Anak Sering Mengigau, Normalkah?

Merries Insight
05 Februari 2015
Kesehatan
Share
Anak Sering Mengigau, Normalkah?

Pastinya moms ingin tahu anak-anak yang sering mengigau saat tidur termasuk normal atau tidak. Mengigau tidak selalu menjadi sebuah pertanda apakah anak tersebut termasuk normal atau tidak. Mengigau memang sering dialami oleh anak-anak terutama anak laki-laki dan biasanya mengigau sering dialami oleh anak-anak di usia 2 tahun. Iguan akan menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia di atas 7 tahun. Anak-anak berusia 2 tahun umumnya sedang aktif berlari-lari dan mengucapkan kata-kata yang terdiri dari dua kata. Di usia ini, anak-anak juga sudah mulai terlihat sisi lain yang kerap menolak perintah moms. Pengalaman-pengalaman inilah yang kemudian dianggap sebagai pengalaman yang terlalu menyenangkan sehingga secara tidak sadar akan terbawa dalam tidurnya. Alhasil, anak akan mengigau. Igauan pada anak-anak juga bisa saja sebagai efek dari rasa takut dan lelah yang sedang dialami oleh anak tersebut.

Nah, untuk mengurangi frekuensi igauan pada anak anda, moms perlu membuat jadwal tidur yang teratur. Silahkan moms atur jam tidur buah hati anda dan jangan lupa untuk mengatur rutinitas anak sebelum tidur. Usahakan agar buah hati anda tidak terlalu banyak beraktivitas. Jika buah hati anda termasuk anak yang aktif bergerak, sediakan waktu untuk beristirahat seperti tidur siang agar malamnya tidak terlalu lelah.

Ketika anda menjumpai anak anda sedang mengigau, anda tak perlu membangunkannya. Pastikan saja tidak ada benda-benda berbahaya di sekitarnya. Yang perlu moms lakukan adalah menenangkannya dan mengajaknya untuk tidur kembali. Amati juga kata-kata igaunnya. Jika igauannya hanya berupa tawa atau kata-kata lucu, abaikan saja. Namun jika igauannya berupa kata-kata yang menunjukan ekspresi ketakutan, moms perlu mewaspadainya. Mungkin sebelumnya anak anda pernah memiliki pengalaman yang traumatis terhadap suatu kejadian atau terhadap seseorang. Untuk mengetahui pengalaman traumatis tersebut, moms bisa meminta keterangan pengasuh, guru, teman, dan orang-orang yang dekat dengan anak anda. Solusi yang paling efektif adalah dengan membawa buah hati anda ke psikolog anak. Psikolog anak mempunyai cara tersendiri untuk menguak masalah-masalah yang pernah dialami oleh anak.