Mengenali dan Mengatasi Gejala Mata Juling Pada Si Kecil

Merries Insight
14 Agustus 2019
Kesehatan
Share
Mengenali dan Mengatasi Gejala Mata Juling Pada Si Kecil

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apa itu gangguan mata juling?
  2. Mata juling biasa terlihat pada usia berapa?
  3. Apa penyebab mata juling?
  4. Mengajak main dari atas sebabkan mata juling?
  5. Apakah mata juling bisa diobati?

Mata juling atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah strabismus, merupakan kelainan yang terjadi pada mata yang terjadi akibat berbagai sebab. Karena kelainan ini, Si Kecil akan sulit beradaptasi dengan lingkungannya karena sering dikucilkan atau dibully.

Apa itu gangguan mata juling?

Strabismus merupakan salah satu gangguan mata yang ditandai dengan satu atau kedua mata berbelok ke dalam, sehingga arah kepala Si Kecil terkadang tidak singkrong dengan arah pandangannya. Misalnya, Si Kecil harus sedikit berbelok ke arah kiri untuk bisa melihat ke arah depan, dan lainnya.

Menurut American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS), bisa dibedakan jadi beberapa jenis, diantaranya :

  1. Infantile, atau kondisi mata juling yang disebabkan karena cacat bawaan lahir. Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan ambliopia atau mata malas, dan gangguan mata lainnya.
  2. Acquired, merupakan kondisi mata juling yang disebabkan karena kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, stroke, dan lainnya. Biasanya, kondisi ini terjadi pada orang dewasa.

Selain itu, ada juga mata juling yang bersifat sementara. Biasanya, kasus ini terjadi ketika Si Kecil merasa sangat lelah, demam tinggi, atau ketika dia mencari objek dengan jarak tertentu. Mata juling ini biasanya akan hilang sendiri setelah penyebab utamanya hilang.

Mata juling biasa terlihat pada usia berapa?

Mata bayi yang baru lahir belum bisa memfokus dengan baik. Karena itulah seringkali matanya terlihat juling. Tapi ingat Moms, jangan buru-buru panik jika mata Si Kecil yang baru lahir terlihat juling.

Umumnya saat berumur 3-4 bulan, mata bayi sudah dapat melihat dengan lebih fokus. Dengan kondisi ini maka mata bayi sudah tidak lagi terlihat juling (oleh dr Marissa T.S. Pudjiadi, SpA dkk dalam buku '250 Tanya Jawab Kesehatan Anak'). 

Nah, dari penjelasan dr Marissa ini kita bisa simpulkan bahwa mata juling baru bisa terlihat dengan jelas atau bisa dipastikan saat Si Kecil sudah berusia 3-4 bulan karena di usia tersebut seharusnya mata bayi sudah melihat dengan lebih fokus dan terlihat tidak juling.

Apa penyebab mata juling?

Beberapa orang terlahir dengan gangguan mata juling, tapi ada juga yang baru mengalami kondisi ini saat sudah tumbuh dewasa. Kondisi ini merupakan tanda jika faktor keturunan berperan besar dalam menyebabkan mata juling.

Berikut merupakan beberapa penyebab utama kenapa Si Kecil mengalami kondisi mata juling.

  1. Riwayat keluarga dengan strabismus, atau mata juling (faktor keturunan), yang merupakan faktor terbesar dari kondisi ini.
  2. Si Kecil memiliki kelainan mata lainnya, misalnya katarak atau glaukoma, atau cacat mata bawaan yang dapat berkembang jadi mata juling.
  3. Mengalami gangguan medis tertentu, misalnya diabetes, stroke, kecelakaan yang merusak saraf mata, dan tiroid yang terlalu aktif. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa.
  4. Kondisi neurologis, misalnya kelebihan cairan di otak. Kondisi ini termasuk dalam kategori cacat bawaan.

Selain faktor diatas, Si Kecil yang lahir prematur pun sangat rentan mengalami mata juling. Kelainan mata ini disebut juga dengan Retinopathy of Prematurity (ROP). (oleh dr. Florence M. dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center)

Menurut dr. Florence, kondisi ini disebabkan karena saat dilahirkan, retina Si Kecil masih belum terbentuk sempurna sehingga mudah rusak. Tidak hanya mata juling, Si Kecil yang lahir prematur rentan mengalami gangguan mata lainnya, termasuk meningkatkan risiko kebutaan.

Mengajak main dari atas sebabkan mata juling?

Ada banyak mitos terkait mata juling yang hingga kini dipercaya oleh banyak orang, salah satunya menyebut jika anak yang diajak main dari atas akan membuat matanya juling. Hal ini karena mata Si Kecil yang belum terbentuk sempurna, dipaksa untuk terus melihat ke arah atas.

Selain itu, mengajak main dari arah samping, sementara Si Kecil belum bisa menolehkan kepalanya sendiri, bisa menyebabkan mata juling.

Mengenai hal ini, tentu saja mitos ini tidak benar. Bagaimanapun juga anggapan mengajak main dari arah atas atau samping dapat menyebabkan mata juling, merupakan mitos yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Umumnya, mata Si Kecil sudah bisa melihat dengan fokus sejak usia 3-4 bulan. Dengan kondisi ini, Moms tidak perlu khawatir lagi.(oleh dr Marissa T.S. Pudjiadi, SpA, dokter spesialis anak, dan salah satu penulis buku 250 Tanya Jawab Kesehatan Anak)

Yang harus diwaspadai justru saat Si Kecil diajak bermain, matanya bisa fokus, tapi saat melamun, matanya terlihat juling. Jika kondisi ini menimpa Si Kecil, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Apakah mata juling bisa diobati?

Dilansir dalam hellosehat, mata juling harus segera diobati agar tidak menjadi semakin parah. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan, diantaranya :

  1. Dengan menggunakan kacamata atau lensa khusus untuk membantu Si Kecil lebih fokus dalam melihat objek. Cara ini hanya bisa dilakukan setelah Si Kecil berusia 3 tahun.
  2. Si Kecil bisa mendapatkan obat-obatan khusus melalui suntikan. Obat-obatan yang diberikan umumnya jenis obat yang berfungsi untuk meregangkan otot mata, dan memudahkan Si Kecil untuk lebih fokus saat melihat.
  3. Terapi lensa prisma, yang berfungsi untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata agar mata menjadi lebih mudah fokus saat melihat berbagai objek.

Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan operasi dengan tujuan untuk meluruskan dan memperbaiki otot mata yang kurang sesuai. Meskipun cara ini tergolong sangat mahal, tapi hasilnya cukup menjanjikan dan lebih efektif.

Sebelum melakukan metode ini, Moms wajib berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan jika Si Kecil siap menerima prosedur ini.