Jenis Imunisasi Wajib 0-12 Bulan

Merries Insight
30 Desember 2020
Kesehatan
Share
Jenis Imunisasi Wajib 0-12 Bulan

Jenis Imunisasi Wajib 0-12 Bulan 

 

Imunisasi sangat penting, tidak heran pemerintah mewajibkan beberapa imunisasi hingga Si Kecil setidaknya berusia 12 bulan. Sayangnya, beragam informasi yang salah mengenai vaksin bayi memunculkan ketakutan dan kecemasan tersendiri pada kebanyakan orang tua sehingga tidak mengizinkan anak mereka untuk divaksin.

Salah satu alasan orang tua tidak memberikan vaksin pada anak mereka misalnya, ada banyak vaksin yang akan membanjiri sistem kekebalan tubuh bayi. Padahal yang terpenting bukanlah jumlah vaksinnya, tetapi apa yang terkandung di dalam setiap vaksin. Antigen merupakan komponen virus atau bakteri dari vaksin yang menginduksi sistem kekebalan tubuh untuk membangun antibodi sekaligus melawan infeksi di masa depan.

Selain itu, ada pula yang beranggapan kalau vaksin mengandung racun, seperti alumunium, merkuri, formaldehyde, dan antibeku. Padahal, Vaksin sebagian besarnya berisi air dengan antigen, namun tetap membutuhkan bahan tambahan untuk menstabilkan atau meningkatkan efektivitas vaksin. Orang tua khawatir mengenai merkuri karena beberapa vaksin yang digunakan mengandung thimerosal pengawet, yang terurai menjadi etil merkuri.

Moms berencana memberikan vaksin kepada Si Kecil, berikut jenis imunisasi wajib pada usia 0 hingga 12 bulan. Biasanya pada usia sebulan Si Kecil sudah mulai imunisasi, kala dibawa ke dokter, pastikan Si Kecil menggunakan popok yang nyaman.

Pada usia nol hingga tiga bulan ini, pastikan Si Kecil menggunakan popok Newborn yang ekstra lembut seperti Popok Merries. Bantalan popok lembut, bersirkulasi sehingga udara bebas mengalir melalui permukaan yang bergelombang, sehingga mengurangi gesekan pada kulit sensitif Si Kecil. 

Merries pun bisa menjadi pilihan Moms untuk membuat Si Kecil tetap nyaman sepanjang hari. Pada bagian kiri dan kanan popok Merries newborn tipe perekat  juga memiliki permukaan dengan serat halus untuk menangkap poop dan pipis agar tidak bocor.  Sehingga Si Kecil bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir popoknya bocor.

Nah berikut merupakan jenis imunisasi wajib untuk Si Kecil dari usia 0 sampai 12 bulan

 

BCG

Vaksinasi BCG harus diberikan pada bayi sebelum berusia 3 bulan. Jika usia Si Kecil sudah lebih dari 3 bulan, dianjurkan untuk terlebih dahulu dilakukan uji tuberkulin. Vaksinasi BCG bisa diberikan jika uji tuberkulin menunjukkan hasil negatif. Tempat penyuntikan vaksin BCG yang dianjurkan yakni pada lengan kanan atas. Fungsi vaksin BCG adalah agar Si Kecil  terlindungi dari kuman penyebab penyakit tuberkulosis yang menyerang paru-paru.

 

DPT

DPT adalah singkatan dari Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Difteri merupakan infeksi yang menyerang bagian hidung dan tenggorokan. Sementara pertussis merupakan infeksi saluran napas berat, dan tetanus adalah infeksi bakteri yang mengakibatkan saraf otot menjadi kaku. Ketiga penyakit ini sangatlah berbahaya jika sampai menyerang buah hatimu.

 

Untuk itu, dibutuhkan vaksin yang diberi nama DPT agar terlindung dari penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Jenis imunisasi untuk bayi 0-12 bulan ini diberikan setidaknya 3 kali secara berturut-turut, yakni DPT I saat bayi berusia 2 bulan, DPT II saat usia 3 bulan, dan DPT III saat bayi berusia 4 bulan. Selain itu, ada juga booster untuk vaksin DPT yang dilakukan usia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun, dan 18 tahun.

 

Campak

Vaksinasi campak merupakan imunisasi dasar lengkap yang harus diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksinasi diulang saat anak berusia 2 tahun dan saat masuk sekolah SD.

 

Campak merupakan penyakit yang menyebar lewat batuk dan juga bersin. Gejalanya dapat berupa ruam pada seluruh tubuh dan tak jarang mengakibatkan radang paru, diare, hingga kematian. Penyakit ini rentan menyerang bayi dan anak-anak. Makanya, pemerintah Indonesia mewajibkan para orang tua untuk membawa anaknya ke rumah sakit, guna mendapatkan imunisasi campak.

 

Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B harus diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan, sebanyak 3 dosis.

 

  • Dosis I: Diberikan saat bayi baru lahir. Tepatnya sebelum bayi berusia 12 jam.
  • Dosis II: Diberikan saat bayi berusia 1 – 2 bulan.
  • Dosis III: Diberikan saat bayi berusia 6 – 12 bulan.

 

Jika bayi mendapatkan vaksin kombinasi yang mengandung hepatitis B, maka dapat diberikan 4 dosis. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B, perlu mendapatkan vaksin hepatitis B dosis pertama sebelum usianya 12 jam ditambah dengan imunoglobulin hepatitis B pada saat bersamaan di bagian paha yang berbeda (dilakukan setelah mendapat suntikan vitamin K1). Pemberian vaksin selanjutnya dapat diberikan sesuai jadwal. Saat berusia 9-18 bulan, bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu diperiksa anti HBs dan HbsAg.

 

Polio

Polio dikenal juga dengan nama penyakit lumpuh layu. Penyakit menular ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan serta dapat mengakibatkan kelumpuhan kaki, tangan, maupun lumpuhnya otot pernafasan yang menyebabkan kematian.  Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, kemudian diberikan lagi pada saat anak berusia 18 bulan dan 5 tahun.

 

Pneumokokus (PCV)

Jenis imunisasi untuk bayi 0-12 bulan berikutnya adalah imunisasi PCV. Vaksin ini diberikan supaya bayi tidak terserang infeksi bakteri penyebab meningitis, infeksi telinga dan pneumonia. Imunisasi PCV biasanya dilakukan selama dua kali saat bayi berusia 7 sampai 12 bulan, dengan jarak waktu pemberian yakni 2 bulan.

 

Rotavirus

Infeksi rotavirus dapat menyerang saluran pencernaan bayi, sehingga membuatnya terkena penyakit diare. Rotavirus dapat menular lewat makanan dan minuman yang tidak higienis, atau melalui kontak fisik terhadap tinja yang mengandung virus tersebut.

 

Untuk mencegahnya, terutama pada Si Kecil, bisa diberikan imunisasi rotavirus. Jenis imunisasi untuk bayi 0-12 bulan ini sangat direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, terutama bagi bayi yang usianya di bawah 6 bulan. Pemberiannya sendiri bukan melalui suntikan, namun lewat tetes mulut atau oral.

 

Imunisasi Influenza

Jenis imunisasi untuk bayi 0-12 bulan berikutnya yang tidak kalah penting dengan imunisasi campak adalah imunisasi influenza. Pemberian vaksin influenza ini dimaksudkan agar Si Kecil terhindar dari penyakit flu berat. Imunisasi ini merupakan jenis imunisasi tambahan yang biasanya diberikan saat si kecil berusia di atas 6 bulan dan dapat diulang kembali setiap tahunnya hingga berusia 8 tahun.

 

MMR

Vaksinasi MMR harus diberikan sebanyak 2 dosis pada anak-anak.  Dosis pertama saat anak berusia 12 – 15 bulan dan dosis kedua saat anak berusia 4-6 tahun. Interval antara dosis pertama dengan dosis kedua berjarak setidaknya 28 hari. Sehingga dosis kedua dapat diberikan lebih cepat. Vaksinasi ini dapat diberikan bersama dengan vaksinasi lain.

 

Imunisasi Hib

Jenis imunisasi untuk bayi 0-12 bulan selanjutnya adalah Imunisasi Hib. Imunisasi ini diberikan sebagai bentuk pencegahan agar bayi tidak mengalami infeksi saluran nafas berat atau biasa dikenal dengan sebutan pneumonia, dan radang selaput otak (meningitis). Hib sendiri merupakan singkatan dari Haemophilus influenza tipe B. Pemberian imunisasi Hib bisa dilakukan saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan. Kemudian dapat diulangi kembali ketika ia menginjak usia 12 bulan hingga 15 bulan, dengan ketentuan dosis tergantung dari usia si bayi.

 

Selain imunisasi di atas, juga banyak negara yang mulai memberikan vaksinasi Covid-19. Namun untuk mengetahui detail tentang vaksinasi tersebut untuk Si Kecil di Indonesia, Moms bisa berkonsultasi dulu dengan dokter ataupun Rumah Sakit terdekat untuk mengetahui vaksinasi Covid-19 yang telah lulus oleh BPOM dan apakah vaksinasi bisa diberikan pada bayi. Jadi jangan sampai terlewat ya Moms imunisasi wajibnya!