Moms, Kenali Fakta Penting Tentang Sindrom Rubella Kongenital pada Si Kecil

Merries Insight
16 Juli 2019
Kesehatan
Share
Moms, Kenali Fakta Penting Tentang Sindrom Rubella Kongenital pada Si Kecil

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa sih rubella kongenital?
  2. Belum Ditemukan Obatnya
  3. Masih Sering terjadi di Indonesia
  4. Bisa Dicegah dengan Vaksin MR

Belakangan ini gerakan anti-vaksin terus menghangat di Indonesia. Padahal MUI sendiri sudah menyatakan jika vaksin rubella wajib diberikan sebagai upaya pencegahan terhadap serangan virus rubella yang bisa meningkatkan infeksi sindrom rubella kongenital atau Congenital rubella syndrome (CRS).

Apa sih rubella kongenital?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Sindrom Rubella Kongenital CRS merupakan kumpulan gejala penyakit yang menimpa Si Kecil akibat serangan virus rubella. Virus ini akan menjangkiti Mom selama masa kehamilan.

Saat infeksi rubella terjadi selama awal kehamilan, masalah yang paling sering terjadi adalah, bayi terlahir mati, keguguran, dan cacat lahir.

Perlu diketahui, resiko kecacatan paling tinggi adalah, saat Moms terinfeksi virus rubella pada 12 Minggu pertama usia kehamilan. Bahkan WHO dengan tegas menyebut jika Ibu hamil yang terinfeksi virus rubella di awal kehamilan, 90% berisiko menularkan virus tersebut pada janin.

Meskipun begitu, resiko kecacatan pada janin akan menurun drastis jika infeksi virus rubella tersebut terjadi setelah minggu ke-12 usia kehamilan. Risiko ini akan terus menurun, bahkan kasus kecacatan sangat jarang terjadi pada Moms yang terinfeksi rubella di minggu ke-20 usia kehamilan, atau lebih.

Belum Ditemukan Obatnya

Hingga kini belum ditemukan obat yang secara spesifik mampu mengatasi masalah Sindrom Rubella Kongenital. Satu-satunya upaya yang dapat dilakukan adalah, memperbaiki kelainan yang ditimbulkan serangan virus tersebut. (oleh dr Meta Hanindita, SpA, dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya)

Misalnya, saat Moms terinfeksi virus rubella dan menular pada Si Kecil, dan membuatnya mengalami kelainan jantung, maka tindakan yang bisa dilakukan adalah, melakukan operasi untuk memperbaiki kelainan jantung tersebut.

Ketika virus tersebut menyebabkan cacat pendengaran, solusi yang ditawarkan hanya terapi untuk melatih pendengaran, atau bisa juga dilakukan dengan metode implan koklea.

Tentu saja solusi tersebut dapat dilakukan jika Si Kecil bisa lahir dengan selamat dan mengalami tumbuh kembang yang baik (meskipun dalam kondisi cacat bawaan). Untuk risiko bayi lahir mati dan keguguran, tidak ada solusi yang bisa dilakukan, kecuali Moms menerimanya dengan hati yang tabah.

Masih Sering terjadi di Indonesia

Faktanya angka infeksi rubella di Indonesia masih terbilang sangat tinggi. Menurut data Kemenkes-RI, yang dihimpun dari 12 rumah sakit sentinel pemantauan kasus Sindrom Rubella Kongenital, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kejadian rubella di Indonesia mencapai 1.660 kasus.

Data tersebut diantaranya :

  1. Tahun 2014, terdapat 906 ksus positif rubella
  2. Tahun 2015, terdapat 1.474 kasus positif rubella
  3. Tahun 2016, terdapat 1.341 kasus positif rubella
  4. Tahun 2017, terdapat 1.284 kasus positif rubella
  5. Tahun 2018, terdapat 732 kasus positif rubella.

Data untuk tahun 2018, kasus rubella yang tercatat hanya sampai dengan bulan Juli 2018. Dengan kata lain, jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Sedangkan untuk tahun 2019, belum ada data yang dapat dilaporkan, dan kemungkinan data terbaru baru akan diperoleh di bulan Juli 2019 mendatang.

Bisa Dicegah dengan Vaksin MR

Meskipun sangat berbahaya dan belum ada obat yang mampu mengatasinya, Moms bisa melakukan upaya pencegahan dengan pemberian vaksin MR  atau measles and rubella. Vaksin ini terbilang kombo karena mampu mencegah dua penyakit sekaligus, yakni penyakit campak dan rubella.

Dalam keterangannya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyebut jika vaksin MR sudah digunakan lebih dari 40 tahun, dan terus dikembangkan agar lebih efektif dalam melindungi dari infeksi virus ini. Dalam satu dosis vaksin MR, terbukti mampu memberikan perlindungan hingga 95 persen selama hidup.

Jangan khawatir Moms, vaksin ini aman dan halal. Hal ini bahkan dipastikan langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat Fatwa Nomor 33 tahun 2018, yang menyebut jika penggunaan vaksin MR bersifat mubah, dan secara spesifik vaksin yang digunakan adalah produk dari Serum Institute of India.

Selain itu, kekuatiran vaksin MR bisa menyebabkan cacat fisik dan mental, semua itu tidak terbukti secara ilmiah, alias hanya kabar HOAX saja.

Bagaimana Moms, masih ragu dengan vaksin MR? Sebaiknya tidak Moms, mengingat risikonya yang sangat besar, sebaiknya kita lawan gerakan anti-vaksin untuk menjadikan Indonesia yang lebih sehat, dan bebas dari ancaman Sindrom Rubella Kongenital.