Cara Merawat Bayi Baru Lahir bagi Moms Baru

Merries Insight
24 Juli 2020
Kesehatan
Share
Cara Merawat Bayi Baru Lahir bagi Moms Baru

Merawat bayi baru lahir memang susah-susah gampang. Tapi Moms tak perlu khawatir karena perawatan dasar bayi baru lahir dapat dipelajari. Yuk, simak bagaimana merawat hari-hari pertama Si Kecil di rumah.

Lahirnya Si Kecil tentu membahagiakan bagi Moms dan Dads sekeluarga. Sebagai orangtua baru, pastinya Moms ingin dapat merawat dengan baik. Meski begitu, merawat bayi baru lahir tidaklah segampang yang diduga. Akan tetapi, hal itu dapat dipelajari sehingga Moms terampil merawat Si Kecil.  Berikut beberapa tips mengenai perawatan dasar bayi baru lahir bagi Moms baru. 

Pastikan Si Kecil tidur terlentang

Umumnya, bayi baru lahir masih sering tidur. Bahkan, tidur bayi dalam sehari bila dihitung bisa total 20 jam. Memang variatif, kadang tidur bayi  hanya beberapa puluh menit, ada pula yang sampai hitungan berjam-jam lamanya. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan suhu ruangan kamar, tidak terlalu dingin atau panas. Suasana kamar yang sejuk membuat bayi merasa nyaman. 
  • Pastikan kamar berventilasi cukup, memiliki sirkulasi udara bagus dan mendapat pencahayaan yang baik.
  • Pilih alas tidur bayi yang rata, namun tak terlalu lembut.
  • Hindari benda-benda yang bisa menutupi kepala Si Kecil.
  • Pastikan posisi tidur bayi terlentang untuk menghindari SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi yang salah penyebabnya adalah pernapasan yang terhalang .

Merawat tali pusat

Tidak jarang tali pusat tidak langsung terputus dari Si Kecil yang baru lahir. Sembari menunggu tali pusat lepas dengan sendirinya, Moms dan Dads harus merawat tali pusat dengan baik. Tali pusat harus dijaga kebersihannya karena bila tidak, bisa berisiko menjadi rumah kuman dan memicu infeksi pada Si Kecil.

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusat:

  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum Moms merawat tali pusat Si Kecil. 
  • Hindari mengoleskan sesuatu atau apapun pada tali pusat. Selain itu, tak perlu mengompres tali pusat dengan kain kasa yang mengandung cairan antiseptik.
  • Tali pusat tak perlu ditutup dengan kain kasa. Hindari pula tali pusat tertutup oleh popok maupun gurita.
  • Pastikan agar tali pusat tidak terkena cairan atau menjadi basah. Hindari juga tali pusat dari air pipis atau kotoran lunak Si Kecil.
  • Lekas cuci bersih bila tali pusat kotor. Gunakan air yang bersih dan sabun. Kemudian, Moms keringkan dengan kain bersih. Moms biarkan saja tali pusat ini terlepas sendiri. Biasanya tali pusat akan putus dengan sendirinya 7-14 hari setelah bayi lahir. Bila terdapat gejala infeksi, misalnya ada tanda kemerahan dan atau bengkak pada pusat atau area kulit di sekitarnya, muncul bau busuk dan tampak bernanah, segera berkonsultasi dengan dokter.  

Memandikan bayi

Begitu lahir, Si Kecil belum perlu dimandikan. Ia masih memiliki lapisan pelindung yang tampak seperti lemak berwarna keputihan. Lapisan ini berfungsi untuk menjaga suhu Si Kecil. Berikut hal yang perlu diperhatikan Moms:

  • Setelah 6 jam, Si Kecil dapat dilap, bukan dimandikan. Pastikan menggunakan air hangat saja. 
  • Sebelum tali pusat lepas, Si Kecil dapat dimandikan dengan kain lap hangat.
  • Setelah tali pusat lepas, Si Kecil dapat dimandikan dengan menggunakan bak mandi khusus bayi. Perhatikan jangan sampai kepala bayi terendam dalam air.
  • Pastikan air terasa hangat. Moms bisa memeriksanya terlebih dahulu dengan tangan Moms. Gunakan sabun dan sampo khusus bayi.
  • Hindari memandikan Si Kecil persis setelah bayi makan atau diberi susu. Karena bila tidak sengaja tertekan, bayi bisa muntah. Moms bisa menunggu 30 menit dulu agar makanan atau susu dicerna oleh bayi sebelum memandikannya.
  • Saat melakukan perawatan kulit bayi, hindari penggunaan bedak tabur. Partikel bedak tabur yang kecil bisa terhisap secara tidak sengaja oleh bayi. Partikel ini bisa menghalangi pernapasan Si Kecil sehingga bisa menyebabkan kematian.

Membersihkan mata, telinga dan hidung

Kemampuan melihat bayi baru lahir masih sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 20-30 cm. Selain itu, penglihatan Si Kecil masih sensitif terhadap cahaya terang. Hingga usianya beberapa bulan ke depan, kedua bola matanya tampak tidak sejajar atau  seperti juling. Pada sebagian bayi, terkadang bola matanya bergerak-gerak cepat ke arah kiri dan kanan, terutama ketika akan tidur.  Tapi Moms tak perlu khawatir karena hal tersebut normal-normal saja. Sebab, otot-otot penggerak bola mata sedan dalam masa perkembangan. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  • Bersihkan mata menggunakan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat. Bersihkan mulai dari arah hidung ke luar. 
  • Bila Moms melihat ada tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, atau bahkan mengeluarkan nanah, segera periksa Si Kecil ke dokter.

Bagaimana dengan telinga? Perlu kita tahu, fungsi pendengaran bayi telah cukup matang pada bulan pertama. Si Kecil akan lebih mengenal suara ibunya, dibandingkan orang-orang lain di sekitarnya. Bayi juga sering tampak terkejut bila tiba-tiba mendengar suara keras. Hal yang perlu diperhatikan:

  • Moms tak perlu membersihkan kotoran telinga secara rutin, sebab, kotoran itu akan keluar dengan sendirinya. Bila Moms masih khawatir, moms cukup memeriksa telinga bayi dengan cara menarik sedikit lubang telinganya, Moms bisa melap kotoran dari luar jika ada kotoran yang terlihat. 
  • Demikian pula dengan lubang hidung Si Kecil.  Moms tak perlu membersihkan secara khusus. Akan tetapi, cukup lap hidungnya saat mandi dari luar tanpa menusuk dalam hidung Si Kecil. 

Memilih pakaian bayi

Berikut yang perlu diperhatikan Moms:

  • Pilihlah pakaian bayi yang berbahan lembut, menyerap air serta tak kaku. Si Kecil hanya perlu menggunakan atasan, popok atau celana, selimut serta topi jika kedinginan. 
  • Hindari membedong karena dapat membatasi gerak bayi.
  • Moms juga tak disarankan bayi untuk terus-menerus memakai sarung tangan atau kaos kaki. Kenapa? Karena pada area tangan dan kaki ada indera peraba sebagai alat untuk belajar pada bayi. Biarkan Si Kecil menyentuh benda-benda sekitarnya untuk melatih kemampuan motorik halus Si Kecil. Hal ini bisa membantu Si Kecil mulai mengenal dan sensitif terhadap berbagai tekstur permukaan.
  • Hindari bayi menggunakan gurita karena dikhawatirkan mengganggu proses pernapasan. 

Pola pipis dan buang kotoran

Umumnya, bayi akan pipis dalam waktu 24 jam pertama. Kemudian, ia akan buang air besar (BAB) paling telat dalam 48 jam pertama. Bila hal ini tidak terjadi, Moms perlu memeriksakan Si Kecil lebih lanjut. Berikut hal yang perlu Moms perhatikan:

  • Setelah dua hari pertama, Si Kecil akan pipis sekitar 5-6 kali per hari dan BAB sekitar 3-4 kali per hari.
  • Warna air pipis yang baik adalah jernih dan tak berwarna pekat. Sementara, warna kotoran lunak akan berubah dari hitam pekat menjadi hijau dan akhirnya berwarna kekuningan pada sekitar usia 5 hari
  • Bila tidak ada perubahan warna kotoran, harus dilakukan evaluasi kecukupan asupan ASI. 
  • Bila Moms mendapati darah pada kemaluan bayi perempuan saat awal-awal kelahiran, maka tak perlu cemas. Kondisi ini dikarenakan Si Kecil masih dipengaruhi hormon Moms. Hal ini masih terbilang normal.
  • Pilih popok bayi yang memiliki daya serap yang baik agar kulit bayi bisa terus terjaga kering untuk menghindari ruam popok. Moms juga bisa memilih Merries NB24, karena popok Merries NB24 telah didesain khusus untuk bayi yang baru lahir. Tipe perekat pada popok dapat Moms sesuaikan berkali-kali untuk memastikan kenyamanan bayi. Alarm penanda pipis pada popok Merries juga akan memudahkan Moms untuk memastikan kondisi popok tetap kering.

Membersihkan kemaluan bayi

Berikut yang perlu diperhatikan Moms:

  • Bersihkan kemaluan Si Kecil dari bagian depan ke belakang, dengan bagian bokong dibersihkan paling terakhir. Gunakan kapas yang sudah dibasahi air bersih atau dengan handuk basah. 
  • Ganti popok Si Kecil secara rutin bila sudah penuh oleh air pipis atau kotoran lunak. Direkomendasikan bahwa popok diganti setiap 3-4 jam sekali. Moms tidak perlu menunggu popok penuh dengan pipis atau kotoran lunak. Popok juga bisa lembap dan perlu diganti jika bayi berkeringat.

Kenali tanda lapar

Mungkin Moms dan Dads merasa bahwa setiap bayi menangis adalah tanda ia lapar. Padahal, ada banyak arti dari tangisan bayi, dan bayi yang lapar tidak pasti selalu menangis atau rewel. Tanda lainnya adalah ia seperti mau memasukkan tangannya ke dalam mulut atau menggenggamkan tangan.  Hal yang perlu diperhatikan:

  • Berikan ASI sesuai kemauan Si Kecil tanpa terpaku dengan jadwal tertentu. Namun, hindari menunggu bayi lapar baru kemudian menyusuinya. Biasanya bayi perlu menyusu setiap 2-3 jam sekali. Moms bisa memeriksa kebutuhan atau keinginan bayi tiap 2-3 jam sekali.
  • Umumnya bayi akan menyusu sekitar selama 5-30 menit. Bila ia menyusu di luar rentang waktu tersebut, coba evaluasi proses menyusui. Apakah bayi kesulitan menemukan puting atau menghisap?
  • Jika Moms terpisah dengan Si Kecil, lakukan pemerahan dan simpan ASI. Air Susu Ibu Perah (ASIP) bisa diberikan melalui sendok atau cangkir. Lalu, Moms bisa kembali memberikan susu secara langsung ketika bertemu dengan Si Kecil kembali. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) lebih merekomendasikan memberikan ASI Perah dari sendok atau cangkir daripada botol susu, karena penggunaan botol susu bisa membuat bayi bingung puting. Serupa dengan menyusu di payudara, Moms bisa mendorong bayi untuk menggunakan lidahnya ketika menyusu menggunakan sendok dan cangkir. Berbeda dengan botol susu, bayi tidak perlu menggunakan lidah untuk menyusu, sehingga penggunaan botol susu bisa membuat bayi bingung puting nantinya.

Nah Moms dan Dads, ternyata tidak terlalu sulit kan merawat Si Kecil? Asal tahu cara-caranya. Seiring waktu, pastinya Moms dan Dads akan lebih terampil dalam mengasuh dan merawat bayi baru lahir.