Jangan Panik, Lakukan Ini Jika Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19

Merries Insight
24 September 2021
Kesehatan
Share
Jangan Panik, Lakukan Ini Jika Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19

Covid-19 dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil. Penyebaran virus yang terbilang sangat cepat membuat kita harus semakin waspada. Sebaiknya Moms kenali gejala covid pada ibu hamil agar dapat selalu waspada bila mengalami gejala.

Gejala awal yang seringkali dirasakan bila terinfeksi virus Covid-19 adalah demam dan sakit tenggorokan. Gejala ringan yang timbul seperti Moms terserang flu, misalnya bersin, batuk kering, dan sakit tenggorokan. Apabila Moms merasakan gejala ringan tersebut maka boleh waspada namun jangan panik. Perhatikan lagi gejala lainnya selama beberapa hari kedepan.

Biasanya pada penderita Covid-19 diikuti dengan gejala lainnya seperti hilang indra penciuman atau anosmia, sesak napas, demam tinggi, dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Jika Moms sudah merasakan gejala tersebut maka jangan ragu lagi untuk melakukan test antigen atau PCR.

 

Yang Dilakukan Bila Ibu Hamil Positif Covid-19

Jika ternyata hasilnya positif terinfeksi Covid-19 maka segera konsultasikan kepada dokter. Lakukan beberapa tindakan saat terkena covid pada ibu hamil berikut:

1. Melakukan Konsultasi Dengan Dokter 

Setelah mengetahui bahwa Moms terinfeksi Covid-19 maka segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan. Moms bisa melakukan konsultasi dengan dokter secara online ataupun datang langsung ke rumah sakit rujukan Covid-19. Jika gejala yang dirasakan termasuk gejala ringan mungkin Moms akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, tetapi jika terjadi gejala berat seperti sesak napas maka langsung pergi ke rumah sakit.

Ketika melakukan konsultasi katakan bahwa Moms sedang hamil, agar dokter dapat memberikan obat dan penanganan yang sesuai. Konsultasikan juga kondisi Moms kepada dokter kandungan agar bisa mendapatkan saran yang tepat dengan kondisi Moms.

2. Melakukan Isolasi Mandiri

Apabila hasil konsultasi dokter mengatakan bahwa gejala Covid-19 ringan maka biasanya Moms akan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri setidaknya selama 10 hari. Selama melakukan isolasi mandiri pastikan bahwa Moms membatasi kontak dengan orang lain untuk menghindari penularan.

Saat isolasi mandiri setidaknya Moms harus menyediakan termometer dan oximeter sebagai alat bantu mengukur kondisi Moms. Selalu cek suhu badan Moms dengan termometer dan cek kadar oksigen dalam tubuh dengan oximeter. Apabila kadar oksigen berada di bawah 95% maka segera konsultasikan kepada dokter karena artinya saturasi oksigen Moms di bawah batas normal. Atur pola makan yang bergizi selama masa isolasi mandiri, tidak lupa untuk melakukan jemur badan agar mendapat vitamin D alami dari sinar matahari langsung.

Gejala covid pada ibu hamil memang tidak jauh berbeda pada pasien covid-19 lainnya, tetapi Moms perlu memperhatikan kondisi kesehatan janin juga. Perhatikan kondisi Moms dan janin setiap harinya, apabila mengalami hal berikut maka segera hubungi dokter:

- Tidak dapat merasakan gerakan janin

- Terjadi pendarahan

- Janin bergerak lebih sedikit dari biasanya

- Sakit kepala terus menerus

- Sesak napas

- Cemas berlebihan

 

Komplikasi Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Beberapa komplikasi berat mungkin saja terjadi pada ibu hamil yang terinfeksi Covid-19. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah :

- Persalinan prematur

- Kematian janin dalam rahim

- Infeksi mikroorganisme

- Gangguan ginjal

- Pembekuan darah

- Gangguan jantung

Untuk itu ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 sebaiknya dilakukan pengawasan secara ketat, mengingat ada dua nyawa yang perlu dilindungi. Apabila memiliki penyakit komorbid seperti asma, hipertensi, obesitas, autoimun, penyakit paru, diabetes, dan lainnya maka sebaiknya dilakukan penanganan yang lebih intensif.

 

Pencegahan Covid Untuk Ibu Hamil

Lakukan pencegahan agar Moms tidak terinfeksi Covid-19. Terapkan protokol kesehatan dengan baik dan ikuti anjuran dokter selama covid pada ibu hamil sebagai bentuk usaha Moms terhindari dari Covid-19. Berikut ini beberapa tindak pencegahan yang bisa Moms lakukan:

1. Mencuci Tangan

Selalu cuci tangan setelah bepergian atau setelah melakukan kontak langsung dengan orang lain. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer, cucilah tangan dengan benar agar virus dan bakteri hilang.

2. Menggunakan Masker

Selalu gunakan masker saat bepergian keluar rumah atau ketika bertemu orang lain. Sebagai proteksi ketat Moms bisa menggunakan 2 lapis masker, yaitu masker bedah dilapisi dengan masker kain. Jika tidak ingin menggunakan masker 2 lapis maka dapat menggunakan masker jenis KN95 atau KF94 yang telah memiliki kemampuan menyaring udara lebih tinggi.

3. Hindari Kerumunan

Sebisa mungkin hindari kerumunan, Moms dapat melakukan aktivitas di rumah saja. Moms dapat meminta bantuan Dads atau keluarga lainnya untuk keperluan lain yang membutuhkan keluar rumah. Jika memang Moms harus keluar rumah maka hindari tempat-tempat yang berkerumun dan selalu menjaga jarak. 

Mungkin saja Moms perlu pergi ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan bulanan. Biasanya di klinik atau rumah sakit akan banyak bertemu orang. Cobalah ajukan apakah Moms bisa melakukan konsultasi secara online saja dengan dokter kandungan agar lebih aman. Jika tidak memungkinkan maka buatlah janji temu dengan dokter kandungan sebelumnya agar Moms bisa datang saat ingin diperiksa. Hal ini agar Moms tidak terlalu lama berada di luar rumah dan menghindari kerumunan antrian di rumah sakit.

4. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Kunci agar tidak mudah terinfeksi penyakit adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Terapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh meningkat. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan melakukan olahraga rutin. 

Moms juga bisa mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mintalah resep vitamin atau suplemen kepada dokter kandungan jika memang diperlukan. Selain itu Moms juga bisa mengonsumsi produk alami yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti madu.

 

Vaksin Untuk Ibu Hamil

Menurut WHO, ibu hamil dan menyusui diperbolehkan melakukan vaksinasi Covid-19. Kementerian Kesehatan juga telah menyatakan bahwa ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi Covid-19, hal ini tertuang dalam Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021. Hanya saja, Moms harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan serta jujur terhadap kondisi kesehatan Moms dan si Kecil.

Vaksin covid untuk ibu hamil masuk dalam kriteria khusus, untuk itu perlu dilakukan proses penyaringan atau screening lebih ketat. Ibu hamil akan menerima vaksin Covid-19 dengan platform mRna seperti vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac. Ibu hamil yang diperbolehkan melakukan vaksin yang telah memasuki usia kandungan 13 minggu ke atas.

Yuk Moms untuk keamanan bersama segera lakukan vaksin dan terapkan protokol kesehatan secara benar. Tentunya Moms ingin melahirkan si Kecil dengan aman, untuk itu persiapkan segala sesuatunya dengan baik mulai dari menjaga kesehatan, persiapan persalinan, hingga persiapan kebutuhan si Kecil.

Pastikan si Kecil menggunakan popok terbaik seperti popok Merries. Teknologi popok Merries yang tidak diragukan lagi menjadikannya popok pilihan No.1 para ibu di Jepang. Memiliki teknologi 3 lapisan bersirkulasi membuat si Kecil selalu nyaman dan kulitnya aman dari iritasi. Selain itu permukaan popoknya memiliki teknologi permukaan bergelombang terbaru yang bisa menyerap secara maksimal dan bagian samping yang memiliki permukaan bergelombang lebih kecil untuk menangkap pee dan poop agar tidak bocor. Pastikan si Kecil selalu nyaman dan tersenyum ceria dengan popok Merries.