Sebabkan Gatal, Berikut Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Merries Insight
05 Agustus 2020
Umum
Share
Sebabkan Gatal, Berikut Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Apakah ruam popok bayi menyebabkan bayi merasa gatal terus-menerus? Kebanyakan bayi merasakan rasa gatal ketika ruam itu muncul. Ruam popok timbul dapat disebabkan oleh munculnya bakteri karena area kulit Si Kecil yang tertutup popok kerap dalam kondisi lembap. Selain itu ruam popok juga bisa timbul karena kulit halusnya yang sensitif terhadap bahan yang digunakan oleh popok tertentu. Oleh karena itu, penting untuk Moms memberikan popok yang tidak menimbulkan alergi dan iritasi, sehingga ruam popok dapat dihindari.

Apakah ruam popok gatal?

Pernahkah Moms memperhatikan Si Kecil kerap menggaruk bagian popoknya atau wilayah di sekitar pantat? Bila iya, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh rasa gatal yang timbul karena ruam popok.

Ruam popok yang gatal dan digaruk hingga luka, bila dibiarkan maka bisa semakin meningkatkan risiko timbulnya jamur dan berpotensi menjadi infeksi pada kulit Si Kecil. Saat ruam popok sudah semakin gatal dan mengganggu anak, biasanya akan timbul kembali pertanyaan bagaimana cara mengatasi ruam popok. 

Munculnya ruam di wilayah sekitar popok bisa disebabkan oleh beberapa hal: 

1. Penggunaan popok yang terlalu lama 

Popok merupakan bentuk inovasi yang sangat memudahkan Moms semua saat mengurus bayi. Karena dengan popok, Moms tidak memerlukan celana bayi dalam jumlah banyak.  Risiko kasur basah saat bayi mengompol juga rendah. Itu mengapa, popok merupakan salah satu hal pokok yang harus dipenuhi oleh Moms saat mengurus si buah hati.  Namun, hal itu tidak membuat Moms bisa membiarkan Si Kecil menggunakan popok yang sama untuk waktu yang lama. Moms harus sering menggantinya agar tidak terjadi ruam popok pada bayi. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan, penggantian popok dapat dilakukan dalam waktu 3 hingga 4 jam sekali. Moms harus mengganti meskipun bayi tidak pipis atau BAB. Karena kelembapan yang ada di dalam popok tidak hanya disebabkan bayi yang buang air. Popok yang lembap juga bisa disebabkan oleh keringat bayi. Sehingga, popok bisa tampak kering tanpa ada tanda cairan pipis atau kotoran lunak, namun bisa saja popok sudah lembap dari keringat Si Kecil. Hal ini yang membuat Moms harus rajin-rajin mengganti popok, tidak hanya saat Si Kecil telah pipis atau BAB saja.

2. Kulit sensitif

Kulit sensitif juga bisa menyebabkan ruam popok. Bila begitu, maka Moms tidak perlu khawatir. Moms bisa menggunakan popok yang memang cocok untuk kulit bayi yang halus. Bagi bayi yang memiliki dermatitis atopik memiliki kecenderungan terkena ruam popok lebih besar. Pasalnya kulit bayi akan menjadi lebih sensitif saat mengalami sakit tersebut. Moms bisa memilih popok dengan permukaan yang lembut dan fitur yang membuat popok breathable atau bersirkulasi baik agar kulit bayi yang sensitif tidak mudah lecet.

3. Mulai MPASI

Saat usia 6 bulan, bayi mulai diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Kala itu, kotoran lunak dan juga pipis bayi juga mengalami perubahan baik dari sisi tekstur maupun volumenya. Nah bagi bayi sensitif, risiko ruam menjadi lebih besar karena volume cairan di popok semakin tinggi. Wilayah yang biasanya terkena adalah wilayah selangkangan ataupun bokong. Apakah ruam popok gatal? Ya, ruam popok biasanya diikuti dengan rasa gatal dan kulit yang berwarna kemerahan. Namun, Moms bisa menghindarinya dengan memilih popok yang tepat. Popok Merries memiliki daya tampung yang baik meskipun pipis dan kotoran lunak Si Kecil meningkat, sehingga Moms tidak perlu khawatir popok bocor. Popok Merries juga memiliki sirkulasi udara yang baik agar popok tetap kering.

4. Infeksi Bakteri

Wilayah sekitar popok merupakan area yang harus selalu dijaga tingkat kekeringannya, apalagi bagian lipatan-lipatan kulit. Jangan sampai dibiarkan dalam kondisi lembap. Karena hal itu akan menjadi media yang cocok untuk tumbuh kembangnya jamur juga bakteri. Bila sedang mengganti popok, dan cairan dan kotoran tidak dibersihkan dengan benar-benar cermat, maka kotoran atau cairan yang tertinggal akan ditumbuhi jamur dan berpotensi menimbulkan infeksi pada wilayah popok.

5. Antibiotik

Saat Si Kecil sedang dalam pengobatan, ruam popok juga bisa muncul. Hal itu merupakan imbas dari adanya obat antibiotik. Ya, antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat, melainkan juga bakteri yang baik bagi tubuh. Fungsi bakteri baik adalah mencegah timbulnya jamur, namun karena antibiotik, fungsi tersebut menjadi hilang. Selain itu. Efek samping dari antibiotik juga dapat memicu diare yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan ruam popok pada bayi.  

Mengingat ruam popok dapat menyebabkan rasa gatal yang tidak nyaman, Moms dan Dads mungkin ingin mencari tahu cara mengatasi ruam popok jika terjadi pda Si Kecil. Bila masih ringan, tidak perlu membawanya ke dokter, Moms bisa mengatasinya sendiri di rumah. 

 Cara Mengatasi Ruam Popok

Bila ruam popok muncul pada Si Kecil, berikat adalah beberapa perawatan yang bisa Moms lakukan di rumah. Memang perlu kesabaran karena biasanya efeknya baru akan hilang dalam waktu 3 hingga 4 hari, tetapi itu lebih baik ketimbang langsung membawanya ke klinik.

1. Pastikan popok tidak terlalu ketat

Ketika ruam muncul, kulit bayi sedang mengalami luka. Sehingga, bila Si kecil sedang mengalami ruam, pastikan ukuran popok yang Moms kenakan untuk Si Kecil tidak ketat. Moms bisa mengatur perekat agar tidak ketat, atau pastikan karet pada popok celana tidak menimbulkan bekas merah sebagai tanda ukuran popok yang terlalu sempit bagi Si Kecil. Hal ini akan membantu lecet pada kulit cepat sembuh. Moms bisa memilih popok Merries perekat pada varian popok perekat yang bisa dilepas-pasang agar Moms bisa mengatur sesuai kebutuhan Si Kecil. Pada varian Pants pula, karet pada popok Merries fleksibel sehingga bisa diregangkan hingga 2.5x dari ukuran semula, karet pada popok Merries juga lembut, membuat Moms tidak perlu khawatir popok akan meninggalkan bekas merah. Dengan memilih popok yang tepat, ruam bisa segera sembuh, dan rasa gatal tidak nyaman bisa segera hilang.

2. Bilas pantat bayi dengan air

Ketika mengganti popok, bilas dengan air lalu tepuk secara perlahan menggunakan lap. Jangan menggunakan tisu beralkohol ataupun yang mengandung wewangian. Hal tersebut akan menambah rasa perih pada Si Kecil. Bilas atau gunakan lap yang telah direndam dengan air hangat, sehingga Si Kecil tetap merasa nyaman. Menepuk pantat dengan lap bertujuan untuk mengeringkannya secara perlahan. Jangan diusap ya Moms, karena hal tersebut akan menambah rasa perih yang ada. 

3. Sering mengganti popok

Saat malam hari, kerap kali Moms ataupun Dads sudah terlalu letih sehingga kadang rasa malas timbul untuk mengganti popok Si Kecil. Lawan hal itu dan rutin mengecek kondisi popok Si Kecil pada malam hari. Bila si Kecil BAB, maka segera ganti popoknya. Dengan begitu, kulit Si Kecil kan selalu kering dan bersih. Sehingga ruam popok yang ada bisa segera hilang. Moms bisa menggunakan popok Merries yang memiliki alarm penanda pipis. Jadi ketika popoknya sudah terisi cairan, akan terlihat perubahan warna pada strip yang ada di popok. Dengan begitu, Moms bisa lebih mudah dan menghemat waktu ketik mengecek popok Si Kecil, Moms juga tidak perlu selalu meraba popok untuk memastikan apakah popok sudah penuh apa belum, karena hal itu juga berpotensi memindahkan bakteri yang ada di tangan Moms ke popok Si Kecil.

Bila terlihat sudah penuh, maka segera ganti popok lama dengan popok baru. Dengan langkah tersebut diharapkan ruam popok pada bayi bisa segera hilang. Terpenting adalah, jaga kebersihan dan kekeringan kulit pantat Si Kecil. Jangan dibiarkan lembap dalam waktu yang terlalu lama.