Penyebab Diare atau Mencret Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Merries Insight
29 September 2022
Kesehatan
Share
Penyebab Diare atau Mencret Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Sebagai orangtua, penting bagi Moms dan Dads untuk menjaga kesehatan organ pencernaan Si Kecil. Melakukan hal tersebut bisa melindungi pencernaan Si Kecil dari berbagai penyakit, terutama diare atau mencret.

Di antara semua penyakit pencernaan yang ada, diare adalah penyakit yang bisa menimbulkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini terbukti dari persentase kematian bayi dan anak akibat diare yang mencapai 25-30 persen. 

Penyebab Diare atau Mencret Pada Anak

Ada banyak faktor yang menyebabkan diare. Apa saja penyebab-penyebab tersebut?

1. Pola Makan Si Kecil yang Berubah

Salah satu penyebab diare yang paling umum adalah adanya perubahan pada pola makan Si Kecil. Hal ini sering dialami pada Si Kecil yang baru pertama kali mengkonsumsi MPASI. Saat pertama kali diberikan MPASI, pencernaan Si Kecil akan kaget karena baru pertama kali menerima asupan selain ASI, sehingga memicu terjadinya diare.

2. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan Berserat

Mengkonsumsi makanan berserat memang baik untuk Si Kecil karena bisa melancarkan saluran pencernaan. Namun, hal tersebut bisa memicu diare jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Apalagi jika konsumsi makanan berseratnya disertai dengan asupan minuman atau cairan yang berlebih.

Asupan serat sendiri baru bisa diberikan saat Si Kecil memasuki usia 7 bulan. Porsi serat yang konsumsi Si kecil harus disesuaikan dengan umurnya. Untuk bayi berusia 7-11 bulan, konsumsi serat maksimal 10 gram/hari. Sedangkan bayi berusia 1-3 tahun bisa mengkonsumsi serat sebanyak 16 gram./hari.

3. Si Kecil Terinfeksi Virus, Bakteri, dan Parasit

Penyebab lainnya yang bisa memicu diare adalah infeksi virus bakteri, dan parasit pada Si Kecil. Infeksi tersebut bisa berasal dari mainan yang dipegang SI Kecil atau bisa juga dari makanan yang ia konsumsi. Adapun virus, bakteri, dan parasit yang memicu diare pada Si Kecil adalah E. Coli, Salmonella, Giardia, Rotavirus, dan Cryptosporidium.

4. Si Kecil Mengalami Penyakit Tertentu

Diare juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu yang dialami Si Kecil. Beberapa penyakit tersebut adalah:

    • Celiac : merupakan penyakit yang muncul akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.
    • Alergi pada beberapa makanan tertentu, seperti kacang, telur, dan makanan laut.
  • Crohn : penyakit peradangan pada sistem pencernaan Si Kecil.
  • Cystic fibrosis : penyakit yang disebabkan oleh penumpukan lendir di bagian usus yang menyebabkan proses penyerapan makanan terhambat.
  • Hirschsprung : penyakit bawaan lahir yang menyebabkan hilangnya otot-otot pada usus Si Kecil.

Ciri-Ciri Diare Pada Si Kecil

Si Kecil yang mengalami diare akan memiliki sejumlah ciri, yaitu:

  • Si Kecil mengeluarkan poop berwarna hitam atau putih yang disertai nanah atau darah.
  • Rewel dan demam.
  • Lesu.
  • Muntah.
  • Tidak mau mengkonsumsi ASI atau MPASI.

Jika diare yang dialami disebabkan oleh dehidrasi, Si Kecil akan memiliki tanda-tanda berikut:

  • Mulut Si Kecil terlihat kering.
  • Si Kecil tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
  • Kulitnya terlihat lebih kering.
  • Si Kecil lebih sedikit buang air kecil atau bahkan tidak berkemih sama sekali.

Cara Mengatasi Diare Pada Si Kecil

Supaya tidak semakin parah, diare pada Si Kecil harus bisa Moms dan Dads atasi sebaik mungkin. Di bawah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi diare pada Si Kecil:

1. Berikan ASI dan Cairan Tambahan

Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, pemberian ASI selama Si Kecil mengalami diare harus terus dilakukan, bahkan harus diberikan lebih sering dari biasanya. ASI memiliki nutrisi yang bisa menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

Pada bayi berusia 6 bulan ke atas, pemberian ASI bisa diberikan bersama cairan tambahan, seperti oralit atau air tajin. Pemberian cairan tambahan tersebut bisa diberikan saat Si Kecil mulai sering muntah dan mencret.

2. Memberikan Suplemen Zinc atau Probiotik

Jika cara diatas belum berhasil, Moms dan Dads bisa memberikan suplemen zinc kepada Si Kecil. Menurut WHO dan IDAI, pemberian suplemen zinc pada Si Kecil bisa dilakukan selama 10-14 hari, terutama bagi Si Kecil dengan diare yang akut.

Dosis pemberian suplemen zinc-nya harus disesuaikan dengan umur Si Kecil. Untuk bayi di bawah 6 bulan, suplemen zinc diberikan dengan dosis 10 mg per hari. Sedangkan bayi 6 bulan ke atas bisa diberikan suplemen zinc dengan dosis yang lebih tinggi, yaitu 20 mg/hari.

Selain suplemen zinc, Moms dan Dads juga bisa memberikan probiotik kepada Si Kecil. Caranya, dengan memberikan makanan atau suplemen yang mengandung probiotik, seperti tempe dan keju. Sebelum memberikan suplemen zinc atau probiotik, pastikan Moms dan Dads berkonsultasi dulu dengan dokter anak.

3. Menjaga Kebersihan

Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan, baik itu kebersihan Moms, Dads, dan Si Kecil maupun lingkungan sekitar. Mom dan Dads bisa mempratikkan cara ini dengan selalu mencuci tangan secara rutin, baik sebelum maupun setelah beraktivitas.

Bersihkan juga peralatan MPASI atau benda-benda yang dipakai Si kecil. Ajak juga Si Kecil untuk mencuci tangan secara rutin, terutama jika ia selesai bermain atau menyentuh benda-benda kotor di sekitarnya.

Itulah beberapa penyebab diare pada anak beserta cara mengatasinya. Semoga menjadi rujukan yang bisa membantu Moms dan Dads dalam menghadapi Si Kecil yang diare. Selain melindungi Si Kecil dari diare, Moms dan Dads juga harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan Si Kecil, salah satunya popok. Kabar baiknya, sekarang sudah banyak promo popok bayi yang menawarkan popok bayi bagus dan terjangkau.

Moms dan Dads tinggal memilih salah satu popok yang ada pada promo popok bayi tersebut. Sebagai rekomendasi, Moms dan dads bisa memilih popok Merries Premium Pants. Bagian dalam popok Merries ini begitu lembut, sehingga cocok untuk kulit Si Kecil yang sensitif. Daya serapnya pun tinggi, sehingga Kulit Si Kecil tetap kering . Popok Merries Premium Pants memiliki terowongan udara pada pinggangnya sehingga melepaskan kelembapan pada kulit Si Kecil . 


Popok Merries ini juga dilengkapi karet pinggang yang bisa diregangkan 2,5 kali elastis, sehingga tidak menimbulkan bekas kemerahan di kulit.. Popok Merries Premium Pants memiliki indikator pipis sehingga Moms tahu kapan popok Si Kecil penuh dan ganti popok. Popok Merries Premium Pants cocok untuk Si Kecil yang sudah aktif bergerak. Moms dan Dads bisa pesan disini!