Informasi Seputar Air Ketuban Yang Perlu Moms Ketahui

Merries Insight
29 Oktober 2021
Kesehatan
Share
Informasi Seputar Air Ketuban Yang Perlu Moms Ketahui

Moms mungkin sering mendengar kata air ketuban, terutama saat Moms hamil. Tapi tahukah Moms sebenarnya apa itu air ketuban? Merupakan cairan yang melindungi dan menopang janin dalam kandungan, disebut juga cairan amnion. Cairan ini akan diproduksi tubuh sekitar 12 hari setelah pembuahan terjadi. Cairan berada pada kantung yang disebut juga sebagai kantung ketuban, yaitu kantung dengan membran amnion dan chorion yang ada pada rahim.

Keberadaan air ketuban sangat penting saat kehamilan karena janin tumbuh di sekeliling air ketuban. Untuk itu Moms perlu mengetahui berbagai informasi mengenai cairan ini agar lebih mengenal pentingnya dan dapat menyadari jika terjadi permasalahan. Berikut ini beberapa informasi mengenai air ketuban yang perlu Moms ketahui.

 

Fungsi Air Ketuban

Keberadaan cairan ketuban memiliki fungsi penting bagi janin dalam kandungan. Cairan ini akan terus bergerak dan bersirkulasi dalam rahim, janin akan menelan cairan dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk urine. Berikut ini berbagai fungsi cairan ketuban:

  • Menjaga suhu

Cairan dan kantung ketuban akan menjaga suhu agar tetap nyaman bagi janin dalam kandungan. Cairan ketuban memiliki suhu lebih tinggi dari suhu badan ibu, biasanya sekitar 37 derajat Celcius. Suhu ini akan cukup untuk membuat si Kecil nyaman berada di dalam rahim.

  • Memberi ruang gerak janin

Adanya cairan ketuban yang cukup akan membuat janin memiliki cukup ruang untuk bergerak. Janin yang aktif bergerak menunjukan bahwa air ketuban cukup dan janin telah memperoleh nutrisi dan oksigen yang cukup.

  • Melindungi benturan

Seperti air dalam balon, cairan ketuban akan melindungi janin dari berbagai guncangan, benturaan, dan berbagai tekanan dari luar perut Moms.

  • Mendukung perkembangan otot dan tulang

Saat cairan ketuban cukup dan janin aktif bergerak maka pertumbuhan tulang dan kekuatan otot janin akan berkembang secara baik.

  • Membantu perkembangan paru-paru

Janin dalam kandungan tidak bernafas dengan menghirup oksigen melalui hidung. Janin akan bernapas dengan melakukan perpaduan gerakan menelan cairan ketuban dan kontraksi paru-paru pada usia 32 minggu. Aktifitas ini membantu perkembangan paru-paru janin hingga nantinya dapat bernapas saat dilahirkan.

  • Membantu perkembangan pencernaan

Selama berada dalam kandungan, janin akan menelan air ketuban. Hal ini sangat baik untuk pencernaan janin.

  • Melindungi dari berbagai infeksi

Cairan ketuban akan melindungi janin dari berbagai infeksi. Cairan ketuban mengandung antibodi yang akan melawan infeksi saat dalam kandungan dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

  • Melindungi tali pusar

Tali pusar berperan untuk mengantarkan makanan dan oksigen dari plasenta untuk janin. Cairan ketuban akan melindungi tali pusar agar tidak tertekan dan terlilit.

 

Tanda Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban dapat pecah tiba-tiba, kemudian cairan ketuban akan keluar melalui vagina. Kondisi pecah ketuban ini dapat terjadi saat persalinan, menjelang persalinan, atau bahkan sebelum persalinan.

Ciri ciri air ketuban adalah memiliki warna bening dan terkadang disertai dengan flek putih atau sedikit darah. Tekstur cairan ketuban encer dan tidak lengket berbeda dengan cairan keputihan. Tidak memiliki bau yang menyengat, biasanya cenderung agak amis.

Air ketuban pecah dan dapat keluar secara tiba-tiba atau perlahan sedikit demi sedikit. Berbagai tanda bisa saja terjadi saat ketuban pecah. Berikut ini berbagai tanda ketuban pecah yang mungkin bisa Moms alami :

  1. Seperti Letupan

Cairan ketuban yang pecah tiba-tiba biasanya terasa seperti ada letupan pada kantung ketuban lalu disertai dengan air yang menyembur keluar pada vagina. 

  1. Menetes

Cairan ketuban dapat keluar sedikit demi sedikit berupa tetesan. Cairan yang keluar terasa hangat dan menetes keluar perlahan mengalir hingga ke kaki. Beberapa ibu merasakan menetes seperti keringat dan air yang merembes sehingga celana akan basah.

  1. Disertai Kontraksi 

Pecah ketuban yang normal terjadi adalah saat menjelang persalinan dan disertai dengan kontraksi. Jika hal ini terjadi mungkin saja waktu persalinan semakin dekat, Moms perlu bersiap untuk melahirkan.

  1. Mengucur

Beberapa Moms juga mengalami pecah ketuban dengan cairan yang keluar mengucur hingga membanjiri lantai. Mungkin hal ini akan terlihat mengagetkan, tetapi Moms perlu tetap tenang dan segera menghubungi dokter untuk meminta arahan selanjutnya.

  1. Tidak Terasa

Ada juga yang tidak merasakan bahwa sebenarnya cairan ketuban sudah keluar. Hal ini bisa terjadi karena ibu mendapatkan bius epidural atau bahkan benar-benar tidak merasakannya karena keluar tanpa disadari saat aktifitas sehari-hari.

Air Ketuban yang pecah menjelang persalinan merupakan hal yang wajar, tetapi jika pecah tanpa ditandai adanya kontraksi perlu diwaspadai terutama saat usia kandungan belum mencapai 37 minggu. Moms perlu segera berkonsultasi ke dokter saat hal tersebut terjadi.

 

Permasalahan Air Ketuban

Mengingat pentingnya fungsi cairan ketuban maka Moms perlu mengetahui permasalahan yang mungkin terjadi pada air ketuban seperti apa agar dapat waspada. Berikut ini beberapa permasalahan pada cairan ketuban yang bisa terjadi :

  • Polihidramnion

Polihidramnion adalah kondisi ketuban dalam keadaan berlebih, biasanya bisa terjadi pada kehamilan kembar, kelainan bawaan, dan diabetes gestasional yaitu bentuk diabetes yang terjadi selama kehamilan ketika tubuh berhenti memproduksi insulin secara memadai.

  • Oligohidramnion

Kondisi ini artinya cairan ketuban terlalu sedikit, hal ini bisa terjadi karena kantung ketuban robek, kelainan pada janin, dan permasalahan pada plasenta.

  • Ketuban pecah dini

Ketuban yang pecah pada usia kehamilan dibawah 37 minggu biasa disebut ketuban pecah dini (KPD). Ketuban pecah sebelum waktunya dapat berisiko mengalami kelahiran prematur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya nutrisi yang kurang selama kehamilan hingga adanya infeksi.

Perlu Moms ketahui, normalnya volume cairan ketuban dalam kandungan adalah sekitar 60 mL saat usia kandungan 12 minggu, 175 mL usia kandungan 16 minggu, dan 400-1200 mL pada usia kandungan 34-38 minggu. Moms bisa mengetahui volume cairan ketuban dengan melakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan melalui USG. Biasanya saat pemeriksaan rutin dokter kandungan akan menginformasikan volume cairan ketuban apakah normal, kurang, atau berlebihan sehingga Moms dapat diberi tindakan jika ada permasalahan pada air ketuban.

 

Dampak Air Ketuban Pecah

Umumnya air ketuban akan pecah menjelang kelahiran yaitu di usia kandungan sudah sampai 9 bulan. Namun, tidak sedikit kasus ditemui air ketuban pecah di usia kandungan 7 dan 8 bulan. Air ketuban pecah sebelum waktunya memiliki dampak bagi si Kecil dan Moms, yaitu:

  • Janin dapat terinfeksi akibat kuman yang menyerang ke dalam kantung ketuban yang berdampak pada perkembangan si Kecil
  • Akibat berikutnya adalah kelahiran prematur, yang bisa menyebabkan gangguan sistem saraf bahkan kematian
  • Berisiko infeksi pada rahim, mulut rahim dan vagina Moms
  • Moms juga bisa mengalami pendarahan melalui vagina jika air ketuban pecah

 

Penanganan Air Ketuban Pecah

Penanganan yang dapat dilakukan apabila air ketuban pecah, salah satunya adalah memperlambat bayi lahir untuk mempersiapkan pematangan paru-paru bayi. Pada dasarnya, persalinan dapat terjadi dalam sepekan dan paling lama bertahan selama 4 minggu. Akan tetapi, hal ini tetap harus sesuai persetujuan dokter. Jadi, jika air ketuban pecah yang harus Moms lakukan segera adalah ke dokter, karena dokterlah yang akan memberi tahu penyebab dan risiko yang mungkin terjadi.

Setelah mengetahui apa itu air ketuban, fungsi, dan berbagai permasalahan air ketuban Moms pastinya jadi lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan asupan nutrisi selama kehamilan. Selain itu yang tidak kalah penting tentunya mempersiapkan kelahiran si Kecil. Moms sudah menyiapkan popok terbaik yang akan digunakan untuk si Kecil?

Jika belum maka persiapkanlah popok terbaik yang nyaman untuk si Kecil, yaitu popok Merries. Dengan permukaan lembut dan memiliki lapisan bersirkulasi udara sehingga popok Merries membuat kulit si Kecil nyaman dan bebas iritasi. Lapisan penyerap yang bisa menampung banyak cairan serta daya serap yang baik akan membuat kulit si Kecil bebas lembab sehingga tidak mudah iritasi. Yuk Mom persiapkan kelahiran dengan memberikan popok Merries untuk si Kecil. Popok Merries terbukti nyaman karena sudah menjadi pilihan No.1 para ibu di Jepang. Ceriakan hari si Kecil dengan popok Merries.