Gigi Susu Si Kecil Patah. Apakah Karena Kurang Konsumsi Kalsium?

Merries Insight
27 November 2019
Kesehatan
Share
Gigi Susu Si Kecil Patah. Apakah Karena Kurang Konsumsi Kalsium?

Artikel ini berisi tentang :

  1. Mengenal Gigi Susu Anak
  2. Peran Kalsium Untuk Gigi Si Kecil
  3. Gigi Susu Patah Karena Kekurangan Kalsium?
  4. Yang Dilakukan Saat Gigi Si Kecil Patah
  5. Bagaimana Jika Si Kecil Tak Mau Makan karena Giginya Patah?

Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil, utamanya untuk memaksimalkan pertumbuhan tulang dan gigi, mencegah gigi keropos dan meningkatkan kepadatan tulang. Jika gigi susu Si Kecil patah, apakah kondisi ini disebabkan oleh kekurangan kalsium?

Mengenal Gigi Susu

Dilansir dalam hellosehat.com, Gigi susu merupakan gigi pertama yang akan dimiliki Si Kecil. Biasanya, gigi susu akan tumbuh saat Si Kecil berusia 8-12 bulan, dan secara bertahap akan terus tumbuh satu per satu sampai jumlahnya mencapai 20 buah.

Setelah lengkap, secara bergilir gigi susu Si Kecil akan copot satu per satu, dimulai dari gigi susu seri, kemudian gigi taring hingga gigi geraham. Dalam kebanyakan kasus, gigi susu akan mulai copot saat usia Si Kecil 6-7 tahun (secara bertahap).

Tapi ingat Moms, tidak semua anak akan mengalami copot. Beberapa anak ada yang mengalami copot gigi sebagian saja, ada yang copot semuanya, ada juga yang tidak pernah mengalami fase copot gigi sama sekali. Tapi khusus untuk kasus yang terakhir, sangat jarang terjadi.

Jangan khawatir Moms, semua gigi susu yang tadi copot akan digantikan oleh gigi permanen hingga jumlahnya mencapai 32 buah.

Peran Kalsium Untuk Gigi Si Kecil

Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan fungsi utama untuk memaksimalkan pembentukan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium pun sangat dibutuhkan untuk memelihara kepadatan tulang dan gigi, serta memaksimalkan tinggi badan Si Kecil.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013, kebutuhan kalsium Si Kecil berbeda sesuai dengan kelompok usianya.

  1. Usia 0-6 bulan, 200 mg kalsium per hari
  2. Usia 7-11 bulan, 250 mg kalsium per hari
  3. Usia 1-3 tahun, 650 mg kalsium per hari
  4. Usia 4 tahun ke atas, 1.000 mg kalsium per hari

Selain memaksimalkan pembentukan tulang dan gigi, kalsium pun sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan sistem saraf dan fungsi otot tubuh, membantu mengaktifkan enzim penting dalam tubuh untuk menghasilkan energi dan memperkuat sistem imun tubuh, dan fungsi lainnya.

Penting untuk diingat, asupan kalsium sebaiknya diimbangi oleh konsumsi vitamin D yang lebih baik. Vitamin D sendiri berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan kalsium oleh tubuh. Vitamin ini bisa didapat dari sinar matahari, dan makanan seperti jamur, udang, kuning telur, sereal dan oatmeal.

Gigi Susu Patah Karena Kekurangan Kalsium?

Si Kecil yang kekurangan kalsium dan vitamin D beresiko mengalami rakitis, yang merupakan penyakit pelunakan tulang yang menyebabkan kelainan bentuk pada tulang seperti pertumbuhan postur dan tinggi badan yang buruk, tumbuh bungkuk, sering otot nyeri dan lemah.

Sedangkan untuk gigi susu yang patah, Moms harus lihat dulu penyebab gigi Si Kecil patah, apakah karena benturan keras seperti terjatuh atau terkena hantaman benda tumpul, atau patah begitu saja ketika mengunyah makanan.

Jika patah karena hantaman atau terjatuh, kemungkinan besar kondisi ini tidak berkaitan dengan kekurangan kalsium. Sementara jika gigi Si Kecil patah begitu saja saat mengunyah makanan, Moms sebaiknya periksakan kondisi kesehatan gigi Si Kecil.

Ingat Moms, gigi keropos dan mudah patah bisa disebabkan karena banyak faktor. Bukan hanya karena kekurangan kalsium, tapi bisa juga disebabkan karena karang gigi, infeksi gigi dan lainnya.

Yang Dilakukan Saat Gigi Si Kecil Patah

Tentu saja hal pertama yang harus Moms lakukan adalah tetap tenang dan periksa kondisi Si Kecil. Apakah dia mengalami luka atau kondisi membahayakan lainnya tidak. Jika Si Kecil baik-baik saja, segera temukan patahan gigi Si Kecil, dan rendam dalam susu.

Susu punya banyak nutrien yang dibutuhkan untuk menjaga agar kondisi patahan gigi tetap terjaga. Patahan gigi jangan digosok maupun dilap dengan tisu. Biarkan apa adanya! (oleh drg. Rudy Kurniawan, Sp.KGA dari RSIA Grand Family Pantai Indah Kapuk, Jakarta)

Selanjutnya, drg Rudy menyarankan untuk langsung membawa Si Kecil ke dokter gigi, bersama patahan gigi tersebut (sambil direndam dalam susu). Makin cepat ditangani oleh dokter gigi, semakin besar kemungkinan gigi tersebut disambung kembali dengan bahan composite.

Jangan lupa, pastikan Moms menceritakan kronologi hingga gigi Si Kecil mengalami patah. Hal ini dilakukan untuk membantu dokter mengidentifikasi apa penyebab utama masalah ini, apakah karena kekurangan kalsium, atau penyebab lainnya.

Lalu, bagaimana jika gigi Si Kecil yang mengalami patah menyebabkan gusi berdarah? Salah satu cara efektif untuk mengatasi gusi berdarah adalah dengan cara berkumur dengan larutan air garam. Sifat anti-inflamasi dan antiseptik pada garam mampu meredakan pembengkakan dan infeksi yang menyebabkan gusi berdarah.Ini hanya pertolongan pertama ya Moms dan jika masih saja mengalami pendarahan, segeralah membawa langsung ke dokter gigi.

Bagaimana Jika Si Kecil Tak Mau Makan karena Giginya Patah?

Moms bisa siasati dengan tips berikut yang dilansir dari laman situs food.detik.com.

  1. Beri makanan lunak

Makanan lunak, seperti bubur, menjadi salah satu cara yang efektif diberikan saat si kecil sulit makan karena giginnya yang patah atau tanggal karena dapat dengan mudah ditelan dan dicerna.

  1. Beri makanan berkuah

Membuat makanan berkuah, seperti sup yang hangat dengan isian sayuran dan daging ayam ​bisa jadi alternatif​. Hanya saja, perlu diperhatikan pemilihan bahannya. Kentang, wortel dan daging ayam​ dapat​ ​di​padukan dalam sup ini. Masak hingga empuk dan sajikan hangat.

  1. Berikan sedikit saja tapi sering

Gigi yang patah atau tanggal terkadang membuat si kecil tak nafsu makan dan rewel. Jika hal ini terjadi, berikan si kecil makanan dengan porsi yang sedikit saja tapi sering agar kecukupan gizi hariannya tidak terganggu.

Semoga informasi ini bermanfaat!