu MPASI.

Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), berapa jumlah ASIP yang disiapkan bisa diketahui dengan cara mengalikan berat badan Si Kecil dengan 100 ml. Misalnya, jika Si Kecil mempunyai berat badan 5 kg, maka kebutuhan ASIP yang harus disiapkan adalah: 5x100 ml= 500 ml. Namun, teori ini tidak harus dijadikan patokan utama, karena bisa saja kebutuhan ASIP Si Kecil lebih atau bahkan kurang dari perhitungan tersebut.

Supaya proses manajemen ASIP berjalan lancar, Moms harus mempersiapkan sejumlah alat, yaitu:

  • Botol plastik atau kaca yang sudah steril.
  • Kantong plastik khusus ASI.
  • Cup feeder atau cangkir khusus untuk pemberian ASIP, pipet, dan sendok.
  • Cooler bag jika ada.
  • Kulkas atau freezer yang tersedia di rumah dan kantor.

Cara Memerah ASI

Salah satu tantangan dalam manajemen ASIP adalah memerah ASI itu sendiri. Proses ini harus dilakukan sebaik mungkin supaya ASI bisa keluar dalam jumlah banyak. Ibu yang bekerja bisa melakukan proses ini di rumah atau di kantor.

Ada dua cara memerah ASI yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara manual dan dengan alat pompa. Bagi Moms yang ingin memakai cara manual, Moms bisa ikuti langkah-langkah berikut:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih.
  • Tempatkan wadah steril di bawah payudara Moms.
  • Pijat payudara secara perlahan.
  • Posisikan jari tangan membentuk huruf C di sekitar areola lalu tekan secara perlahan. 
  • Lepaskan tekanan pada bagian areola saat ASI keluar, kemudian tekan kembali secara perlahan.
  • Jika aliran ASI sudah berhenti, Moms bisa memijat bagian payudara lainnya sampai semua bagian payudara telah terpijat.
  • Lakukan cara-cara di atas pada payudara yang lain sampai ASI berhenti mengalir dan payudara tidak terasa penuh.

Jika Moms ingin memerah ASI lewat alat pompa, Moms harus perhatikan apa jenis alat pompa yang dipakai. Saat ini, ada dua jenis alat pompa ASI yang digunakan, yaitu alat pompa manual dan otomatis.

Jika Moms menggunakan alat pompa manual, Moms bisa memompa ASI dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Pastikan Moms sudah mencuci tangan sampai bersih.
  • Pijat payudara dengan gerakan pijatan seperti memompa. Pastikan Moms memijat payudaranya selembut mungkin.
  • Letakkan corong alat pompa manual ke payudara yang sudah dipijat.
  • Tekan pegangan pompa manual untuk memulai proses pemompaan ASI.
  • Lakukan gerakan memompa ASI dengan hitungan seperti saat Si Kecil menyusui langsung dari payudara Moms.
  • Ulangi gerakan memompa ASI sampai jumlah ASI sudah cukup atau payudara mulai terasa kosong.

Sementara itu, Moms yang menggunakan alat pompa otomatis bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Pastikan Moms sudah mencuci tangan sampai bersih.
  • Pijat payudara dengan lembut dan dengan menggunakan gerakan pijatan seperti memompa.
  • Letakkan corong alat pompa otomatis ke payudara yang sudah dipijat, lalu tekan tombol pengoperasian pada alat pompa otomatis.
  • Matikan alat pompa otomatis saat jumlah ASI yang dibutuhkan sudah terpenuhi atau saat payudara Moms terasa kosong.

Memerah ASI harus dilakukan secara teratur sesuai jadwal. Bagi Moms yang masih bingung soal jadwal memerah ASI, Moms bisa mengikuti contoh jadwal di bawah ini:

Sesi

Waktu

Keterangan

Sesi 1

02.00 WIB

 

Sesi 2

04.00-05.00 WIB

 

Sesi 3

07.00 WIB

Jika memungkinkan, Moms bisa menyusui bayi secara langsung, terutama sebelum berangkat kerja dan payudara masih terasa penuh.

Sesi 4

10.00 WIB

Sesi ini bisa dilakukan di kantor

Sesi 5

13.00 WIB

Bisa juga dilakukan setelah makan siang

Sesi 6

15.00 WIB

Bisa juga diselingi istirahat sebentar.

Sesi 7

Selama perjalanan pulang dari kantor

Proses pemerahan hanya boleh dilakukan 1 kali saja pada sesi ini.

Sesi 8

20.00 WIB

 

Sesi 9

23.00 WIB

 

 

Cara Menyimpan ASI Perah (ASIP)

Selain memerah ASI, menyimpan ASIP pun juga harus dilakukan sebaik mungkin. Moms bisa menyimpan ASIP pada botol plastik atau kaca bebas Bisphenol-A (BPA) atau zat kimia lain yang bisa membahayakan kesehatan Si Kecil.

Sebelum digunakan, pastikan botol yang akan Moms gunakan sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan air hangat. Setelah botol terisi ASIP, tuliskan keterangan tanggal dan jam ASI diperah. Jika Moms menyimpan botol ASIP bersama dengan botol ASIP bayi yang lain, Moms bisa menuliskan nama Si Kecil pada bagian label botolnya.

Saat akan menyimpan botol ASIP ke dalam lemari pendingin, Moms bisa tempatkan botolnya pada area yang paling dingin atau di bagian freezer. Jika ingin mengambil persediaan ASIP, ambil ASIP yang sudah diperah terlebih dulu.

Jika memungkinkan, Moms bisa membawa botol ASIP ke dalam tas cooler (cooler bag) yang bisa dibawa ke mana pun.

Berapa Lama ASI Perah (ASIP) Bisa Bertahan?

Daya tahan ASIP sangat bergantung pada di mana ASIP tersebut disimpan, apakah disimpan dalam suhu ruangan atau freezer. Untuk lebih jelasnya, Moms bisa simak keterangan berikut:

  • ASI yang baru diperah dan disimpan dalam suhu ruangan bisa bertahan selama 4 jam.
  • ASIP yang disimpan dalam wadah tertutup yang dilengkapi kantong es bisa bertahan sampai 24 jam.
  • ASIP yang disimpan dalam pendingin atau kulkas bisa bertahan selama 3-4 hari.
  • Jika ASIP disimpan di dalam freezer, daya tahannya bisa sampai 6 bulan. Walau begitu, sebagian nutrisinya bisa saja hilang jika terlalu lama disimpan. Moms bisa membuang ASIP yang sudah terlalu lama disimpan dan memberikan ASIP yang masih segar.

Cara Memanaskan ASIP

Sebelum diberikan, ASIP bisa Moms panaskan terlebih dulu. Moms bisa melakukannya hanya dengan menempatkan botol berisi ASIP ke dalam mangkok berisi air hangat. Pastikan ASIP yang sudah dihangatkan bisa langsung habis dan jangan sampai disimpan kembali ke dalam kulkas.

Hindari memanaskan ASIP dengan microwave atau bahkan merebusnya karena hal tersebut bisa merusak kandungan gizi dalam ASIP. ASIP pun juga akan terlalu panas di mulut Si Kecil jika Moms menggunakan cara tersebut.

Demikianlah panduan Manajemen ASI Perah (ASIP) bagi ibu yang bekerja. Semoga bisa dipraktikkan ibu yang bekerja yang ingin bisa memberikan ASI kepada Si Kecil. Selain memperhatikan kebutuhan ASI, ibu yang bekerja juga harus memperhatikan kebutuhan bayi lainnya, termasuk popok bayi.


Untuk urusan popok, Moms bisa memberikan popok Merries Premium Tape Newborn. Tiga lapisan bersirkulasi udara pada popok ini dapat membuat Si Kecil nyaman sepanjang hari karena kulit Si Kecil bebas bernapas dan tidak pengap, termasuk saat menerima asupan ASIP. Popok Merries ini juga memiliki permukaan bergelombang dan berdaya serap tinggi, sehingga membuat pipis dan pup bisa terserap dengan maksimal. Masih banyak kelebihan yang dimiliki popok Merries Premium Tape Newborn. Untuk mengetahuinya, silakan klik link berikut ini!