Apa itu Pneumonia Bayi? dan Apa Yang Harus Diwaspadai?

Merries Insight
24 November 2022
Kesehatan
Share
Apa itu Pneumonia Bayi? dan Apa Yang Harus Diwaspadai?

Menjaga Si Kecil supaya tetap sehat dan mampu menjalani setiap tahap perkembangan bayi adalah hal penting yang harus dilakukan setiap orang tua. Adapun cara melakukannya adalah dengan selalu memberikan ASI eksklusif dan MPASI jika sudah waktunya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta mewaspadai berbagai penyakit yang bisa saja diderita Si Kecil.

Salah satu penyakit yang kini harus diwaspadai adalah pneumonia. Penyakit ini bisa membuat Si Kecil mengalami kesulitan bernapas. Lalu, apa sebetulnya pneumonia itu dan apa yang harus diwaspadai dari penyakit tersebut?

Apa Itu Pneumonia Pada Bayi dan Mengapa Harus Diwaspadai?

Pneumonia atau paru-paru basah adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi virus dan bakteri. Adapun bagian paru-paru yang terkena peradangan adalah kantong-kantong udara (alveoli) pada salah satu atau kedua paru-paru. Peradangan tersebut membuat alveoli akan dipenuhi nanah atau cairan yang membuat Si kecil jadi kesulitan bernapas.

Berdasarkan tempat penularannya, pneumonia terbagi atas dua jenis, yaitu:

  • Hospital-acquired pneumonia: pneumonia yang penularannya terjadi pada orang-orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Community-acquired pneumonia: jenis pneumonia yang menular di lingkungan masyarakat seperti pemukiman.

Penyakit ini harus diwaspadai karena bisa menular kepada siapa pun, serta bisa menimbulkan kematian. Penularan pneumonia bisa melalui udara, bersin atau batuk, darah yang keluar selama atau setelah persalinan, atau melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus pneumonia.

Menurut data WHO pada tahun 2019, tercatat ada 740.180 anak-anak meninggal akibat pneumonia. Sekitar 50 persen lebih kematian bayi akibat pneumonia berkaitan dengan polusi udara yang terjadi di lingkungan sekitar.

Selain bayi dan anak-anak, pneumonia juga bisa menjangkiti lansia berusia 65 tahun, pasien rumah sakit yang menggunakan alat bantu pernapasan, serta orang dengan sistem imun yang lemah.

Penyebab dan Gejala Pneumonia Pada Bayi

Seperti yang sudah disebutkan, penyebab pneumonia pada bayi adalah virus dan bakteri yang menginfeksi alveoli paru-paru. Jenis-jenis virus yang bisa menimbulkan pneumonia adalah virus influenza, SARS-CoV-2, dan respiratory syncytial virus (RSV).

Sementara itu, bakteri pemicu pneumonia umumnya adalah bakteri jenis Streptococcus pneumonia. Selain bakteri dan virus, pneumonia pada bayi juga bisa ditimbulkan penyakit paru-paru lainnya atau bisa juga oleh jamur.

Penularan pneumonia lewat jamur biasanya terjadi lewat spora jamur yang dihirup Si Kecil. Spora tersebut nantinya akan berkembang biak di dalam paru-paru dan memicu pneumonia. Sebagian besar jamur pemicu pneumonia adalah jamur yang biasa tumbuh di atas kotoran burung atau di tanah. Beberapa contoh jamurnya adalah Pneumocystis jirovecii dan Histoplasma capsulatum.

Umumnya, Si Kecil yang mengalami pneumonia akan mengalami gejala-gejala berupa demam, nyeri dada, batuk berdahak, sesak napas, menggigil, batuk, mual, muntah, tubuh Si Kecil mudah lelah, serta nafsu makan mulai hilang.

Bayi yang mengalami pneumonia juga akan mengalami beberapa ciri berikut:

  • Napas Si Kecil mengeluarkan bunyi seperti siulan atau suara yang berat.
  • Si Kecil tidak bisa buang air kecil seperti biasanya.
  • Bibir dan kuku Si Kecil menjadi biru.

Cara Mencegah Pneumonia Pada Bayi

Untuk menghindari dampak buruk dari pneumonia, Moms bisa melakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Untuk melakukannya, Moms bisa melakukan cara-cara berikut:

1. Memberikan ASI Eksklusif Pada Enam Bulan Pertama Usia Si Kecil

Walaupun terkesan klise, cara ini justru ampuh untuk mencegah Si Kecil terkena pneumonia. ASI eksklusif bisa membantu sistem kekebalan tubuh menjadi kuat, sehingga SI Kecil bisa terlindungi dari berbagai penyakit menular seperti pneumonia.

2. Mencuci Tangan dengan Sabun

Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri yang bisa menular dari mana saja. Untuk mencegahnya, Moms bisa mengajak Si Kecil mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Menurut penelitian, cara ini bisa mengurangi risiko paparan bakteri pemicu pneumonia. Jika ada orang lain yang ingin memegang Si Kecil, Moms bisa menyuruh mereka untuk cuci tangan terlebih dulu untuk menghindari penularan virus.

3. Pemberian Vaksin

Risiko kematian akibat pneumonia bisa dicegah sedini mungkin. Salah satu caranya adalah dengan pemberian vaksin, khususnya Hib, pneumococcus, pertussis, dan campak.

Selain tiga cara di atas, Moms juga bisa melakukan cara-cara lainnya seperti memastikan asupan gizi Si Kecil terpenuhi, menerapkan hidup sehat dan bersih, serta mengurangi risiko polusi udara.

Kapan Harus Memeriksakan Si Kecil Ke Dokter?

Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala pneumonia, Moms harus segera memeriksakan Si Kecil ke dokter. Nantinya, dokter akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Si Kecil. Misalnya: kapan gejala-gejala pneumonia pada Si Kecil muncul, riwayat kesehatan Si Kecil dan orangtua, kondisi lingkungan sekitar, serta kebiasaan yang dilakukan Moms dan Si Kecil. Jika diperlukan, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan pada bagian tubuh Si Kecil, khususnya paru-paru.

Untuk pengobatan, dokter biasanya akan memberikan obat sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan pneumonia Si Kecil. Misalnya: jika pneumonia disebabkan bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik.

Itulah informasi mengenai pneumonia pada bayi. Semoga bisa membuat Moms lebih mewaspadai salah satu penyakit pernapasan tersebut, sehingga Si Kecil pun bisa tetap sehat dan mampu melewati setiap tahap perkembangan bayi.

Selain memastikan kondisi tubuh dan lingkungan Si Kecil sehat , Moms juga harus memastikan setiap kebutuhannya seperti popok. Untuk urusan popok, Moms bisa memilih popok Merries Good Skin.

Bagian permukaannya yang lembut bisa membuat kulit Si Kecil nyaman sepanjang hari. Daya serapnya pun tinggi, sehingga mampu menyerap pipis hingga 5 kali pipis. Popok Merries ini juga memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga kulit Si Kecil bisa bebas bernapas.


Bagian popok Merries ini sudah dilengkapi karet pinggang elastis yang lembut dan tidak menimbulkan bekas kemerahan pada kulit Si Kecil. Saat ini, popok Merries Good Skin Sudah teruji secara klinis oleh PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) mampu mencegah iritasi pada kulit bayi. Popok Merries ini bisa langsung Moms pesan disini!