Tanda Bayi Cukup ASI yang Perlu Moms Tahu

Merries Insight
22 Juli 2020
Kesehatan
Share
Tanda Bayi Cukup ASI yang Perlu Moms Tahu

Mungkin Moms ragu, apakah ASI yang diminum bayi sudah mencukupi atau belum. Bagaimana cara Moms bisa mengenali bahwa Si Kecil sudah mendapatkan kecukupan ASI?

Boleh jadi, mayoritas Moms baru belum tahu berapa banyak yang cukup diminum oleh Si Kecil.  Ini bisa menyebabkan Moms mengalami rasa cemas, dengan khawatir bila ASI tak mencukupi kebutuhan gizi bayi. Alhasil Moms memberikan sang buah hati dengan susu formula karena takut ASI yang Moms berikan tidak cukup. Padahal Moms tak perlu cemas. Pasalnya, tanda Si Kecil mendapatkan kecukupan ASI bisa diperhatikan dan dikenali. Nah, bila bayi sudah mendapat cukup ASI, Mom tak perlu cemas lagi karena kebutuhannya sudah didapatkan. 

Lalu, bagaimana mengenali bayi mendapat cukup ASI? Sebelum membahas hal tersebut, Moms juga perlu mengenali ASI yang Moms miliki. Di beberapa hari setelah Moms melahirkan, mungkin Moms melihat bahwa payudara Moms mengeluarkan cairan kuning, dan bukan putih seperti ASI biasanya. Moms tak perlu khawatir, karena cairan tersebut adalah kolostrum. Apa itu Kolostrum? Kolostrum merupakan cairan dihasilkan oleh tubuh Moms sejak beberapa minggu sebelum persalinan hingga 3-4 hari setelah melahirkan. Kolostrum sebenarnya juga dapat dihitung sebagai ASI, sehingga ia aman ditelan oleh Si Kecil. Di dalam kolostrum terkandung banyak leukosit hingga immunoglobulin, kandungan yang baik untuk imunitas Si Kecil. Jadi, tidak perlu khawatir ya, Moms. 

Nah, selanjutnya tubuh memproduksi ASI untuk menggantikan kolostrum pada hari ketiga atau keempat setelah bayi lahir. Warna ASI tampak putih dan lebih cair bila dibandingkan dengan kolostrum. ASI ini yang menjadi satu-satunya makanan yang memenuhi kecukupan gizi untuk bayi berusia 0-6 bulan.   

Walaupun Moms aktif menyusui Si Kecil kadang terbersit apakah ia sudah mendapatkan ASI yang cukup? Berikut ini tanda-tanda Si Kecil  cukup ASI yang perlu diperhatikan:

1. Payudara terasa lembut setelah Moms menyusui

Kondisi ini terjadi karena Si Kecil telah “menghabiskan” ASI dari payudara. Alhasil, payudara tak lagi terasa keras seperti sebelumnya masih penuh dengan ASI.

2. Si Kecil tampak tenang dan nyaman usai menyusui

Aktivitas dan suasana hati bayi yang meningkat setelah menyusu juga menjadi pertanda kecukupan ASI. Bayi yang mendapat cukup ASI akan tampak tenang, kenyang, aktif dan tidak rewel lagi. Bahkan, mungkin selanjutnya ia tertidur pulas.  

3. Berat badan Si Kecil bertambah

Adanya peningkatan berat badan bisa menjadi indikator bahwa bayi mendapatkan kecukupan ASI. Pada awal kelahiran, biasanya berat bayi sedikit menurun. Setidaknya hal tersebut terjadi dalam waktu satu minggu setelah lahir. Moms tak perlu khawatir karena ini hal yang normal-normal saja. 

Perlu kita pahami, penurunan berat badan pada bayi yang diberikan susu formula dan ASI berbeda. Penurunan yang masih masuk di kategori normal adalah sekitar 5% dari berat lahir pada bayi yang diberi susu formula, dan 7-10% pada bayi yang mendapatkan ASI. Misalnya, pada bayi yang lahir dengan berat badan 3 kg dan mendapatkan ASI secara eksklusif, penurunan berat badan hingga 300 gram pada minggu pertama masih bisa dianggap normal.

Nah, berat badan bayi yang tergolong sehat dan mendapat kecukupan ASI akan bertambah satu atau dua minggu selanjutnya.  Karena itu, Moms memantau dan memeriksakan berat badan bayi secara teratur.  Yang jelas, bila Si Kecil mendapat ASI cukup, berat badan akan bertambah. Hal ini yang membuat Moms harus terus mencatat perkembangan bayi secara berkala, untuk memastikan Si Kecil tumbuh dengan optimal.

4. Si Kecil pipis sebanyak 6-8 kali per hari

Pada awal-awal kelahiran di mana Si Kecil mengonsumsi kolostrum, ia hanya pipis sekitar 1-2 kali dalam sehari atau 24 jam. Akan tetapi, ketika bayi sudah mendapatkan cukup ASI dan menyusui secara teratur, frekuensi pipis bertambah menjadi sekitar 6-8 kali sehari.

Jadi, Moms perlu memperhatikan frekuensi Moms mengganti popok bayi setiap hari. Umumnya, Si Kecil yang berusia di bawah 5 hari perlu ganti popoknya hingga 6 kali dalam sehari. Namun, setelah usianya sudah lebih dari 5 hari, popoknya perlu diganti sebanyak 8 kali jika sudah mendapatkan ASI yang cukup. Tentunya dengan asupan cairan ASI yang lebih banyak, Si Kecil juga akan lebih sering pipis.Pilih popok bayi dengan alarm penanda pipis agar bisa memudahkan Moms untuk mengganti popok di waktu yang tepat. Gunakan rangkaian Merries Premium, popok dengan daya serap yang baik dan memiliki alarm penanda pipis yang akan berubah warna dari kuning menjadi biru ketika popok sudah penuh dan perlu diganti.

5. Si Kecil sering menyusu secara teratur

Tanda lain Si Kecil mendapat cukup ASI adalah sering menyusu secara teratur, yaitu sebanyak 8-12 kali per hari. Bila ia mampu menghisap puting payudara dengan benar, pasti akan mendapat ASI yang cukup. 

6. Si Kecil aktif dan gembira saat ketika bangun tidur

Bayi yang mendapat ASI cukup akan tampak lebih aktif, ceria dan gembira setelah bangun tidur. 

7. ASI dikonsumsi dengan baik 

Saat Si Kecil hendak menyusu dan mulutnya menempel ke puting payudara, ia akan menghidap dengan cepat. Bila gerakannya makin lambat dan tarikannya lebih dalam, berarti ia sedang menelan ASI. Moms juga bisa melihat dagu bayi turun ke bawah, terdengar punya suara Si Kecil menelan. Karena itu, bila ASI dikonsumsi dengan baik, berarti bayi mendapat kecukupan ASI.

8. Kotoran bayi tampak kuning 

Warna kotoran bayi juga sebagai pertanda kecukupan konsumsi ASI. Saat ia buang air besar untuk pertama kali, umumnya kotoran tampak hitam dan lengket. Akan tetapi, setelah mendapat asupan ASI, kotoran berubah menjadi hijau. Bahkan, selanjutnya kotoran berubah menjadi kuning dan sedikit berair karena ASI. Dengan tekstur kotoran lunak yang lebih berair, pilih popok dengan daya serap yang baik agar kotoran cepat terserap dan kulit bayi bisa tetap kering. Menjaga kulit bayi tetap kering dapat membantu Moms menghindarkan Si Kecil dari risiko ruam karena kulit yang lembab. Moms bisa memilih Merries, karena popok dari Merries memiliki 3 lapisan dengan terowongan udara, sehingga popok bisa lebih cepat menyerap cairan. Permukaan popok yang bergelombang juga menghindarkan kulit dan kotoran untuk bersentuhan, sehingga bayi bisa lebih merasa nyaman.

9. Air pipis bayi berwarna jernih 

Air pipis bayi berwarna jernih juga sebagai pertanda ia mendapat kecukupan ASI. Bila Si Kecil tak cukup mendapat ASI, air pipis atau urine menjadi lebih gelap sebagai tanda dehidrasi atau kurang asupan cairan. 

Selain itu Moms, ada beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan ketika menyusui Si Kecil. Tentunya hal ini untuk memastikan bahwa Si Kecil mendapatkan ASI yang cukup:

  • Coba Moms rasakan mulut Si Kecil ketika menyusui. Pastikan mulut bayi sudah menghisap puting payudara dengan benar. 
  • Moms perlu memperhatikan lidah Si Kecil. Bila ada masalah atau gangguan pada lidah bayi, misalnya kasus tongue-tie, hal ini bisa menyebabkan bayi kesulitan menyusui. Akhirnya, ia takkan mendapatkan ASI yang cukup. 
  • Moms coba periksalah payudara setelah menyusui Si Kecil.  Bila ternyata tidak terasa lebih kosong atau lunak, boleh jadi bayi tidak dapat menyusu dengan baik.
  • Moms perhatikan sikap Si Kecil, apakah tenang, terasa nyaman, bisa tidur nyenyak. Atau, justru tampak gelisah, rewel atau nangis terus.
  • Moms yang mengalami puting lecet, nyeri, atau bahkan terasa seperti digigit, biasanya menandakan pelekatan yang tidak benar antara mulut Si Kecil dan payudara. Untuk dapat menyusui dengan benar, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli laktasi.

Pastikan juga Moms melakukan penimbangan berat badan bayi secara rutin, baik di rumah sakit atau Posyandu untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan kecukupan ASI atau tidak. Upaya ini juga sekaligus untuk memantau bagaimana proses perkembangan dan pertumbuhannya apakah sudah sesuai dengan milestone atau tonggak tumbuh kembang.