Penyakit Kulit yang Sering Terjadi Pada Bayi dan Cara Penanganannya

Merries Insight
16 November 2021
Kesehatan
Share
Penyakit Kulit yang Sering Terjadi Pada Bayi dan Cara Penanganannya

Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif, terutama kulit bayi baru lahir. Seringkali bayi mengalami permasalahan kulit. Moms perlu mengetahui apa saja permasalahan kulit yang sering timbul pada si Kecil, sehingga saat si Kecil mengalaminya tidak panik. Berikut ini beberapa macam penyakit kulit yang sering terjadi pada bayi dan cara menanganinya.

 

Macam-macam Penyakit Kulit pada Bayi

Meskipun tidak terlalu membahayakan, tetapi penyakit kulit pada bayi tentu akan membuat si Kecil tidak nyaman. Hal ini akan mengganggu aktifitasnya, sehingga proses tumbuh kembang si Kecil juga akan terganggu. Berikut ini macam-macam penyakit kulit yang sering terjadi pada bayi:

  1. Ruam Popok

    Penyakit ini cukup sering terjadi pada bayi , ditandai dengan adanya kemerahan pada area bokong. Biasanya hal ini terjadi karena kulit lembab akibat penggunaan popok yang kurang tepat seperti, tidak mudah menyerap cairan dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika dibiarkan, ruam popok bisa menimbulkan infeksi jamur atau bakteri.
    Moms bisa mengatasinya dengan rutin membersihkan pantat bayi sampai kering dan memilih popok yang lembut  untuk mencegah iritasi kulit bayi semakin parah. Gunakan popok yang memiliki daya serap cepat dan bersirkulasi udara baik agar tidak terjadi ruam popok lagi.
  2. Impetigo

    Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebar di kulit area hidung, pipi, bawah mata. Disebabkan oleh masuknya bakteri melalui luka di kulit si Kecil. Penyakit ini bisa menular karena ditimbulkan oleh bakteri. Biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu dua hingga tiga minggu. Tetapi jika Moms khawatir dapat berkonsultasi ke dokter untuk diresepkan antibiotik.
  3. Jerawat

    Ternyata si Kecil juga bisa berjerawat, biasanya muncul di pipi, hidung, atau dahi. Hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan karena umum terjadi. Untuk mengatasinya, Moms bisa membasuh wajah si Kecil dengan kain lembut dan air hangat setiap habis menyusu atau makan dan selalu jaga kebersihan kulit si Kecil. Jangan pernah memecah jerawatnya karena akan membuat kondisinya semakin buruk.
  4. Kulit Kering

    Permasalahan kulit bayi ini cukup sering terjadi, biasanya karena perubahan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin sehingga kulit kehilangan kelembapannya. Sebagai pencegahan, Moms dapat memberikan pelembap untuk kulit si Kecil setelah selesai mandi.
  5. Eksim

    Penyakit eksim atau dermatitis atopik sering terjadi pada bayi. Penyakit ini menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan kulit kering dan memerah. Hal ini bisa disebabkan karena adanya alergi terhadap produk perawatan bayi, deterjen, dan bahan kimia lainnya.
    Penyakit ini tidak ada obatnya, namun akan hilang dengan sendirinya semakin bertambahnya usia. Untuk mencegah agar tidak kambuh sebaiknya ketahui pemicu alergi. Gunakan pelembab agar kulit si Kecil tidak kering dan gatal.
  6. Hemangioma

    Hemangioma adalah tanda lahir yang memiliki warna merah cerah. Terlihat seperti benjolan yang terbentuk dari pembuluh darah berlebih di kulit. Hemangioma bisa hilang dengan sendirinya, tetapi terkadang juga menimbulkan rasa gatal.
    Moms bisa melakukan perawatan dengan menjauhkannya dari sinar matahari, menjaga kulit si Kecil selalu kering, dan mengusap lembut dengan air hangat saat mandi.
  7. Cradle Cap

    Cradle Cap adalah permasalahan kulit bayi pada bagian kepala yang ditandai dengan ruam merah kemudian menjadi kerak kering bersisik. Kondisi ini tidak membuat si Kecil merasa gatal sehingga cukup aman, tetapi kerak keringnya membuat rambut sulit tumbuh. Penyakit kulit ini akan menghilang dengan sendirinya. Cucilah rambut si Kecil dengan shampoo bayi untuk kulit sensitif.
  8. Milia

    Milia merupakan bintik putih kecil pada kulit bayi, umumnya pada kulit wajah. Milia timbul karena adanya sel kulit mati yang terjebak di dalam kantong kecil permukaan kulit dan mulut. Biasanya akan hilang dengan sendirinya, tetapi jika dalam waktu yang sangat lama tidak kunjung hilang Moms dapat berkonsultasi dengan dokter untuk perawatannya.
  9. Biduran

    Penyakit ini ditandai dengan munculnya bentol merah lebar, menonjol, dan tersebar di kulit wajah, badan, lengan, dan kaki. Bisa disebabkan karena adanya alergi terhadap makanan atau minuman. Meskipun tidak membahayakan, tetapi kondisi ini membuat si Kecil tidak nyaman. Moms dapat berkonsultasi dengan dokter agar diberikan obat untuk mengurangi gejala yang mengganggu si Kecil.

 

Cara Merawat Kulit Bayi

Moms dapat mencegah beberapa penyakit kulit di atas dengan melakukan perawatan kulit untuk si Kecil dengan tepat. Berikut ini cara merawat kulit si Kecil agar terhindar dari permasalahan kulit :

  • Bersihkan kulit si Kecil dengan waslap berbahan halus dan gosok dengan lembut
  • Sebaiknya tidak terlalu sering memandikan si Kecil, karena akan membuat kulitnya kehilangan kelembapan hingga kering. Kulit bayi yang kering menyebabkan mudah iritasi dan terkena infeksi
  • Untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil gunakan lotion setiap selesai mandi
  • Sebaiknya hindari penggunaan bedak
  • Gunakan produk perawatan khusus bayi
  • Jika memang kulit si Kecil sangat sensitif, sebaiknya gunakan sabun bayi untuk kulit sensitif
  • Mengganti popok si Kecil secara rutin 3 - 4 jam sekali sebelum penuh agar tidak lembab dan kotoran serta keringat si Kecil tidak tersumbat di bokong bayi.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung
  • Segera ganti pakaian yang basah terkena keringat

 

Cara Memilih Produk Perawatan Bayi

Memilih produk perawatan si Kecil sangatlah penting, karena kulit bayi masih sensitif dengan bahan-bahan kimia. Pilihlah produk perawatan si Kecil seperti sabun, shampoo, losion, popok, minyak telon, dan lainnya yang memang diformulasikan khusus untuk bayi.

Ketika mencari produk perawatan, usahakan mencari yang bertuliskan hypoallergenic. Produk tersebut akan lebih ramah di kulit bayi karena kandungannya terdiri dari bahan yang memiliki risiko rendah menimbulkan alergi. Pastikan produk yang dipilih bertuliskan dermatologically tested, yang artinya produk telah diuji pada kulit.

Tingkat keasaman kulit si Kecil sekitar 5,5, oleh karena itu sebaiknya carilah produk yang memiliki produk dengan pH netral. Gunakan produk yang bebas dari phthalate dan paraben, kedua bahan tersebut merupakan bahan kimia yang memiliki potensi berbahaya bagi kesehatan si Kecil. 

Produk dengan kandungan pewarna, pewangi, dan bahan kimia dapat membuat kulit si Kecil mudah iritasi. Ingatlah untuk selalu membaca label produk dengan hati-hati, pastikan produk perawatan yang dipilih untuk si Kecil bebas dari bahan berbahaya.

 

Sama halnya dengan produk perawatan bayi, pemilihan popok yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan kulit si Kecil. Moms dapat memilih popok yang memberikan perlindungan higienis seperti popok Merries Skin Protection. Popok pertama di Indonesia  yang memiliki lapisan antibakteri dengan ekstrak natural daun teh ini dapat mencegah terjadinya iritasi, ruam, dan gatal pada kulit si Kecil.

Popok Merries Skin Protection merupakan produk popok pertama di Indonesia dengan lapisan antibakteri karena adanya lapisan antibakteri, telah teruji klinis cegah ruam dan iritasi , sehingga tentunya aman untuk kulit si Kecil. Sama seperti produk Merries lainnya, Merries Skin Protection memiliki daya serap yang banyak dan cepat sehingga kulit si Kecil selalu kering. Memiliki lapisan bersirkulasi udara sehingga si Kecil akan selalu nyaman menggunakannya.

Popok Merries telah terbukti baik untuk kulit si Kecil karena telah menjadi pilihan No.1 para Ibu di Jepang. Lindungi kulit si Kecil dari ruam popok, iritasi, dan gatal dengan popok Merries Skin Protection.