Ingin Punya Anak Sehat? Ini Kebiasaan Buruk Yang Harus Dads Hilangkan

Merries Insight
16 Oktober 2019
Kesehatan
Share
Ingin Punya Anak Sehat? Ini Kebiasaan Buruk Yang Harus Dads Hilangkan

Artikel ini berisi tentang :

  1. Malas Berolahraga
  2. Memberikan Gadget Tanpa Aturan
  3. Pola Makan Yang Buruk
  4. Kebiasaan Merokok di Rumah

Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh sehat, cerdas dan penuh keceriaan. Tapi sayang, justru banyak orang tua yang tidak sadar jika kebiasaan mereka lah yang justru membuat Si Kecil jadi mudah sakit. Alhasil, keceriaan mereka pun luntur dan tumbuh kembangnya tidak maksimal.

Nah jika Dads ingin Si Kecil sehat, berikut merupakan kebiasaan buruk yang wajib dijauhi. Pasalnya, kebiasaan ini berpengaruh langsung pada status kesehatan Si Kecil lho!

Malas Berolahraga

Karena alasan sibuk dengan pekerjaan di kantor, banyak orang akhirnya memilih untuk meninggalkan aktivitas olahraga. Buruknya lagi, kemudahan yang tersaji lewat teknologi modern benar-benar telah membuat banyak orang menjadi sangat malas.

Contohnya saja, hanya untuk pergi beberapa meter dari rumah saja banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor. Padahal, sudah banyak penelitian yang menyebut malas bergerak meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti stroke, serangan jantung dan lainnya.

Karena sangat penting untuk kesehatan tubuh, mulai dari sekarang Dads harus lebih aktif bergerak dan rutin berolahraga agar Si Kecil pun juga tertarik untuk rutin berolahraga. Kalau Dads sebagai orangtuanya malas bergerak atau berolahraga, jangan heran jika Si Kecil pun enggan untuk bergerak. Padahal, bila orangtua sedang olahraga, tak sedikit anak yang akan ikut-ikutan meniru gerakan yang dilakukan orang tuanya.

Seperti dilansir dari laman situs liputan6.com, para peneliti dari Pediatric Obesity Research di Amerika Serikat melakukan penelitian dengan memberikan alat pelacak aktivitas fisik pada 1000 keluarga di Amerika Serikat. Setelah dianalisis, peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak juga berolahraga jika orangtua melakukannya.

Kabar baiknya melakukan aktivitas fisik bukan hanya baik untuk kesehatan orangtua, tapi juga membantu membentuk perilaku pada anak-anak. (Oleh Shari Barkin, Direktur Pediatric Obesity Research di Amerika Serikat).

Memberikan Gadget Tanpa Aturan

Dengan alasan agar Si Kecil mengenal teknologi sejak dini, banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak-anaknya. Bahkan terkadang, perangkat teknologi tinggi ini dijadikan sebagai hadiah karena Si Kecil berhasil menunjukkan sikap baik.

Tentu memberikan gadget bukan hal yang salah, apalagi jika tujuannya untuk mengenalkan teknologi sejak dini. Tapi ingat Dads, pemberian gadget ini harus diikuti dengan aturan yang jelas dan tegas.

Rekomendasi dari American Academy of Pediatric, anak dibawah 2 tahun boleh main gadget, tapi waktunya hanya 10 menit per hari. Sedangkan untuk anak 2-5 tahun, maksimal hanya 1-2 jam saja. Selebihnya, dorong mereka untuk melakukan aktivitas fisik, bersosialisasi dan main di luar.

Memberikan gadget tanpa aturan bisa berbahaya Dads, dari mulai meningkatkan risiko obesitas karena Si Kecil malas bergerak, speech delay atau terlambat bicara, mengganggu kesehatan mata, dan sejumlah dampak buruk lainnya.

Selain harus dengan aturan, pemberian gadget pada Si Kecil sebaiknya selalu didampingi dan beri Si Kecil aktivitas yang bermanfaat, seperti mengajaknya menonton video atau game edukatif sesuai usianya.  

Pola Makan Yang Buruk

Sekarang status Dads sudah menjadi ayah, mulai dari sekarang pastikan untuk memperbaiki pola makan, dari mulai memilih menu makan terbaik (makanan sehat), hingga makan sesuai dengan jadwal dan porsi yang dibutuhkan saja.

Pasalnya, pola makan anak pada dasarnya cerminan dari pola makan orang tuanya. Jika pola makan Dads buruk, jangan heran kalau akhirnya pola makan Si Kecil pun akan buruk. (oleh Dr. Esther J. Entin, MD., profesor klinis di Family Medicine, Universitas Warren Alpert Brown, Rhode Island

Ada banyak resiko kesehatan yang bisa terjadi akibat pola makan yang buruk, dari mulai obesitas, picky eater, kekurangan gizi, masalah pertumbuhan dan kecerdasan, serta masalah lainnya yang berkaitan langsung dengan masalah kecukupan gizi.

Maka dari itu, mulailah untuk menata kembali pola makan, dimulai dari rutin sarapan dengan menu sehat, dan makan malam sebelum jam 19:00 malam dengan menu dan porsi yang cukup.

Kebiasaan Merokok di Rumah

Rokok merupakan mimpi buruk bagi keluarga. Pasalnya, imbas racun rokok ini tidak hanya akan dirasakan Dads, tapi bisa berdampak pada kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk Si Kecil.

Penelitian yang dilakukan University of California, menyebut jika racun rokok akan menempel di sejumlah perabotan rumah tangga, dari mulai kursi, gorden, hingga pakaian. Kontak langsung dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi racun rokok, berisiko meningkatkan kerusakan otak.

Tidak hanya itu, penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Leeds, Inggris, dengan cara mempelajari lebih dari 21 ribu peserta penelitian, menyebut jika kebiasaan merokok Dads merupakan pendorong anak-anak untuk ikut merokok di usia dini.

Menariknya, rasa penasaran untuk merasakan rokok ini sudah tertanam sejak usia dibawah 4 tahun. Hal ini dibuktikan dengan refleks anak-anak yang terlihat penasaran dan mencoba mendekat saat Dads mengepulkan asap rokok, mengambil bungkus rokok, atau terlihat ingin memainkan korek api.

Mengingat efeknya sangat buruk, bukan hanya jangka panjang, tapi bisa berakibat jangka pendek, mulai sekarang yuk hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas. Semoga bermanfaat!