Kebiasaan yang Membuat Ruam Popok Muncul

Merries Insight
02 Oktober 2020
Kesehatan
Share
Kebiasaan yang Membuat Ruam Popok Muncul

Ruam popok mungkin menjadi salah satu kondisi kulit yang sering terjadi pada Si Kecil. Namun, moms bisa meminimalisir munculnya ruam popok pada Si Kecil dengan menghilangkan beberapa kebiasaan. Karena ternyata ruam popok pada Si Kecil juga berkaitan dengan apa yang sering Moms lakukan, seperti membiarkan popok Si Kecil sampai benar-benar penuh baru menggantinya. 

Ruam popok merupakan tanda iritasi pada wilayah pantat, selangkangan hingga paha bagian atas Si Kecil. Penyebabnya cukup beragam, namun kebanyakan adalah karena terpapar pipis ataupun kotorannya sendiri sehingga menjadi kerap lembap.

American Academy of Pediatrics mengatakan, lebih dari setengah bayi di seluruh dunia berpotensi mengalami ruam popok kala usianya berada di rentang 4 bulan hingga 15 bulan.

Pada usia 4 bulan, adalah masa dimana Si Kecil sudah bisa diberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dalam kasus tertentu. Saat itu pula, tekstur dan intensitas Si Kecil buang air besar (BAB) juga akan berubah. Hal tersebut diduga ikut mempengaruhi munculnya ruam popok pada Si Kecil. 

Namun bukan MPASI yang menyebabkan Si Kecil terkena ruam popok, melainkan hadirnya jamur atau bakteri pada wilayah popok Si Kecil lantaran Moms kurang teliti membersihkan kotorannya saat mengganti popok. 

Nah berikut merupakan beberapa kebiasaan yang bisa Moms hindari, sebagai salah satu cara mengatasi ruam popok.

1. Tidak langsung mengganti popok

Saat popok Si Kecil sudah mulai penuh, Moms dianjurkan untuk langsung menggantinya dengan yang baru. Jangan biarkan Si Kecil terlalu lama menggunakan popok kotor. Hal itu sama saja dengan memelihara kuman atau bakteri popok. Kulit Si Kecil yang lembap dan basah karena popok kotornya tidak diganti akan menjadi medium yang menyenangkan bagi kuman. 

Popok Merries memiliki indikator penanda pipis, sehingga Moms bisa langsung melihat bagaimana popok Si Kecil. Jika terisi, warnanya akan berubah menjadi biru. Jika masih belum terisi, maka warnanya akan sama dengan warna awal, yakni kuning. 

Hal itu akan memudahkan Moms untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti popok. Si Kecil juga akan menjadi lebih nyaman dan bahagia karena popoknya selalu kering.

2. Pakai tisu basah

Salah satu cara mengatasi ruam popok pada Si Kecil adalah dengan menghindari pemakaian tisu basah saat akan mengganti popok yang sudah terisi. Menggunakan tisu basah memang sangat praktis dan juga mudah. Moms tidak perlu repot untuk menggunakan handuk lembut yang hangat untuk membersihkan area kulit pantat Si Kecil. 

Tinggal lap lalu buang. Namun hal itu ternyata menjadi salah satu penyebab munculnya ruam popok pada kulit Si Kecil. Kandungan tisu basah memiliki bahan yang bisa menimbulkan iritasi pada Si Kecil yang memiliki kulit sensitif. Selain itu, tidak semua anak bisa menerima aroma dari tisu basah yang Moms gunakan, bila tisu basah mengandung parfum.

Moms bisa menggunakan handuk hangat untuk melap dan membersihkan kulit Si Kecil dari kotoran yang menempel. Setelah bersih, lap lagi dengan handuk bayi lembut yang kering, sehingga Moms bisa  memastikan bahwa permukaan kulit pantat Si Kecil tetap kering. Karena hal itu merupakan salah satu penyebab munculnya ruam popok. 

Salah satu hal yang bisa Moms lakukan adalah memilih Merries, karena  popok Merries memiliki permukaan yang bergelombang di bagian dalam popok, hal itu bertujuan untuk menangkap kotoran lunak Si Kecil. Jadi kulit Si Kecil memiliki potensi lebih kecil untuk terpapar kotoran penyebab ruam popok. Selain itu, sirkulasi udara yang ada di dalam popok juga sangat baik. Potensi terjadinya lembap juga bisa dihindarkan. 

3. Popok tidak sesuai ukuran

Banyak yang beranggapan bahwa dengan menggunakan popok yang memiliki ukuran lebih besar dari usia Si Kecil bisa membuatnya terhindar dari lembap, lantaran udara bisa dapat keluar masuk dengan mudah. 

Padahal yang terjadi adalah, karena ukurannya terlalu besar ataupun kecil, kulit mulus Si Kecil akan mengalami gesekan lebih sering. Hal itulah yang akhirnya menyebabkan timbulnya ruam popok pada wilayah sekitar pantat. 

Gunakan popok yang sesuai dengan berat badan dan usianya. Dengan begitu, Moms bisa nyaman melihat Si Kecil tumbuh dengan ceria tanpa khawatir dengan ruam popok. Saat Si Kecil masih dalam kategori new born, gunakan popok jenis newborn yang menggunakan sistem perekat samping. Sementara saat usianya sudah mulai besar, Moms bisa menggantinya dengan popok sekali pakai model celana.

Memilih popok yang tepat juga merupakan salah satu cara mengatasi ruam popok pada Si Kecil. Jangan anggap enteng ruam popok. Karena dalam kondisi yang lebih serius bisa sampai berakibat infeksi.

4. Lembap

Bakteri dan kuman hidup subur di suhu yang lembap. Oleh karena itu, Moms harus dapat memastikan perputaran udara di dalam popok. Gunakan popok yang memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga udara dapat keluar dan masuk dengan mudah ke dalam popok. Popok Merries dilengkapi dengan 3 lapisan bersirkulasi udara. Menggunakan teknologi tersebut, udara lembap dapat dilepaskan ke luar popok sehingga peluang untuk terjadinya iritasi yang disebabkan lembap dapat diminimalisir. 

Hal itu juga didukung dengan teknologi popok yang mampu menyerap cairan dengan cepat dan menjaganya tetap aman. Sehingga, cairan tidak akan meluber keluar ataupun merembes ke kulit halus Si Kecil.

Saat Si kecil terlihat memiliki ruam popok, Moms harus lebih sabar menghadapinya. Karena biasanya hal itu juga akan diikuti dengan sikapnya yang rewel dan sensitif.  

5. Tidak mengganti popok pada malam hari

Saat malam hari, Si Kecil biasanya pipis lebih banyak dari pada siang atau pagi hari. Hal itu dikarenakan metabolismenya yang sangat baik mulai bekerja saat dia tertidur nyenyak. Moms yang tidak rajin mengecek kondisi popoknya akan membuat kulit Si Kecil mengalami ruam popok. 

Untuk mengantisipasinya, Moms bisa mengeceknya sebelum dia tertidur. Kemudian 3 jam berikutnya, Moms bisa mengeceknya kembali. Untuk memudahkan, Moms  bisa menggunakan Popok Merries. 

Dalam Popok Merries terdapat indikator penanda pipis. Sehingga Moms bisa melihat dari warna strip yang terdapat pada bagian luar popok berubah tanpa harus membangunkan Si Kecil untuk memeriksa popok. 

Selain itu, Popok Merries juga memilki daya serap cairan yang baik. Sehingga bagian dalam popok akan selalu terjaga kelembutannya dan tidak lembap. Dengan begitu, kulit halus Si Kecil akan terhindari dari potensi munculnya ruam popok. 

6. Tidak memperhatikan asupan MPASI

Pada usia 6 bulan, Si Kecil biasanya sudah mulai dikenalkan dengan MPASI. Nah, saat itu pula, potensi ruam popok bisa muncul, karena salah satu penyebab ruam popok adalah alergi terhadap makanan yang diberikan. 

Moms bisa mengecek kotoran lunak Si Kecil saat diberikan MPASI. Biasanya tekstur dan warnanya juga akan mulai berubah. Jika terdapat indikasi alergi, poop Si Kecil biasanya akan lebih cair dan hal itu terjadi secara terus menerus alias diare. Sehingga harus terus diawasi ya Moms, reaksi pencernaan Si Kecil setiap mencoba menu MPASI baru. Selain itu, warna dari poop Si Kecil juga akan sesuai dengan warna menu MPASI yang dimakannya. Nah, banyak diantara Moms sekalian yang menganggap hal itu hanyalah sepele. Karena bisa saja hal itu akan membaik seiring dengan berubahnya menu MPASI.

Padahal, dengan teksturnya yang berubah, maka potensi untuk menempel dengan kulit Si Kecil dalam jangka waktu yang lama juga semakin besar. Bila sudah begitu, maka Si Kecil akan dengan mudah mengalami ruam popok

Tetapi tenang, dengan penggunaan popok yang tepat, Moms bisa menghindari terjadinya ruam popok karena rutinitas pencernaan yang berubah. Popok Merries memiliki daya serap yang sangat baik, sehingga cairan cepat terserap dan popok bisa kembali kering. Selain itu, permukaannya yang bergelombang akan dengan mudah menangkap kotoran lunak yang muncul dan menyerapnya ke bagian dalam lapisan popok. Bagian dalam popoknya akan selalu kering dan Si Kecil jadi terhindar oleh ruam popok.