Kulit Bayi Tampak Merah, Mana yang Wajar dan Tidak?

Merries Insight
13 Mei 2020
Umum
Share
Kulit Bayi Tampak Merah, Mana yang Wajar dan Tidak?

Memiliki bayi yang sehat adalah harapan semua ibu di dunia dan kita menjadi lebih memproteksi terhadap apa yang terjadi pada sang buah hati. Salah satunya kekhawatiran Moms saat melihat ada bercak atau bintik merah pada kulit bayi. Tapi jangan panik dulu ya Moms, bukan berarti juga kita menganggap sepele. 

Sebelumnya kita cek dulu ya Moms, bercak atau bintik merahnya ada di area mana saja. Bintik merah umum muncul pada kulit pipi, lengan, kaki, bokong, maupun bagian tubuh bayi yang ada lipatan Si Kecil. Apakah yang menjadi penyebab bercak dan bintik merah pada kulit bayi? 

Nah, ini beberapa yang harus kita ketahui. 

1. Biang keringat

Biang keringat sering terjadi pada bayi maupun anak-anak yang aktif, bintik bisa menyebar ke area leher, bahu, dada, Ketiak, lipatan siku, dan lipatan paha. Ini akan terasa gatal, perih atau panas. Kenapa demikian? Karena keringat terjebak di bawah kulit dan menyumbat pori-pori kulit. 

Bayi mengalami biang keringat karena cuaca yang panas, pakaian yang tebal dan tidak menyerap keringat. Moms tidak perlu cemas, cara mengatasinya pun mudah tanpa harus pengobatan khusus. Moms hanya harus menjaga kulit sang buah hati tetap kering, bersih, dan tidak lengket. Pilih baju Si Kecil yang berbahan katun/kaos hingga menyerap keringat. 

2. Ruam popok

Bercak merah ini akan timbul di kulit sekitar bokong, alat kelamin, dan pangkal paha bayi. Ini terjadi karena popok yang basah yang disebarkan oleh pipis atau kotoran bayi. Popok yang jarang diganti menyebabkan kulit menjadi lembab dan iritasi. 

Bagaimana cara mengatasinya? Moms harus lebih sering mengganti popok, lalu bersihkan area bokong dan sekitarnya dengan lap basah. Pastikan kulit bayi tetap kering, dengan memilih popok bayi yang memiliki sirkulasi udara dan permukaan yang lembut  untuk mencegah iritasi.

Baca Juga : Yuk, Cari Tahu Cara Perawatan Kulit Sensitif Bayi

3. Bekas gigitan nyamuk

Bekas gigitan nyamuk ini akan menimbulkan rasa gatal dan bintik merah pada kulit bayi. Akan tetapi, Moms tidak perlu khawatir karena ini akan cepat membaik dan hilang. Cara mengatasinya moms hanya perlu mengoleskan minyak telon pada kulit bayi. 

4. Jerawat 

Hal ini sangat berbeda dengan jerawat pada kulit remaja maupun orang dewasa. Jerawat pada bayi hanya berupa bintik merah atau putih kecil di area pipi, hidung, atau dahi. Ini terjadi karena hormon, saat bayi berusia 2-4 minggu setelah lahir dan akan hilang dengan sendirinya pada usia 3-4 bulan. Moms hanya perlu membersihkan wajah bayi dengan lembut dan diberi moisturizer bayi. 

Waspadai Bintik atau Bercak Merah, Bila…

Bila bercak atau bintik Menunjukan kondisi serius, Moms harus berkonsultasi dengan dokter ahli. Berikut yang harus diwaspadai:

1. Eksim

Ruam kulit kronis yang timbul pada kulit menjadi bintik-bintik merah, terasa gatal, terasa perih, dan bersisik. Bila dibiarkan dan terus digaruk akan menyebabkan iritasi kulit. Eksim terjadi pada bayi berumur 6 bulan dan akan terus berkembang sesuai usia sang buah hati. Ini bisa kita lihat di bagian leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, lipatan-lipatan, dan pantat bayi. 

Hal ini terjadi dikarenakan debu, tungau, detergen, atau bulu binatang peliharaan dan menyebabkan alergi pada kulit bayi. Sebagian bayi memiliki dermatitis atopik, kulit kering, dan sensitif. Moms bisa mencegah gejalanya dengan memastikan popok tidak lembab dengan memilih popok dengan daya serap tinggi dan kerap mengganti popok bayi. Dianjurkan popok diganti setiap 3-4 kali ya, Moms. Fitur penanda alarm pipis di popok bayi Merries juga bisa membantu Moms dan Dads memastikan kenyamanan dan keamanan kulit bayi. Moms dan Dads juga dapat menemui dokter jika gejala yang dimiliki bayi tidak kunjung sembuh.

2. Selulitis dan impetigo

Selulitis adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Sehingga muncul bercak merah pada kulit bayi yang disertai dengan pembengkakan dan terasa hangat bila disentuh. Kadang bayi akan menjadi demam dan ini harus segera diobati agar tidak menyebar dengan cepat. 

Lalu impetigo juga merupakan virus bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui pori-pori kulit yang terbuka akibat luka dan menyebabkan bintik merah pada kulit bayi. Alhasil, kulit membengkak dan terdapat cairan di dalamnya yang bila digaruk akan pecah dan bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya. Luka ini akan berkembang selama empat atau enam hari lalu mengering dan menjadi koreng. Obat yang diperlukan berupa salep dan obat antibiotik yang disarankan oleh dokter. 

Baca Juga : Amankah Bila Bayi Baru Lahir Pakai Popok Sekali Pakai?

3. Cacar air

Cacar air disebabkan oleh virus varicella yang ditandai dengan bercak merah yang menyerupai gigitan nyamuk. Setelah itu akan membentuk lentingan berisi cairan dan rasa gatal serta menyebar keseluruh tubuh dan bisa pecah. Ini bisa membuat bayi demam dan nyeri pada tubuh ini akan berlangsung lima atau tujuh hari. Setelah itu bekas luka akan mengering. Bila bayi Moms mengalami hal ini segera konsultasi ke dokter agar diberikan penanganan yang tepat. Untuk mencegah gejala cacar air bayi bisa melakukan vaksin. 

4. Penyakit kelima (fifth disease

Ini merupakan infeksi parvovirus B19 yang gejala pertamanya adalah demam, hidung berair, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Kemudian bintik merah akan bermunculan pada kulit bayi setelah satu minggu dan sekitar mulut akan terlihat pucat. Bayi akan terlihat habis ditampar (slapped cheek syndrome). Ruam pun akan bermunculan di seluruh tubuh hingga telapak tangan dan kaki. Ini bisa berlangsung satu atau tiga minggu lamanya. Dokter mungkin akan meresepkan acetaminophen untuk membantu meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

5. Meningitis

Bintik merah yang timbul pada kulit bayi terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada lapisan saraf tulang belakang. Ruam tersebut akan berwarna keunguan dan menyebar ke seluruh tubuh. Selain ruam, bayi akan demam menggigil, tangan dan kaki terasa dingin, lesu, muntah, diare, dan tidak mau makan. Moms perlu memperhatikan jika fotanel atau ubun-ubun bayi yang menonjol. Bila sudah seperti itu segera periksa ke dokter karena penyakit ini dapat mengancam jiwa. Tentunya perlu perawatan dokter untuk menghentikan infeksinya. 

Nah berikut ini Moms saran menghilangkan dan mencegah bintik merah pada kulit bayi:

  1. Jaga kebersihan kulit bayi dengan mandi yang benar, memakai pakaian yang menyerap keringat. Jangan lupa mengganti popok dengan sering untuk mencegah bayi lama menggunakan popok yang kotor atau basah. Pilihlah popok yang terjamin kualitasnya.
  2. Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit bayi, hentikan pemakaian bedak atau minyak telon bila bayi tidak cocok atau menyebabkan alergi karena produk itu bisa berisiko menyumbat pori-pori kulit. 
  3. Hindari pakaian panas dan ketat seperti jangan menggunakan jaket, selimut atau penutup tubuh di saat cuaca panas. 
  4. Jauhkan bayi dari orang sakit dan pastikan ia mendapatkan vaksin ini sangat berguna untuk sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Nah, pastikan si kecil menerima vaksin campak tepat pada waktunya. Ini akan membuat sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat dalam melawan infeksi karena sudah memiliki antibodi tertentu. Kemudian, upayakan menghindarkan si kecil dari paparan orang yang sedang sakit agar ia tak tertular.
  5. Minta bantuan dokter bila kondisi makin memburuk. Berikut yang harus diperhatikan, bila: 
    • Ruam merah tidak membaik walau sudah melakukan pengobatan.
    • Ruam membengkak dan hangat saat disentuh.
    • Merah di kulit bayi disertai demam dan flu.

Bintik dan bercak merah pada bayi umumnya muncul dikarenakan beberapa kondisi dan konsultasikan ke dokter bila keadaan makin memburuk. Memilih popok bayi yang tepat bisa menjadi langkah pencegahan bagi Moms dan Dads. Namun, temui dokter jika gejala tidak kunjung sembuh, agar bayi lekas sembuh dengan penanganan yang tepat. 

Nah Moms, semoga kondisi tersebut tidak dialami Si Kecil ya!