Macam-macam Cara Menghitung Usia Kehamilan

Merries Insight
05 Mei 2021
Kesehatan
Share
Macam-macam Cara Menghitung Usia Kehamilan

Ketika Moms mengetahui bahwa sedang hamil, pertama kali yang dipertanyakan pasti sudah berapa minggu usia kehamilan. Begitu pula dengan keluarga, kerabat, dan orang-orang sekitar umumnya mempertanyakan sudah berapa umur kehamilan. Menghitung umur kehamilan sebaiknya disebutkan dalam minggu dibandingkan bulan. Karena perkembangan janin meningkat setiap minggunya. Menyebutkan umur kehamilan dalam minggu juga akan membuat Moms penasaran dengan perkembangannya. Dengan begitu Moms menjadi lebih rajin membaca dan mencari informasi seputar perkembangan Si Kecil dalam kandungan.

Banyak cara menghitung usia hamil yang bisa dilakukan. Biasanya cara paling umum adalah dengan memprediksi lewat hari pertama haid terakhir atau lebih dikenal HPHT. Selain itu, ketika pemeriksaan dengan USG di dokter kandungan juga akan diketahui umur janin. Ternyata selain dua cara tersebut, ada metode lainnya bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang bisa dilakukan.

1. Fundus Uteri

Cara menghitung usia hamil secara manual adalah dengan sistem fundus uteri. Yang dimaksud dengan fundus uteri adalah puncak rahim. Ketika janin berkembang, maka rahim akan membesar dan perut ikut membesar. Moms bisa melakukan sendiri atau biasanya bidan yang akan menghitung dengan cara ini. 

Cara menghitung usia hamil dengan fundus uteri yaitu meraba puncak rahim yang terasa pada bagian perut. Kemudian hitung jaraknya dari puncak rahim sampai tulang kemaluan. Usia kehamilan diketahui berdasarkan jarak yang diukur. Misalnya hasil pengukuran adalah 15 sentimeter, maka artinya usia kehamilan memasuki 15 minggu. Cara ini tidak akurat 100 persen, namun cukup untuk mengetahui umur kehamilan. 

2. Menggunakan Rumus Naegele dengan Hitungan HPHT

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dari HPHT yang sering dilakukan? Anggapan umur kehamilan dengan HPHT berarti pada tanggal HPHT tersebut merupakan hari pertama usia kehamilan. Jadi Moms hanya perlu menghitung dari HPHT hingga saat ini sudah memasuki waktu berapa minggu, itulah umur kehamilan.

Sedangkan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) dengan acuan HPHT bisa menggunakan rumus Naegele. Rumusnya adalah HPL = HPHT + 7 (tanggal), HPHT + 1 (tahun), HPHT – 3 (bulan). Pertama tentukan tanggal HPHT, kemudian tambahkan satu tahun lalu tambahkan tujuh hari, kemudian kurangi 3 bulan. Misalnya HPHT Moms adalah 1 Januari 2021, tambahkan 1 tahun berarti 1 Januari 2022, lalu tambahkan 7 hari menjadi 8 Januari 2022. Selanjutnya kurangi 3 bulan, berarti HPL pada tanggal 8 Oktober 2022. Cara ini sebaiknya dilakukan jika memiliki siklus haid yang teratur 28 hari. 

3. Mengamati Gerakan Janin

Cara menghitung usia hamil yang bisa Moms lakukan sendiri yaitu dengan mengamati gerakan janin. Moms hanya perlu merasakan gerakan yang dilakukan Si Kecil di perut. Apabila Moms sudah mulai merasakan janin bergerak di perut artinya usia kehamilan sekitar 18-20 minggu. Perkiraan tersebut hanya berlaku untuk Moms yang baru pertama kali hamil. Sedangkan untuk Moms yang pernah hamil sebelumnya, perkiraan usia kehamilan sekitar 16-18 minggu. Cara ini memang tidak akurat, namun cukup untuk Moms yang ingin memperkiraan umur kehamilan sebelum ke dokter.

4. Menggunakan Aplikasi Kalkulator Kehamilan 

Bagaimana cara menghitung usia awal kehamilan tanpa ribet? Moms bisa menggunakan bantuan aplikasi kalkulator kehamilan. Moms minimal perlu menyiapkan data HPHT untuk mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan kalkulator kehamilan ini. Moms juga bisa memindahkan catatan hari haid sebelumnya untuk melengkapi data agar perhitungan semakin akurat. 

Dalam beberapa aplikasi kalkulator kehamilan online biasanya juga diberikan informasi terkait perkembangan janin sesuai dengan umurnya. Informasi tersebut bisa membantu Moms mengecek perkembangan Si Kecil dalam kandungan apakah sudah sesuai. Apabila Moms merasa ada keterlambatan dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya.

5. Melakukan USG

Cara menghitung usia hamil yang paling akurat adalah dengan menggunakan teknologi Ultrasonography atau dikenal dengan USG. Pemeriksaan USG dilakukan oleh dokter kandungan. Menghitung usia kehamilan dengan USG sebaiknya dilakukan sekitar 8-18 minggu kehamilan. Karena pada rentang waktu tersebut janin cenderung berkembang dengan kecepatan yang sama. Namun seiring bertambahnya usia kehamilan, tingkat pertumbuhan janin bisa berbeda-beda. Pertumbuhan bisa cepat di bulan tertentu dan bisa melambat di bulan berikutnya.

Melalui pemeriksaan ini Moms tak hanya mendapatkan informasi umur kehamilan saja, tetapi juga berbagai informasi tentang kesehatan Si Kecil. Ketika melakukan USG di trimester pertama Moms bisa mendapat informasi umur janin lebih akurat. Kemudian pada trimester kedua Moms dapat melihat perkembangan struktur tulangnya, otak hingga organ dalamnya. Kondisi plasenta dan jenis kelamin Si Kecil juga bisa diketahui mulai dari trimester kedua ini. Pada trimester ketiga, perkembangan Si Kecil akan semakin sering dipantau. Moms mungkin akan diminta lebih sering melakukan pemeriksaan USG pada trimester ini karena biasanya janin akan berkembang lebih cepat. Posisi Si Kecil juga akan dipantau apakah menghalangi serviks atau tidak.

Manfaat Mengetahui Umur Kehamilan

Mengetahui usia kehamilan tidak hanya berguna untuk memantau perkembangan Si Kecil dalam kandungan saja. Banyak manfaat yang bisa Moms dapatkan ketika mengetahui usia kehamilan, seperti:

- Memantau Perkembangan Si Kecil

Mengetahui umur kehamilan berarti Moms juga akan mengetahui umur janin. Dengan mengetahui umur janin, Moms bisa memantau perkembangan Si Kecil dalam kandungan apakah sudah berkembang sesuai umurnya. Moms jadi tau bila ada keterlambatan perkembangan sehingga dapat segera ditangani atau diberikan perawatan yang sesuai.

- Mengetahui Perkiraan Hari Lahir

Hari Perkiraan Lahir (HPL) adalah hari prediksi Si Kecil akan lahir jika tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan. Dengan mengetahui umur kehamilan, maka Moms dapat mengetahui HPL. Moms jadi bisa menyiapkan segala yang diperlukan termasuk mempersiapkan fisik dan mental untuk melahirkan nantinya. 

- Mempersiapkan Cuti Kehamilan

Bagi Moms yang bekerja pastinya menantikan waktu cuti melahirkan. Apabila Moms sudah mengetahui HPL, maka dapat mengajukan cuti melahirkan. Sebaiknya Moms mengajukan cuti melahirkan 1-2 minggu sebelum HPL agar tidak terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan yang akan ditinggal. Namun biasanya setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing terkait pengajuan cuti melahirkan. Sebaiknya Moms cek kembali bagaimana kebijakan dari perusahaan tempat Moms bekerja.

- Mempersiapkan Kelahiran

Dengan mengetahui usia kehamilan, Moms dapat memprediksi kapan waktu yang tepat untuk mulai berbelanja kebutuhan Si Kecil nantinya. Moms pastinya semangat untuk menyambut kehadiran Si Kecil, mulai dari mempersiapkan kamar, peralatan, pakaian hingga perlengkapan yang sama pentingnya, yaitu popok. Moms bisa mempersiapkan popok yang lembut dan nyaman untuk kulit Si Kecil seperti popok Merries yang merupakan popok pilihan No.1 Ibu di Jepang. Popok Merries tersedia untuk bayi newborn (NB24) yang dilengkapi dengan perekat lembut yang dapat dilepas pasang berulang kali tanpa kehilangan daya rekat. Cocok untuk pasangan Moms dan Dads yang belum terlalu fasih memasang dan mengganti popok. Tiga lapisan bersirkulasi udara dari popok Merries juga membantu mencegah kebocoran dengan daya serap maksimal dan anti ruam popok karena cepat kembali kering.

Itulah tadi cara menghitung usia hamil dan manfaat mengetahui usia kehamilan. Jangan lupa ya Moms selalu cek kondisi kesehatan Moms dan Si Kecil apakah perkembangannya telah sesuai. Konsultasikan kepada dokter kandungan bila terdapat keluhan yang mengkhawatirkan. (Referensi: Alodokter, PopMama)