Kenalan Lebih Dekat dengan Ari Ari Bayi, Fungsi, serta Berbagai Mitosnya

Merries Insight
30 Desember 2021
Umum
Share
Kenalan Lebih Dekat dengan Ari Ari Bayi, Fungsi, serta Berbagai Mitosnya

Memiliki buah hati tentu menjadi anugerah terbesar yang membuat Moms & Dads bahagia. Moms & Dads pasti jadi telaten menjaga kesehatan Si Kecil sejak dalam kandungan. Tak jarang pula para Moms & Dads sudah menyiapkan berbagai rencana sejak jauh hari, mulai dari imunisasi bayi, memilih popok bayi terbaik, menu MPASI 6 bulan, hingga mencari info tentang harga popok bayi.

Selain menyiapkan berbagai perlengkapan untuk menyambut Si Kecil, Moms & Dads juga mesti berinisiatif mempelajari berbagai hal seputar kesehatan bayi, ya. Salah satu hal penting yang berkaitan dengan perkembangan calon buah hati dalam kandungan adalah ari ari bayi.

Apa saja hal yang sudah Moms & Dads ketahui tentang ari ari bayi? Yuk, kenalan lebih dekat dengan ari ari bayi, bentuk, fungsi, serta mitosnya agar bisa menjaga kesehatan calon buah hati dengan cara yang tepat.

Apa yang Dimaksud dengan Ari Ari Bayi?

Ari ari bayi yang juga dikenal dengan istilah plasenta adalah organ yang berkembang di rahim Moms selama masa kehamilan berlangsung. Jika dilihat sekilas, bentuk ari ari bayi mirip gumpalan organ hati mentah yang terdiri dari ratusan pembuluh dan vena halus. Permukaan ari ari yang menempel pada rahim kelihatan kasar dan berongga. Sisi luarnya berwarna merah tua, sedangkan sisi yang menempel pada janin tampak mengkilap dengan warna hampir transparan. Ukuran ari ari bayi berbeda-beda karena dipengaruhi bobot bayi. Namun, ari ari bayi memiliki berat rata-rata 500 gr dengan diameter kurang lebih 20 cm dan ketebalan bagian tengah 2,5 cm.

Berbagai Fungsi Ari Ari Bayi

Tumbuh kembang calon bayi di dalam kandungan sangat dipengaruhi oleh beberapa fungsi ari ari bayi berikut ini:

  • Melakukan pertukaran oksigen dan karbondioksida karena paru-paru janin belum dapat melakukan pertukaran gas selama berada dalam kandungan.
  • Menyediakan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan calon buah hati, yaitu glukosa, asam amino, asam lemak, elektrolit (ion natrium dan klorida), vitamin, mineral, dan air.
  • Menghasilkan beberapa jenis hormon pendukung kehamilan, yaitu Human Chorionic Gonadotropin (hCG), relaksin, oksitosin, progesteron, dan estrogen.
  • Menjadi penghalang yang memisahkan sel-sel janin dengan aliran darah Moms sehingga janin tidak dianggap sebagai zat asing oleh tubuh Moms.
  • Melindungi janin dari risiko serangan mikroorganisme penyebab penyakit yang rentan mengganggu tumbuh kembangnya di dalam kandungan.
  • Menyalurkan antibodi Immunoglobulin G (IgG) dari Moms ke calon buah hati sehingga Si Kecil memiliki antibodi alami selama 3 bulan setelah dilahirkan.

Bagaimana Proses Pembentukan Ari Ari Bayi?

Proses pembentukan ari ari bayi diawali dengan luruhnya folikel di indung telur yang disebut corpus luteum pada usia kehamilan 3 minggu. Corpus luteum akan mulai memproduksi hormon progesteron dan menyediakan nutrisi untuk janin hingga trimester kehamilan. Di usia kehamilan 4 minggu, beberapa sel yang menempel di dinding rahim akan memisahkan diri dan menggali dinding rahim lebih dalam. Salah satu dari sel yang melepaskan diri tersebut akan membentuk ari ari bayi dan menggantikan tugas corpus luteum pada trimester kedua kehamilan. Ari ari bayi atau plasenta akan memiliki struktur lengkap saat usia kandungan mencapai 12 minggu. Ukuran ari ari akan terus membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan supaya bisa menyediakan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk calon buah hati Moms.

Bagaimana Proses Ari Ari Bayi Keluar dari Tubuh Moms?

Ari ari bayi akan keluar secara alami dari tubuh Moms dalam proses persalinan normal. Tubuh Moms akan mengalami kontraksi lagi usai kelahiran Si Kecil untuk mengeluarkan ari ari. Jika tidak terjadi kontraksi, dokter akan memberikan rangsang berupa suntikan atau obat-obatan tertentu. Jika Moms menjalani operasi caesar, dokter akan mengeluarkan ari ari bersamaan dengan tubuh Si Kecil.

Faktor yang Mempengaruhi Ari Ari Bayi

Beberapa faktor yang mempengaruhi ari ari bayi selama hamil adalah sebagai berikut:

  • Usia Ibu: Moms yang hamil di usia 40 tahun ke atas lebih berisiko mengalami masalah plasenta.
  • Tekanan darah: kondisi tekanan darah tinggi saat hamil berisiko membuat calon buah hati kekurangan oksigen dan nutrisi karena aliran darah ke plasenta terganggu.
  • Pecah ketuban sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL).
  • Kehamilan kembar juga lebih berisiko mengalami masalah plasenta dibandingkan kehamilan tunggal.
  • Konsumsi rokok, alkohol, atau obat-obatan yang tidak sesuai anjuran dokter selama hamil.
  • Trauma pada perut (mengalami benturan, jatuh, kecelakaan, dan cedera lainnya) sehingga plasenta terpisah secara prematur dari rahim (dikenal dengan sebutan Solusio Plasenta).
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Riwayat masalah plasenta pada kehamilan sebelumnya.

Mewaspadai Berbagai Gangguan pada Ari Ari Bayi

Berbagai gangguan ari ari bayi yang berisiko terjadi pada masa kehamilan atau pasca persalinan, antara lain:

  • Plasenta Previa: ari ari bayi berada pada posisi yang keliru, yaitu di bagian bawah leher rahim sehingga membuat muara leher rahim tertutup dan menyebabkan pendarahan.
  • Solusio Plasenta atau Abruptio Plasenta: kondisi sebagian atau keseluruhan ari ari terlepas dari dinding rahim sehingga membuat bayi kekurangan oksigen dan nutrisi, pendarahan parah, atau kelahiran prematur.
  • Retensi Plasenta: ari ari tidak keluar dari rahim hingga 30 menit pasca melahirkan. Hal ini biasanya terjadi karena plasenta tumbuh terlalu dalam di dinding rahim (Plasenta Akreta) atau terperangkap di belakang dinding rahim sehingga sulit keluar.

Mengungkap Mitos Ari Ari Bayi di Indonesia

Masyarakat Indonesia masih mempercayai berbagai mitos populer yang berkembang seputar ari ari bayi. Kemungkinan besar anggota keluarga Moms & Dads yang sudah sepuh pun turut mempercayai hal serupa. Beberapa mitos ari ari bayi yang perlu diluruskan kebenarannya adalah sebagai berikut:

  • Mengubur Ari Ari Bayi sebagai Saudara Kandung Si Kecil
    Ari ari bukanlah saudara kandung Si Kecil, melainkan organ sekali pakai yang langsung tidak berfungsi pasca kelahiran. Itulah sebabnya proses mengubur ari ari bayi memang merupakan cara terbaik untuk mengantisipasi pembusukan tanpa disertai niat gaib apapun. Ari ari bayi sebaiknya dikubur dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kelahiran supaya tidak terlanjur membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Galian tanah untuk mengubur ari ari harus cukup dalam agar baunya tidak menyengat hingga mengundang hewan karnivora.
  • Memberikan Penerangan pada Makam Ari Ari
    Makam ari ari biasanya diberi penerangan selama 35 hari pasca kelahiran. Hal ini dianggap penting untuk menjaga ari ari. Faktanya, penerangan pada makam ari ari bermanfaat sebagai pengingat bagi masyarakat sekitar tempat tinggal. Sehingga para tetangga bisa meminimalkan kegaduhan saat berada di sekitar rumah yang pemiliknya baru mempunyai bayi.
  • Menyertakan Benda-Benda Tertentu saat Mengubur Ari Ari
    Banyak orang percaya bahwa benda-benda yang melambangkan harapan terhadap anak harus dikubur bersama ari ari. Misalnya, ada orang yang mengubur ari ari bersama beras merah agar sang anak hidup makmur dan sejahtera atau bersama kertas berisi ayat suci Al Quran supaya anak menjadi pribadi yang soleh atau soleha. Anggapan ini tentu saja keliru karena masa depan dan akhlak Si Kecil ditentukan oleh cara Moms & Dads dalam mendidik dan memberikan bekal hidup.

Jika kesehatan ari arinya senantiasa terjaga, tumbuh kembang Si Kecil dalam rahim akan berlangsung maksimal hingga lahir dengan sehat dan selamat. Jangan lupa menyiapkan perlengkapan terbaik untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan Si Kecil, terutama popok bayi baru lahir. Soal urusan memilih popok bayi baru lahir, Moms & Dads tak akan bingung lagi karena kini ada Merries Premium Tape New Born yang bisa menjadi solusinya. Variasi ukuran Merries Premium Tape tersedia dalam 4 pilihan untuk berat badan bayi maksimal 14 kg. Produk Merries yang satu ini dilengkapi bantalan popok lembut bersirkulasi, roll up tape elastis untuk mengikat popok bekas lebih baik, lapisan penyerap dengan daya tampung banyak, lapisan terluar yang tidak menyimpan kelembapan, serta perekat lembut yang dapat dilepas pasang berulang kali. Tak hanya itu, popok Merries memiliki alarm penanda pipis, dimana garis kuning menjadi biru apabila sudah terisi dengan pipis. Popok Merries Premium Tape New Born akan membuat Si Kecil nyaman sepanjang hari sehingga tak gampang rewel. Yuk, siapkan Merries Premium Tape New Born untuk memenuhi kebutuhan utama Si Kecil yang baru lahir!