Apakah Kecemasan Anak Anda Tergolong Normal?

Merries Insight
15 Februari 2015
Kesehatan
Share
Apakah Kecemasan Anak Anda Tergolong  Normal?

Pernahkah moms mengalami pengalaman yang dialami oleh ibu dari Aidan? Ibu dari Aidan menceritakan bahwa sebelum Aidan masuk TK, Aidan tidak pernah bermasalah dengan tidurnya. Namun setelah Aidan masuk TK, ia kerap tak bisa tidur. Meski sudah ditemani oleh ibunya, Aidan tetatp saja sulit tidur. Aidan menjadi sering keluar kamar saat waktunya tidur. Kemudian ibu dari Aidan bertanya pada Aidan, “Mengapa?”. Jawaban Aidan sungguh mengejutkan. Ia menjawab, “Mom, apa Aidan harus benar-benar sekolah?”. Kemudian ibu Aidan menjawab, “Tentu. Semua anak sekolah. Sekolah itu sangat menyenangkan loh.”

Beberapa lama kemudian masalah tidur Aidan mulai berkurang. Akan tetapi Aidan berubah menjadi anak yang rewel. Ibu Aidan berpikir, “Mungkin Aidan belum siap masuk TK.” Ketika mengantarkan Aidan ke halte bus dengan menggunakan mobil, Aidan tiba-tiba mengunci dirinya sendiri di dalam mobil. Melihat sikapnya yang aneh, ibu Aidan kemudian berkonsultasi dengan psikolog anak. Psikolog anak menyimpulkan bahwa Aidan merasa cemas. Memang benar, terkadang Aidan memiliki rasa cemas yang berlebihan. Misalnya terlalu takut dengan gelap, petir, anjing, orang asing, lebah, dan benda atau hal-hal yang spesifik lainnya. sebenarnya rasa cemas yang berlebihan seperti ini adalah hal yang sangat wajar dirasakan oleh anak-anak yang berusia 2 hingga 7 tahun. Apalagi jika ditambah dengan tayangan-tayangan di media yang sangat banyak dan variatif, pastinya akan semakin menambah daftar hal-hal yang ditakuti oleh anak-anak. Sebagai contoh tayangan televisi yang menampilkan pohon yang dapat berbicara.

Andrew R. Eisen, PhD, seorang direktur Child Anxiety Disorder Clinic di New Jersey, mengatakan bahwa anak-anak dapat mengatasi rasa cemas yang berlebihan di usianya yang ke-7 atau 8 tahun. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa sebanyak 15 persen anak-anak memang pernah mengalami kecemasan yang berlebihan seperti yang dialami oleh Aidan. Parahnya, sebagian besar orang tua dan guru menganggap kecemasan yang berlebihan yang dialami oleh sebagian besar anak sebagai sebuah kelainan. Kecemasan juga sering dikaitkan dengan depresi, ADHD, atau kesulitan belajar.