Cara Tepat Menurunkan Panas Tubuh Anak Saat Demam

Merries Insight
02 November 2020
Kesehatan
Share
Cara Tepat Menurunkan Panas Tubuh Anak Saat Demam

Kesehatan anak menjadi hal paling penting bagi setiap orang tua. Tak sedikit Moms yang merasa panik ketika Si Kecil mengalami demam tinggi. Karena itu, Moms perlu mengetahui cara tepat menurunkan panas tubuh anak ketika di rumah.

Demam pada bayi ataupun anak sebagai respons normal terhadap rangsangan yang datang dari luar atau dalam tubuh, salah satunya penyakit infeksi. Namun, tak semua demam disebabkan oleh infeksi. Demam juga bukan merupakan penyakit, tapi sebuah gejala atau tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang ‘berjuang’ melawan kuman penyakit. 

Juga Moms, gejala demam juga bisa terjadi karena vaksinasi. Si Kecil biasanya mengalami demam dalam waktu kurang dari 48 jam. Tubuh biasanya sedang membiasakan diri dengan zat asing yang baru masuk dari vaksinasi. Bila Moms merasa cemas akan gejala-gejala yang tak biasa, contohnya demam sangat tinggi atau tangan bengkak, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter. 

Perlu kita tahu Moms, suhu tubuh normal seorang anak antara 36,5-37 derajat celcius. Nah, bila suhu tubuh anak lebih tinggi dari 38 derajat celcius, maka harus diwaspadai anak mengalami demam. Demam pada anak umum terjadi dan biasanya hilang sendiri pada hari ke-3 atau ke-4. Meski demikian, demam yang dialami Si Kecil kemungkinan membuatnya merasa tak nyaman. Selain kenaikan suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat celcius dengan ditandai tubuh yang terasa hangat atau panas, anak juga biasanya menunjukkan ciri lainnya. Misalnya, ia tidak aktif  bermain dan banyak bicara seperti biasanya. Ia juga tampak malas atau tak merasa lapar/haus, lebih sering tidur dan jarang buang air kecil.

Demam yang dialami Si Kecil tidak dinilai mengkhawatirkan jika ia masih aktif bermain, makan/minum dengan baik, mampu merespons dengan baik, warna kulit tampak normal dan terlihat baik-baik saja saat suhu tubuhnya perlahan turun.

Lalu, bagaimana cara mengukur suhu tubuh Si Kecil? Moms dapat menggunakan termometer. Karena itu, sediakan selalu termometer di rumah.  Demam pada Si Kecil terjadi bila suhu tubuh diukur melalui mulut menunjukkan angka 37,8 derajat celcius atau bila diukur di bawah lengan mencapai 37,2 derajat celcius.

Demam tinggi sebenarnya tidak menunjukkan mengenai seberapa sakit yang dialami Si Kecil. Bahkan, flu ringan dan infeksi virus dapat menimbulkan demam tinggi yang mencapai angka 38,9 hingga 40 derajat celcius. Namun, hal ini bukan pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Boleh jadi, masalah serius pada Si Kecil mungkin tidak menunjukkan demam atau justru suhu tubuh turun yaitu di bawah 36,1 derajat celcius. 

Perlu kita ketahui Moms, suhu tubuh yang naik/turun bisa membuat Si Kecil kedinginan atau berkeringat. Hal ini terjadi karena tubuh berupaya melepaskan panas ekstra sambil menurunkan suhu tubuh. Selain itu, terkadang  demam membuat pernapasan anak tampak lebih cepat dari biasanya dan bahkan menyebabkan detak jantung lebih cepat.  

Kapan Perlu Obat Penurun Panas?

Untuk mengatasi demam bisa dengan konsumsi obat penurun panas atau antipiretik. Obat penurun panas ini bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh dan membuat anak merasa nyaman.  Adapun pemberian obat penurun panas ini harus diberikan berdasarkan berat badan anak dan dibutuhkan sendok obat yang khusus. Jadi, pemberiannya tidak asal dan sembarangan ya Moms. Perhatikan seksama petunjuk penggunaan yang biasanya tersedia di tiap kotak/botol obat. Selain itu, biasanya obat ini harus disimpan pada tempat yang tidak terkena matahari langsung dan dianjurkan agar tidak dalam jangkauan anak. 

Perlu kita tahu juga Moms, pemberian obat penurun panas tersebut bila suhu anak terindikasi mencapai 38oC. Seiring kembali normal suhu tubuh Si Kecil, akan tampak perubahan suasana hati, nafsu makan yang membaik dan aktivitas anak yang membaik.

Selain pemberian obat penurun panas atau demam, Moms juga dapat memberikan upaya lain seperti kompres hangat, memberikan banyak makan atau minum dan sebagainya. Sedangkan, mengenai pemberian obat tradisional dengan produk herbal belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam. Sehingga lebih baik Moms mengkonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Berikut ini upaya-upaya lain yang dapat dilakukan Moms untuk meredakan demam pada Si Kecil di rumah: 

Kompres dengan air hangat

Mengompres Si Kecil dengan dengan air hangat mungkin cukup sering dilakukan Moms untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Upaya ini telah dilakukan secara turun-temurun. Namun, cara ini sebenarnya hanya menurunkan suhu tubuh sementara. Bahkan, pada beberapa anak, langkah ini tidak menurunkan demam. Meski demikian, tak keliru juga bila coba dilakukan.

Bagaimana caranya? Moms bisa meletakkan kain kompres air hangat di area lipatan ketiak atau selangkangan selama 10-15 menit. Upaya ini akan membantu menurunkan suhu tubuh dengan cara panas keluar melalui pori-pori kulit melalui proses penguapan. Bila suhu tubuh Si Kecil meningkat, penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak. Lalu, dilanjutkan kompres air hangat.

Mandi air hangat 

Meski anak sedang mengalami demam, namun ia tetap harus mandi meski dengan cara dilap. Mandi air hangat dengan suhu sekitar 29 – 32 derajat celcius bisa membantu menangani demam yang dialami Si Kecil. Air hangat akan membantu mendinginkan tubuh Si Kecil dan menurunkan suhu tubuh sedikit menurun, sedikitnya sekitar 1-2 derajat celcius selama 30-45 menit.

Memakaikan pakaian yang tipis 

Mungkin masih ada orangtua yang keliru memakaikan pakaian yang tebal ketika anak mengalami demam.  Padahal justru pakaian tebal menyebabkan panas tubuh tidak keluar dan  suhu tubuh semakin tinggi. Karena itu, pastikan Si Kecil menggunakan pakaian tipis sehingga membantu memudahkan panas dari dalam tubuh keluar. Selain pakaian yang tipis, Moms juga perlu menyesuaikan suhu ruangan atau kamar Si Kecil, jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Dengan demikian, anak tak merasa kedinginan ataupun kepanasan. 

Berikan banyak minum air

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi banyak air. Tentu tidak langsung minum banyak dalam sekali waktu. Akan tetapi,upayakan anak minum sedikit tapi lebih sering. Hal ini dapat membantu tubuh agar lebih cepat mengeluarkan panas dalam tubuh, sekaligus juga mencegah risiko dehidrasi. Kenapa demikian? Karena saat demam suhu tubuh yang tinggi, anak pun lebih berkeringat dan kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya. Dikatakan bahwa kebutuhan cairan harian akan bertambah 10% untuk tiap kenaikan derajat badan. Jadi bila suhu Si Kecil yang berusia 7-12 bulan di 37,8 derajat, ia akan membutuhkan air mineral ekstra sebanyak 70ml. Sedangkan untuk usia 1-3 tahun, ia akan membutuhkan tambahan sebanyak 130ml.

Selain minum air mineral, Moms juga bisa memberikan Si Kecil berupa jus atau sup untuk memenuhi kebutuhan cairan. Untuk usia bayi di bawah 6 bulan, cairan yang dapat diberikan berupa ASI. Namun, bila usianya sudah di atas 6 bulan, Moms dapat memberikan air putih atau mineral. 

Salah satu cara membuat Si Kecil merasa lebih nyaman bila mengalami demam adalah dengan memilih popok yang tepat. Ketika Si Kecil sedang demam dan lebih berkeringat, gunakan Merries agar keringat ekstra tersebut bisa cepat terserap popok. Hal ini penting, jangan sampai demam Si Kecil malah memicu timbul ruam popok karena keringat yang menyebabkan keadaan bokong lembap, lalu berakhir menjadi iritasi. Tidak hanya daya serap, sirkulasi udara di tiga lapisan bersirkulasi udara popok Merries membantu popok bisa lebih cepat kering. Lapisan terluar popok juga membantu mengeluarkan uap lembap dari dalam popok, baik dari pipis,  kotoran lunak atau keringat Si Kecil. Si Kecil pun bisa menjadi lebih nyaman.

Berikan asupan makanan 

Saat demam, tubuh memerlukan asupan gizi yang lebih banyak. Semakin tinggi suhu tubuh Si Kecil, semakin besar pula kebutuhan asupan gizi melalui makanan. Karena itu, berikan anak berbagai menu favoritnya agar selera makan meningkat. Umumnya, nafsu makan menurun ketika anak mengalami demam. Kondisi ini justru bisa memperlambat kesembuhan Si Kecil. 

Karena itu, coba Moms tawaran makanan-makanan yang meningkatkan seleranya. Namun, hindari memaksa bila ia tak mau mengkonsumsinya. Bila ia merasa lapar, tentu ia akan meminta disajikan hidangan yang diinginkan. Moms juga bisa membuat Sup Rumput Laut, Sup Kacang Merah, hingga Bubur Kentang Salmon yang gurih agar Si Kecil lahap makan.