Benarkah Gatal Selalu Pertanda Alergi?

Merries Insight
06 September 2019
Kesehatan
Share
Benarkah Gatal Selalu Pertanda Alergi?

Artikel ini berisi tentang :

  1. Infeksi Kulit Karena Bakteri dan Jamur
  2. Si Kecil Terkena Kaligata atau Biduran
  3. Gigitan Tungau atau Kutu Kasur
  4. Gigitan Serangga

Ada banyak gejala yang ditunjukan saat Si Kecil mengalami alergi, baik itu alergi debu, alergi makanan dan lainnya, salah satunya gatal dan ruam merah. Tapi ingat Moms, tidak semua rasa gatal itu disebabkan karena alergi. Jika memang rasa gatal tersebut karena alergi, jangan digaruk karena menggaruk tidak akan meredakan gatal, justru bisa memperparah keadaan kulit. Cukup redakan gatal karena alergi dengan kompres air dingin. Selain mengompres dengan air dingin, mandi air dingin juga bisa menjadi salah satu cara efektif mengurangi rasa gatal akibat alergi.

Selain karena alergi, ada banyak penyebab gatal yang bisa menyerang Si Kecil, diantaranya :

Infeksi Kulit Karena Bakteri dan Jamur

Gatal yang menyerang Si Kecil bisa juga diakibatkan karena bakteri yang jadi penyebab infeksi kulit, seperti Staphylococcus aureus. Umumnya, bakteri ini meninggalkan rasa gatal, dan masalah kulit yang disertai nanah, seperti bisul, jerawat, dan lainnya.

Biasanya, infeksi bakteri tersebut ditularkan oleh orang yang sebelumnya telah terinfeksi, bisa tertular karena bertukar pakaian, menggunakan handuk yang sama, atau bisa juga karena Moms kurang memperhatikan kebersihan lingkungan Si Kecil.

Selain karena infeksi bakteri, infeksi jamur pun bisa menyebabkan kulit Si Kecil diserang gatal. Umumnya, jamur menyerang bagian tubuh Si Kecil yang lembab, terutama area selangkangan, ketiak dan area tubuh lainnya yang cenderung lembab.

Untuk mengatasinya, segera temui dokter dan membeli obat yang memang diresepkan oleh dokter tersebut..

Si Kecil Terkena Kaligata atau Biduran

Kaligata, atau biduran, atau dalam bahasa medis dikenal dengan nama urtikaria, merupakan salah satu jenis alergi dengan ciri khas utama munculnya ruam berupa tonjolan tidak beraturan. Selain bentuknya, lokasi biduran pun bisa terjadi di mana saja dan menyebar hingga ke seluruh tubuh.

Biduran memang tidak berbahaya, tapi rasa gatal yang timbul akibat kondisi ini bisa menyebabkan Si Kecil tidak nyaman dan rewel. Selain itu, biduran pun bisa menyebabkan infeksi kulit karena area yang gatal terus digaruk hingga lecet.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan biduran, dari mulai paparan bahan kimia, faktor perubahan cuaca yang membawa alergen, faktor konsumsi makanan yang mengandung alergen, dan berbagai faktor lainnya. (oleh Debra Jaliman, MD, pakar kesehatan kulit dari New York)

Biduran bisa hilang dengan sendirinya dalam 2-3 hari tanpa perlu diobati. Namun dalam kondisi tertentu jika Si Kecil belum sembuh dalam 3 hari dan menyebabkan infeksi lainnya, Moms wajib membawa Si kecil ke dokter.

Gigitan Tungau atau Kutu Kasur

Gigitan tungau atau kutu kasur bisa mendatangkan rasa gatal yang sangat menyiksa. Biasanya, gigitan tungau ini bisa dikenali dengan ciri khas utama, kulit kemerahan dan bengkak. Kondisi ini biasanya terjadi di area leher, wajah, pundak, kaki, tangan dan area lainnya.

Perlu diingat, gigitan tungau ini tidak hanya berasal dari kasur, tapi bisa juga berasal dari kursi, karpet, gorden, dan area lainnya.

Untuk mengatasinya, cuci bersih seluruh perlengkapan yang diduga sebagai tempat bersembunyinya tungau, seperti sprei, sarung bantal, karpet dan lainnya dengan air panas. Untuk kasur, harus dijemur di tengah terik sinar matahari.

Untuk mengatasi gigitan tungau, Moms bisa mengoleskan bawang putih pada bagian bentol merah. Jika sampai menyebabkan syok anafilaktik, atau muncul reaksi alergi seperti demam, sesak nafas, dan ruam kulit parah, sebaiknya segera hubungi dokter.

Gigitan Serangga

Selain menyebabkan bentol merah, gigitan serangga pun bisa menyebabkan rasa gatal yang sangat menyiksa. Ada beberapa jenis serangga yang gigitannya wajib diwaspadai, seperti gigitan semut merah, semut rangrang, tomcat dan jenis serangga lainnya.

Khusus untuk gigitan tomcat, binatang ini harus diwaspadai. Selain dapat menyebabkan sensasi kulit terbakar dan gatal, gigitan tomcat pun bisa menyebabkan kulit melepuh.

Untuk mengatasi gigitan serangga, hal pertama yang bisa Moms lakukan adalah dengan mencuci area gigitan dengan sabun antiseptik, kemudian dilanjutkan dengan memberikan minyak kayu putih atau minyak telon untuk menghilangkan racunnya.

Selain itu, Moms pun bisa memberikan krim khusus yang berfungsi untuk mengatasi gatal dan bentol akibat gigitan serangga.

Jika terasa gatal, usahakan Si Kecil tidak menggaruknya, cukup diusap-usap saja. Jika bekas gigitan serangga menyebabkan gatal lebih dari 3 hari, dan terlihat banyak bentol di sekitar area gigitan, sebaiknya segera hubungi dokter untuk solusi lebih lanjut.