Sering BAB di Celana. Mungkinkah Si Kecil Terkena Encopresis Fungsional?

Merries Insight
16 Oktober 2019
Kesehatan
Share
Sering BAB di Celana. Mungkinkah Si Kecil Terkena Encopresis Fungsional?

Artikel ini berisi tentang :

  1. Sepintas Tentang Encopresis Fungsional
  2. Gejala Encopresis Fungsional
  3. Cara Mengatasi Encopresis Fungsional
  4. Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter?

Si Kecil terkadang masih BAB di celana padahal usianya sudah menginjak 4 tahun lebih, dan ia  sudah cukup lama belajar toilet learning? Moms harus waspada karena ada kemungkinan Si Kecil mengalami Encopresis Fungsional.

Sepintas Tentang Encopresis Fungsional

Dilansir dalam halodoc.com, Encopresis fungsional adalah kondisi keluarnya feses secara tidak sengaja, terjadi pada anak berusia lebih dari empat tahun atau yang sudah belajar menggunakan toilet (toilet training). Penyakit ini bukan disebabkan karena Si Kecil tidak bisa menahan keinginan buang air besarnya, tapi ada masalah medis yang membuat fesesnya keluar tanpa kendali.

Mayoritas kasus encopresis disebabkan karena sembelit kronis. Pasalnya kondisi ini membuat feses Si Kecil susah keluar, kering, dan terasa sakit saat dikeluarkan. Akibatnya, Si Kecil akan selalu menghindar untuk pergi ke toilet.

Semakin lama feses terkumpul dalam usus besar, akan menjadi semakin sulit feses terdorong keluar. Usus lalu akan meregang dan memengaruhi saraf yang bertugas memberi sinyal untuk pergi ke toilet. Pada saat usus besar penuh, feses cair kemudian akan keluar tanpa disengaja.

Di lansir dari laman situs helosehat,com, sembelit dengan enkopresis memengaruhi setidaknya 4 persen anak prasekolah dan 1-2 persen anak usia sekolah.

Gejala Encopresis Fungsional

Menurut WebMD, dari sekian banyak kasus Encopresis Fungsional yang dialami anak-anak, mayoritas diderita anak laki-laki. Moms bisa mengenali gejala Encopresis Fungsional dengan melihat beberapa tanda berikut ini:

  1. Si Kecil mengalami sembelit dengan feses yang kering dan keras, dan terjadi dalam beberapa hari (lebih dari 3 hari)
  2. Setelah feses besar dan keras keluar, kondisi ini akan dilanjutkan dengan keluarnya feses dalam bentuk cair. Biasanya, feses ini akan akan keluar secara tidak sengaja di dalam celana.
  3. Si Kecil terlihat sering menghindari buang air besar karena tidak kuat dengan rasa sakit akibat feses yang keras dan besar (melebihi ukuran normal).
  4. Nafsu makan berkurang, dan mengeluh sakit perut.

Jika Moms menemukan gejala-gejala di atas, padahal Si Kecil sudah terlatih menggunakan toilet, sebaiknya segera hubungi dokter untuk solusi lebih lanjut.

Cara Mengatasi Encopresis Fungsional

Encopresis Fungsional sebenarnya gangguan yang sangat sederhana dan mudah untuk diatasi, Moms hanya perlu mengatasi masalah sembelit Si Kecil dengan memberikan konsumsi makanan tinggi serat dan air untuk melancarkan pencernaannya.

Selain dengan makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan dan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, Moms pun bisa menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil dengan cara berikut ini :

  1. Berolahraga secara teratur. Selain baik untuk kesehatan Si Kecil, olahraga pun ternyata mampu meningkatkan kualitas kesehatan organ reproduksi.
  2. Konsumsi makanan dan minuman probiotik, seperti yoghurt, keju dan lainnya. Minuman probiotik ampuh membunuh bakteri jahat di saluran cerna, dan melancarkan pencernaan.
  3. Konsumsi kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang almond dan lainnya. Produk kacang-kacangan mampu mengencerkan feses dan melancarkan pencernaan.
  4. Moms boleh memberikan minuman atau suplemen khusus yang mengandung serat tinggi (khusus anak-anak) untuk membantu melancarkan BAB.

Moms sebaiknya meninjau ulang pemberian produk susu murni pada Si Kecil. Beberapa anak akan mengalami sembelit saat terlalu banyak konsumsi susu, sedangkan beberapa lainnya malah dapat melancarkan pencernaan. Efek berbeda ini berhubungan dengan intoleransi laktosa.

Kapan Si Kecil Harus Dibawa ke Dokter?

Seperti disebutkan diatas, Encopresis Fungsional sebenarnya kondisi biasa dan tidak perlu ditanggapi secara berlebih. Tapi dalam beberapa kondisi, Moms harus segera membawa Si Kecil ke dokter jika melihat ada beberapa tanda berikut ini.

  1. Si Kecil mengalami sembelit lebih dari 3-5 hari, dan karena sembelit ini dia selalu takut untuk pergi ke kamar mandi.
  2. Si Kecil tidak mau atau menolak makan (nafsu makan menurun) karena perutnya yang sudah besar, tapi tidak bisa BAB.
  3. Perut Si Kecil terlihat besar atau kembung, dan terkadang dia mengeluhkan rasa nyeri di bagian perut bawah.
  4. Si Kecil selalu berteriak kesakitan saat pergi ke kamar mandi, dan BAB yang dia lakukan tidak pernah tuntas.

Jika ada tanda-tanda di atas, Moms bisa segera membawa Si Kecil ke dokter. Terkadang pemberian obat pencahar dan pengencer feses sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi sembelit, sekaligus mencegah terjadinya Encopresis Fungsional.