Kandungan Kimia yang Aman untuk Bayi

Merries Insight
06 November 2020
Kesehatan
Share
Kandungan Kimia yang Aman untuk Bayi

Bayi baru lahir alias new born kerap sensitif terutama bagian kulitnya. Hal ini, bisa berasal dari air susu ibu (ASI), pakaian, serta zat lain yang diberikan kepada Si Kecil. Oleh karena itu, Moms harus lebih perhatian dalam memilihkan berbagai hal untuk Si Kecil. 

Zat-zat berbahaya yang dapat dihindari untuk Si Kecil

Tanpa kita sadari, zat-zat berbahaya bahkan sangat dekat dengan Si Kecil bahkan saat usianya masih sangat kecil. Contohnya saja parfum yang biasanya terkandung di lotion dan produk lainnya. Siapa sangka, kalau parfum pada bayi bisa menyebabkan alergi, iritasi kulit, dan juga eksim.

Parfum, pewangi, atau fragrance, juga sering ditulis untuk menyembunyikan berbagai zat kimia lainnya dalam produk tersebut. Hal ini bisa terjadi karena istilah parfum kerap digunakan untuk campuran bahan kimia lain seperti 1,4-Dioxane, titanium dioxide, paraben, methanol, hingga formalin. 

Selain parfum, kandungan deterjen dan alkohol pada sabun bayi harus dihindari karena dapat mengiritasi kulit dan mata bayi, serta menyebabkan alergi. Jadi, pilihlah produk pembersih bayi yang bebas deterjen dan alkohol. Kandungan alkohol bisa ditemukan di tisu basah atau hand sanitizer. Perlu diketahui, alkohol memiliki nama lain ethanol, ethyl alcohol, dan cetearyl alcohol.

  • Phthalate & Paraben

Ada pula, phthalate dan paraben yang harus dihindari terutama oleh bayi. Pasal dua zat tersebut masuk dalam kelompok zat kimia yang dipakai sebagai pengawet dalam produk perawatan tubuh seperti shampo bayi dan lotion. Phthalate terkait dengan efek sampingnya yang bisa mengganggu hormonal sehingga menyebabkan gangguan reproduksi, termasuk menurunkan kemampuan gerak sperma dan konsentrasinya, memicu alergi, asma, dan juga kanker. Penelitian menunjukkan, zat kimia paraben juga memiliki efek yang hampir sama, yakni menimbulkan gangguan reproduksi, gangguan perkembangan, memicu endometriosis, iritasi kulit, dan juga kanker.

  • Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Sodium lauryl sulfate alias SLS juga berbahaya bagi bayi yang biasanya ditemukan pada sabun dan shampo. SLS akan berdampak kulit kering bila dipakai secara jangka panjang. Vitamin A dan oxybenzone sebenarnya aman, tapi saat digunakan dalam tabir surya dan kulit terpapar matahari, justru menimbulkan masalah. Menurut penelitian, retinyl palmitate, jenis vitamin A, mempercepat perkembangan tumor kulit dan lesi. Saat membaca label, hindari produk yang mengandung vitamin A, retinyl palmitate, retinol, retinyl acetate, retinyl linoleate, dan retinoic acid.

Terakhir, hindari talc yang merupakan mineral bubuk yang biasanya terdapat pada bedak bayi, hal itulah yang membuat bedak tidak baik untuk bayi karena penggunaannya bila terhirup baik dapat menyebabkan iritasi bukan hanya di kulit namun juga paru-paru. Sehingga banyak dokter yang tidak menyarankan penggunaan bedak untuk bayi.

Jangan tertipu dengan kandungan triclosan dan triclocarban yang kerap digunakan dalam sabun antibakteri, penggunaan bahan kimia ini pada sabun bayi dapat berbahaya. Kedua bahan ini dapat mendorong resistensi bakteri terhadap antibiotik dan terkait dengan masalah kesehatan, seperti toksisitas inhalasi dan masalah hati. 

Kandungan minyak alami yang aman

Sabun adalah salah satu hal yang esensial di saat Si Kecil baru lahir. Tidak heran, sangat penting untuk memperhatikan kandungan apa saja pada sabun bayi yang Moms berikan pada Si Kecil. Pilihlah yang memiliki kandungan alami misalnya, minyak zaitun, minyak biji jojoba, minyak almond manis, bunga chamomile, madu, ekstrak minyak rosemary, cocoa butter, gliserin, dan air.

Ada beberapa hal lain yang juga sebaiknya dipertimbangkan saat memilih sabun bayi. Perhatikan kondisi kulit bayi apalagi sebagian bayi terlahir dengan kulit sensitif. Bayi dengan tipe kulit seperti ini disarankan untuk menggunakan sabun yang kaya akan bahan-bahan alami.

Apabila Si Kecil menderita eksim, mereka perlu mendapatkan penanganan yang berbeda sesuai dengan anjuran dokter. Memahami kondisi kulit Si Kecil dapat membantu memastikan mereka tumbuh dengan kulit yang sehat.

Selain itu, perhatikan juga kadar pH yang terkandung di dalam sabun bayi. Beberapa minggu setelah bayi dilahirkan, permukaan kulitnya akan berubah dari pH netral menjadi agak asam. Lapisan asam ini berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit bayi. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih produk dengan pH netral yang mendekati tingkat pH kulit Si Kecil dan tidak merusak lapisan tersebut.

  • Allantoin 

Allantoin adalah senyawa alami yang diperoleh dari organisme, baik bakteri, hewan, dan juga tanaman yang berfungsi mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan baru pada kulit. Sumber alami zat ini umumnya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, beberapa diantaranya ialah comfrey, chamomile, benih gandum, lobak, serta bearberry. Sumber ini banyak dijadikan alternatif penggunaan untuk produk perawatan dan kesehatan. Sehingga tidak heran, bahan ini aman untuk bayi, ibu hamil, dan juga ibu menyusui.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Jika Si Kecil Tak Sengaja Menelan Zat Kimia Berbahaya 

  • Phenoxyethanol

Phenoxyethanol adalah cairan yang agak lengket dengan aroma seperti mawar. Bahan ini berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah perkembangbiakan bakteri pada produk. Phenoxyethanol umum digunakan dalam skincare, sabun mandi, deterjen, hingga makeup mata, parfum, blush on, foundation, lipstik.

Phenoxyethanol diperbolehkan digunakan pada produk skincare dan kosmetik dengan konsentrasi maksimal 1%. Cosmetic Info pun mengatakan bahwa anggapan phenoxyethanol akan berbahaya bagi bayi hanyalah sebuah mitos. 

Meski penggunaan phenoxyethanol pada skincare telah dinyatakan aman, Moms tetap harus ekstra hati-hati untuk mengaplikasikannya pada kulit Si Kecil. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai pemakaian produk perawatan kulit pada bayi.

Baca Juga: Pahami Jenis Popok Bayi yang Tidak Berbahaya 

  • Glycerin

Glycerin adalah bahan skincare lainnya yang bekerja sebagai pelembap efektif bagi kulit kering. Dilansir dari Cosmetics Info, glycerin atau glycerol adalah alkohol alami yang terdapat pada hewan, tanaman, dan jaringan manusia, termasuk pada kulit dan darah.

Glycerin yang digunakan dalam produk kecantikan umumnya didapatkan dari kacang kedelai, tebu, atau gula jagung sehingga aman untuk kulit bayi. Glycerin juga bisa dibuat secara kimiawi dan manfaatnya sama dengan glycerin yang didapatkan secara alami. Bahkan,  Cosmetic Ingredient Review menyatakan glycerin aman digunakan pada kosmetik dan produk perawatan lainnya.

Moms bisa mencatat bahan-bahan berbahaya di atas dan mencari substitusi atau alternatifnya agar menghindari kandungan yang berbahaya untuk Si Kecil. Jangan lupa bacalah kandungan yang ada pada produk apapun saat membelikan barang untuk Si Kecil. Namun Moms tidak perlu ragu dalam memilih Popok Merries untuk newborn. Bahannya yang ekstra lembut dan terdiri dari 3 lapisan bersirkulasi udara  mampu membuat Si Kecil tetap nyaman sepanjang hari. Popok Merries untuk newborn menggunakan jenis perekat tape yang berada di samping popok dan dapat dilepas pasang berkali-kali, jadi Moms bisa dengan mudah membuka dan memasangnya agar sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.  

Popok Merries juga mampu membuat Si Kecil nyaman dalam beraktivitas. Ukurannya yang pas dan juga ekstra lembut, akan menjaga kulit halus Si Kecil terhindar dari resiko iritasi dan ruam popok. Jangan sampai perkembangannya terganggu karena penggunaan popok yang tidak nyaman. Di usianya yang masih terus bertumbuh, metabolisme tubuhnya masih sangat baik. Si Kecil akan lebih sering pipis dibanding orang dewasa sehingga pastikan popok memiliki daya tampung besar, daya serap baik agar cepat kembali kering, dan permukaan lembut untuk kulitnya yang masih sensitif.