Cara Mengetahui Kesehatan Bayi Dalam Kandungan dan Setelah Lahir

Merries Insight
29 Oktober 2021
Umum
Share
Cara Mengetahui Kesehatan Bayi Dalam Kandungan dan Setelah Lahir

Kesehatan si Kecil tentunya menjadi prioritas Moms dan Dads bahkan sebelum ia lahir. Memastikan si Kecil sehat sejak dalam kandungan tentunya hal yang sangat diinginkan orangtua. Untuk mengetahui apakah kondisi si Kecil normal dan sehat, Moms dan Dads perlu mengetahui ciri-cirinya. Berikut ini beberapa ciri yang bisa Moms dan Dads untuk mengetahui kondisi kesehatan si Kecil sejak dalam kandungan hingga usia bayi satu bulan.

 

Ciri Bayi Sehat Dalam Kandungan

Untuk mengetahui kesehatan si Kecil dalam kandungan Moms dapat merasakannya lewat gerakan di dalam perut. Ketika si Kecil aktif bergerak dan bereaksi terhadap respon sekitar maka artinya ia cukup sehat. Tetapi untuk memastikannya Moms perlu melakukan USG dengan dokter kandungan. Berikut ini ciri bayi sehat dalam kandungan usia 8 bulan yang bisa Moms perhatikan.

  • Usia Kandungan 33 Minggu

Pada usia kandungan 33 minggu, normalnya bayi memiliki berat sekitar 1,9 kg dan panjang 43,7 cm. Saat usia ini otak bayi sedang berkembang secara pesat. Lengan dan kaki bayi akan terlihat gemuk karena lemak di bawah kulitnya sudah meningkat. Jika bayi berjenis kelamin laki-laki maka saat ini testis sudah mulai turun ke skrotum. 

  • Usia Kandungan 34 Minggu

Memasuki usia 34 minggu berat bayi bertambah menjadi sekitar 2,1 kg dengan panjang 45 cm. Paru-paru bayi semakin berkembang. Bayi bahkan sudah bisa mengenali suara di sekitar, Moms dan Dads dapat mengajaknya berbicara dan ia akan memberikan respon berupa tendangan atau gerakan.

  • Usia Kandungan 35 Minggu

Mulai minggu ke 35 berat bayi akan bertambah sekitar 30 gram setiap minggunya. Pada usia ini beratnya sekitar 2,4 kg dan panjangnya 46,2 cm. Moms dapat merasakan gerakannya dari permukaan kulit perut tanpa harus merabanya. Bayi makin aktif bergerak naik turun dan berguling di dalam perut.

  • Usia Kandungan 36 Minggu

Usia 36 minggu berat bayi sekitar 2,6 kg dan panjang 47,4 cm. Pada usia ini bayi telah memiliki kondisi lengkap, Moms sudah mulai mempersiapkan kelahiran. Posisi kepala bayi semakin rendah turun ke panggul. Sistem otak dan saraf bayi semakin responsif di usia ini. Sensitivitasnya pendengarannya juga semakin berkembang, Moms dan Dads dapat sering mengajaknya berbicara untuk melatih perkembangannya.

 

Ciri Bayi Dalam Kandungan Kurang Sehat

Ketika Moms merasakan beberapa hal di bawah ini artinya mungkin bayi dalam keadaan tidak normal atau mengalami gangguan. Sebaiknya segera menghubungi dokter kandungan untuk memeriksakan kondisinya. Ciri bayi dalam kandungan kurang sehat sebagai berikut :

  • Pergerakan bayi dalam perut terasa menurun. Jika biasanya bayi bergerak aktif lalu tiba-tiba jarang bergerak mungkin ada yang tidak beres dengan kondisinya.
  • Melihat dari berat badan bayi yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya maka menjadi salah satu tanda kesehatan bayi terganggu. 

 

Mengecek Kesehatan Mata Bayi Satu Bulan

Setelah si Kecil lahir mungkin Moms dan Dads mengkhawatirkan kesehatannya. Tubuhnya yang masih mungil dan belum dapat berkomunikasi membuat Moms dan Dads bingung sebenarnya apakah kondisi kesehatannya normal atau tidak. Salah satu kesehatan si Kecil yang sulit diketahui adalah kondisi kesehatan matanya. Pada  usia bayi 1 bulan belum dapat melihat objek jauh. Si Kecil baru bisa melihat dengan jarak 20-40 cm. Usia 1 bulan si Kecil senang melihat warna yang kontras, Moms dapat memberikan mainan bayi yang memiliki warna kontras untuk merangsang perkembangan penglihatannya.

Bola mata si Kecil saat lahir belum dapat fokus bersamaan. Saat ada benda bergerak di depannya, bola matanya belum bisa secara bersamaan mengikuti gerakan benda tersebut. Moms dan Dads tidak perlu khawatir karena itu hal yang wajar, ketika usianya memasuki 1 bulan kemampuan fokus batanya akan lebih baik.

Pada usia 2-4 bulan kemampuan si Kecil melihat warna sudah mulai berkembang ia sudah bisa melihat dengan berbagai warna yang lebih rumit. Masuk usia 4 bulan si Kecil dapat menjangkau objek yang dilihatnya, ini juga terus berkembang seiring dengan perkembangan motoriknya.

Usia 5 – 8 bulan kemampuan melihatnya semakin baik dan dapat melihat warna-warna yang lebih lembut. Usia 8 bulan penglihatannya mendekati sempurna. 

Pada usia berapa bayi bisa melihat biasanya saat memasuki usia 12 bulan penglihatannya semakin sempurna dan dapat mengenali objek dari jauh dengan jelas.

Lakukan pengecekan kesehatan mata bayi ke dokter apabila dirasa mengalami tanda-tanda masalah pada mata untuk menghindari risiko gangguan penglihatan yang serius. Dengan begitu, dokter bisa membantu mencari tahu masalah yang sebenarnya terjadi pada mata si Kecil.

 

Mengetahui Kesehatan Bayi Lewat Kotorannya

Kesehatan si Kecil juga dapat diketahui melalui kotorannya. Beberapa aspek sebagai indikator kesehatan bayi dapat dilihat dari frekuensi, tekstur, warna, dan bau BAB si Kecil. BAB normal bayi usia 0 - 1 bulan memiliki tekstur cair dan berwarna hitam kehijauan karena berupa mekonium. Frekuensi BAB sekitar 3-12 kali sehari pada bayi yang hanya diberikan ASI.

Semakin bertambah usia frekuensi pup si Kecil akan berkurang, bahkan si Kecil bisa buang air beberapa hari sekali. Biasanya pada bayi yang hanya mengonsumsi ASI dapat pup 3-4 hari sekali, tetapi untuk bayi yang minum susu formula setidaknya pup sekali setiap hari.

Jika si Kecil mengalami gangguan pencernaan biasanya akan mengeluarkan kotoran yang berbeda dari biasanya. Berikut ini tanda BAB yang tidak normal terjadi pada bayi :

  • Warna Hijau Encer

Ketika pup bayi berwarna hijau encer dan terjadi beberapa kali dalam sehari artinya si Kecil mengalami gangguan pencernaan. Hal ini bisa terjadi karena diare, alergi, atau infeksi bakteri. Jika berwarna agak kuning kehijauan dan berlendir bisa saja pertanda infeksi akibat virus seperti influenza dan lainnya.

  • Pink dan Kemerahan 

Pup yang berwarna pink kemerahan menandakan adanya darah dalam kotoran. Jika melihat kondisi kotoran si Kecil seperti ini sebaiknya segera bawa ke dokter. Bisa saja si Kecil mengalami infeksi atau sembelit sehingga terjadi robekan pada anus karena pup yang keras.

  • Berwarna Putih dan Berkapur

Jika Moms melihat si Kecil mengeluarkan kotoran berwarna putih dan berkapur artinya ada masalah pada organ livernya. Segera hubungi dokter jika terjadi hal ini, karena gangguan liver atau empedu akan mempengaruhi penyerapan nutrisinya.

Kesehatan si Kecil yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kesehatan kulitnya, khususnya kulit bokongnya yang sensitif dan rawan iritasi karena penggunaan popok. Untuk itu Moms perlu memberikan popok yang nyaman untuk kulit sensitifnya. Moms bia menggunakan popok Merries yang merupakan popok No.1 pilihan para Ibu di Jepang,

Gunakan popok Premium Tape New Born Merries memiliki permukaan bergelombang yang lembut dengan 3 lapisan bersirkulasi udara sehingga kulitnya akan nyaman, bebas lembab, dan tentunya tidak mudah mengalami iritasi. Daya tampung dan daya serap popok Merries sangat baik sehingga kulit si Kecil selalu kering dan tidak lembab. Popok Premium Tape New Born Merries memiliki alarm penanda pipis sehingga saat popoknya sudah penuh Moms dapat segera mengetahui dan menggantinya. Gunakan popok Merries untuk menemani tumbuh kembangnya dengan ceria.