Efek Masuk Sekolah Terlalu Pagi bagi Anak

Merries Insight
14 Februari 2015
Kesehatan
Share
Efek Masuk Sekolah Terlalu Pagi bagi Anak

Negara kita pernah menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan jam masuk sekolah. Isi kebijakan tersebut kurang lebih bahwa jam masuk sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA yaitu di bawah jam 8 pagi. Kebijakan tersebut nampaknya perlu dikaji ulang karena jam masuk sekolah yang terlalu pagi dinilai dapat mempengaruhi kesehatan anak. Mengapa? Kualitas kesehatan akan menurun jika anak kekurangan tidur. Normalnya, menurut AAP (American Academy of Pediatric), jam masuk sekolah yang paling tepat, khususnya untuk anak-anak yang masih dalam masa pubertas, adalah pukul 8.30 bahkan lebih.

Anjuran jam sekolah yang diajukan oleh APP ini bukan tanpa dasar. Anjuran ini berdasarkan sebuah hasil penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa anak-anak, khususnya mereka yang sudah beranjak remaja di Amerika Serikat, kurang tidur akibat jam masuk sekolah yang terlalu pagi. Dampaknya adalah kinerja atau produktifitas anak-anak tersebut menurun di sekolah. Bahkan dampak negatifnya menjalar ke aspek kesehatan keselamatan anak-anak.

Dr. Marcel Deray, seorang spesialis yang berkaitan dengan tidur, mengatakan bahwa masalah ini sangat penting. Beliau melihat banyak anak-anak di Amerika kelelahan dan bermasalah di sekolah akibat mereka harus bangun dan beraktivitas di sekolah sejak pagi hari. Agar tidak terlambat ke sekolah, anak-anak harus bangun pagi, yaitu pukul 5 sampai dengan 6 pagi.

Sebagian besar orang tua mencari solusi bagaimana caranya agar anak mereka tidak kurang tidur dan tidak lelah ketika sedang beraktivitas di sekolah. Solusi yang dipilih adalah dengan meminta si anak untuk tidur lebih awal. Akan tetapi solusi tersebut nampaknya tidak mudah untuk dipraktikan karena kondisi biologis anak yang mempunyai jam tidur yang berbeda-beda. Saat seorang anak mulai memasuki fase pubertas, siklus tidurnya akan berubah sehingga waktu bangun tidurnya juga akan berubah. Alhasil, anak-anak yang sedang beranjak dewasaa akan sulit tidur di bawah pukul 11.00 malam.

Anak-anak remaja juga lambat dalam mengeluarkan hormone melatonin. Akibatnya, kebutuhan tidur pada anak remaja relatif lebih banyak. Jika orang dewasa normalnya memiliki kebutuhan tidur sebanyak 8 jam, tidak untuk anak remaja. Anak remaja setidaknya membutuhkan waktu tidur 9 jam setiap harinya.

Siapkan juga menu sarapan yang berkualitas sebelum anak memulai aktivitasnya sekolah. Saat malam hari juga Moms bisa menyiapkan multivitamin atau nutrisi tambahan untuk menjaga stamina tubuhnya dan terasa segar keesokan harinya.

Baca Juga

Persiapan Anak Sebelum Masuk Pra Sekolah

Menurut Penelitian, Anak Indonesia Terbiasa Bangun Lebih Pagi. Apa Manfaatnya?

Moms, Ini Resiko Terlalu Banyak Minum Susu Bagi Si Kecil