Mitos Seputar Masa Nifas dan Faktanya

Merries Insight
Kesehatan
Share
Mitos Seputar Masa Nifas dan Faktanya

Setelah melahirkan, Moms akan menjalani masa pasca melahirkan alias masa nifas. Masa ini harus dilewati sebaik mungkin supaya kondisi Moms kembali pulih. Seperti halnya masa hamil dan menyusui, masa nifas juga tidak lepas dari berbagai mitos. Supaya Moms tidak terpengaruh, Merries akan jelaskan apa saja mitos tersebut. Namun, sebelumnya Merries jelaskan dulu apa itu masa nifas dan apa saja yang harus dipersiapkan!

Apa Itu Masa Nifas?

Masa nifas atau puerperium adalah fase yang terjadi setelah Moms melahirkan hingga pulih kembali seperti saat Moms belum hamil dan biasanya berlangsung 4-6 minggu. Selama masa ini berlangsung, organ reproduksi akan berangsur-angsur pulih seperti sebelum hamil.

Dalam masa nifas, dua jam setelah melahirkan adalah fase paling krusial bagi Moms. Di fase itu, Moms akan diawasi secara ketat oleh dokter dan tenaga medis. Hal ini dilakukan untuk memastikan Moms tidak mengalami komplikasi akibat persalinan.

Hal-Hal yang Perlu Dipersiapkan Menjelang Masa Nifas

Supaya Moms lebih siap menghadapi masa nifas, Moms harus mempersiapkan sejumlah hal, yaitu:

1. Pengetahuan Soal Perawatan Luka Pasca Melahirkan

Setelah melahirkan, Moms akan mengalami luka pasca. Untuk mengurangi rasa sakit dari luka tersebut, Moms harus tahu bagaimana cara merawatnya, dimana cara tersebut harus disesuaikan dengan proses persalinan yang Moms jalani.

Jika Moms menjalani proses persalinan normal, kemungkinan Moms akan mengalami luka robekan di vagina. Untuk meredakannya, Moms bisa ikuti langkah-langkah berikut:

  • Gunakan alas duduk dari bantal yang empuk.
  • Bersihkan vagina dan bagian yang mengalami luka dengan lap yang sudah direndam air hangat. Cara ini bisa dilakukan setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Mandi dengan air hangat selama 15 menit.
  • Kompres bagian luka pada vagina selama kurang lebih 15 menit.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang sudah diberikan dokter.

Sementara itu, Moms yang melahirkan secara caesar akan mengalami luka sayatan di perut. Langkah-langkah untuk merawat luka tersebut adalah sebagai berikut:

  • Usap luka sayatan tersebut dengan kain yang sudah dibasahi air bersih.
  • Lakukan gerakan ringan seperti berjalan-jalan di sekitar kamar atau melakukan stretching.
  • Pastikan luka sayatan di perut tetap kering dan bersih. Jika Moms mandi, Moms bisa menutup luka tersebut dengan penutup luka kedap air.
  • Jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat supaya jahitan pada luka sayatan tidak terbuka.

2. Makanan yang Harus Dikonsumsi

Seperti saat masa kehamilan, Moms juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama masa nifas. Makanan yang tepat bisa membantu tubuh kembali pulih, serta membuat Moms bisa menyusui secara optimal. Adapun makanan-makanan yang bisa dikonsumsi adalah biji-bijian, buah-buahan, sayuran, daging rendah lemak, ikan, telur, dan minyak zaitun.

3. Pengelolaan Stres

Aspek psikis turut diperhatikan saat menjalani masa nifas. Pastikan Moms bisa mengelola stres dengan baik supaya Moms tidak mengalami depresi pasca melahirkan. Salah satu cara terbaik dalam mengelola stres adalah dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Moms nyaman dan tenang, seperti mendengarkan musik, menonton film, dan meditasi.

4. Pengetahuan Soal Cara Merawat Bayi

Selama masa nifas, Moms tidak hanya harus merawat diri sendiri, tetapi juga merawat SI Kecil yang baru lahir. Ada banyak hal yang harus diketahui, salah satunya adalah cara mengatasi ruam popok. Cara ini penting diketahui supaya Si Kecil tidak mengalami dampak buruk dari ruam popok.

Mitos Seputar Masa Nifas 

Seperti yang sudah disebutkan, masa nifas memiliki berbagai mitos dibaliknya. Moms harus mengetahui mitos-mitos itu supaya tidak mudah terpengaruh. Berikut ini adalah beberapa contoh mitos-mitos tersebut beserta faktanya:

Mitos #1: Moms yang Menjalani Masa Nifas Dilarang Mandi dan Keramas Selama Beberapa Waktu

Konon, ibu yang mandi dan keramas selama masa nifas akan mengalami sakit kepala, masuk angin, dan nyeri sendi. Untuk itulah, banyak pihak yang menganjurkan pada ibu di masa nifas supaya jangan mandi dan keramas dulu sampai masa nifas selesai. 

Mitos #2: Dilarang Turun dari Ranjang

Orang zaman dahulu sering melarang ibu yang sedang masa nifas untuk tidak turun di ranjang. Maksud dari mitos ini adalah Moms tidak boleh banyak beraktivitas selama nifas karena harus memulihkan diri selama masa nifas. Kalau pun beraktivitas, lakukanlah aktivitas yang diperlukan saja, misalnya menyusui, mengambil barang atau ke kamar kecil.

Mitos #3: Dilarang Keluar Rumah Selama 40 Hari

Selain tidak boleh turun ranjang, Moms juga dilarang keluar rumah selama 40 hari. Alasannya kurang-lebih serupa dengan mitos sebelumnya. Jadi, menurut mitos ini, sebaiknya Moms lebih lebih banyak di rumah selama masa nifas selama 40 hari atau sampai masa nifas berakhir.

Mitos #4: Ibu Nifas Sebaiknya Jangan Mengkonsumsi Protein Hewani

Mitos masa nifas juga berlaku makanan yang dikonsumsi.Menurut mitos, ibu yang sedang masa nifas sebaiknya jangan mengkonsumsi protein hewani seperti ikan, telur, dan daging karena kurang baik untuk kesehatan ibu nifas.

Fakta yang Mematahkan Mitos-Mitos di Atas 

Dibalik mitos, pasti ada fakta yang mematahkan mitos tersebut, termasuk mitos soal masa nifas. Dibawah ini, ada beberapa fakta yang telah mematahkan mitos-mitos di atas:

  • Selama masa nifas, Moms boleh mandi dan keramas. Aktivitas ini bisa membuat tubuh Moms lebih bersih. Saat masa penyembuhan bagi Mom yang operasi caesar, usahakan luka bekas operasi caesar tidak terkena air supaya penyembuhan lebih baik.
  • Moms masih diperbolehkan turun ranjang atau beraktivitas selama masa nifas.Dengan catatan, aktivitas yang dilakukan tergolong ringan dan masih sanggup Moms lakukan. Berjalan kaki adalah salah satu aktivitas yang boleh dilakukan. Dengan beraktivitas selama masa nifas, Moms bisa mengurangi risiko penggumpalan darah akibat kurang gerak.
  • Ada beberapa kasus dimana Moms harus keluar rumah saat masa nifas. Salah satunya pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi tubuh Moms pasca melahirkan. Jadi, sah-sah saja jika Moms keluar rumah walau sedang masa nifas.
  • Protein hewani seperti ikan, telur, dan daging justru baik untuk tubuh selama dikonsumsi dalam jumlah pas. Protein pada makanan tersebut bisa membantu terbentuknya jaringan otot pada tubuh, serta mempercepat pemulihan luka vagina atau luka operasi caesar. Konsumsi protein hewani bisa dihentikan Jika Moms punya alergi terhadap makanan tersebut.

Itulah beberapa mitos seputar nifas dan faktanya, serta informasi penting lainnya. Semoga bisa membantu Moms untuk lebih siap dalam menghadapi masa nifas, sehingga kondisi fisik Moms pun bisa pulih seperti semula.

Selama menjalani masa nifas, Moms harus tetap ingat semua kebutuhan Si Kecil, termasuk popok. Pastikan popok yang dipilih cocok untuk kulit Si Kecil, karena memilih popok yang tepat adalah salah satu cara mengatasi ruam popok yang harus Moms lakukan.

Sebagai rekomendasi, Moms bisa memilih popok Merries Premium Tape New Born. Popok Merries ini cocok untuk Moms yang baru pertama kali memakaikan popok. Sebab, bagian atasnya sudah dilengkapi perekat yang bisa dilepas dan dipasang dengan mudah.


Popok Merries ini juga bisa membuat Si Kecil nyaman sepanjang waktu karena memiliki tiga lapisan bersirkulasi udara. Kotoran lunak dan cairan pun bisa terserap dengan baik oleh popok Merries ini berkat bagian permukaannya yang bergelombang. Popok Merries Premium Tape New Born bisa Moms pesan langsung disini!