Halo Moms, apakah Si Kecil sudah mulai memasuki fase MPASI? Di masa ini, Moms pasti mulai lebih memperhatikan berbagai kebutuhan bayi, mulai dari jadwal makan, tekstur makanan, hingga nutrisi yang masuk ke tubuh Si Kecil setiap harinya. Selain protein, vitamin, dan lemak sehat, ada satu nutrisi penting yang sering terlupakan, yaitu serat.
Padahal, serat termasuk bagian penting dalam mendukung kebutuhan bayi, terutama untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan Si Kecil. Saat bayi mulai mencoba berbagai makanan padat, tubuhnya sedang belajar beradaptasi. Karena itu, pemilihan makanan yang tepat sangat membantu agar proses tumbuh kembangnya berjalan optimal.
Kabar baiknya, kebutuhan serat bayi sebenarnya bisa dipenuhi dari berbagai buah dan sayuran yang mudah ditemukan sehari-hari. Nah, supaya Moms tidak bingung memilih menu MPASI yang tepat, yuk kenali lebih jauh manfaat serat untuk kebutuhan bayi serta pilihan sayur dan buah terbaik untuk Si Kecil!
Mengapa Serat Penting untuk Kebutuhan Bayi?
Saat membahas kebutuhan bayi, banyak orang langsung fokus pada protein atau vitamin. Padahal, serat juga memiliki peran penting, terutama untuk menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil. Serat merupakan bagian dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna tubuh. Meski begitu, manfaatnya sangat besar bagi kesehatan bayi, khususnya saat memasuki masa MPASI. Salah satu manfaat utama serat adalah membantu melancarkan buang air besar sehingga Si Kecil terhindar dari sembelit.
Bayi yang baru mulai makan makanan padat biasanya mengalami perubahan pola pencernaan. Ini adalah hal yang wajar karena sistem cerna bayi masih beradaptasi. Jika kebutuhan bayi akan serat dan cairan tidak terpenuhi dengan baik, Si Kecil bisa mengalami BAB keras atau sulit buang air besar. Selain membantu melancarkan pencernaan, serat juga berperan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Bakteri baik ini membantu menjaga daya tahan tubuh bayi tetap optimal. Sistem pencernaan yang sehat juga membantu penyerapan nutrisi berjalan lebih maksimal sehingga mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Tak hanya itu, serat juga membantu bayi merasa kenyang lebih lama dan mengenalkan pola makan sehat sejak dini. Karena itu, pemenuhan kebutuhan bayi akan serat penting diperhatikan sejak awal MPASI. Namun Moms, pemberian serat tetap perlu seimbang. Terlalu banyak serat justru bisa membuat bayi cepat kenyang sehingga kebutuhan bayi terhadap nutrisi penting lainnya menjadi kurang optimal.
Berapa Kebutuhan Serat Bayi?
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan bayi usia 6–11 bulan adalah sekitar 11 gram serat per hari. Sementara pada anak usia 1–3 tahun, kebutuhan serat meningkat menjadi sekitar 19 gram per hari. Karena itu, saat menyusun menu MPASI, Moms sebaiknya mulai memperhatikan keseimbangan nutrisi agar kebutuhan bayi terpenuhi dengan baik, termasuk kebutuhan seratnya.
Kebutuhan bayi terhadap serat mulai meningkat ketika Si Kecil memasuki usia 6 bulan dan mulai mengonsumsi MPASI. Pada fase ini, buah dan sayuran bisa mulai diperkenalkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan makan bayi. Di awal MPASI, Moms sebaiknya memilih makanan dengan tekstur lembut dan mudah dicerna. Sistem pencernaan bayi masih berkembang sehingga pemberian makanan tinggi serat dalam jumlah berlebihan sebaiknya dihindari.
Selain serat, kebutuhan bayi akan cairan juga perlu diperhatikan. Serat yang tidak diimbangi cairan cukup justru dapat membuat pencernaan bayi menjadi kurang nyaman.
Beberapa tanda kebutuhan bayi akan serat sudah terpenuhi dengan baik antara lain:
- BAB teratur dan tidak keras
- Bayi tidak terlihat kesakitan saat BAB
- Perut terasa nyaman dan tidak kembung
- Nafsu makan tetap baik
- Bayi aktif dan tidak mudah rewel
Sebaliknya, jika Si Kecil mengalami sembelit atau BAB keras, bisa jadi kebutuhan bayi terhadap serat dan cairan masih kurang optimal.
Pilihan Sayuran yang Baik untuk Kebutuhan Bayi
Untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi akan serat, Moms bisa mulai memperkenalkan beberapa jenis sayuran berikut ini.
1. Labu Siam
Labu siam termasuk sayuran yang baik untuk kebutuhan bayi karena mengandung serat dan kadar air yang cukup tinggi. Dalam 100 gram atau sekitar 3 per 4 bagian buah labu siam, terkandung sekitar 6 gram serat. Teksturnya lembut setelah dimasak sehingga mudah dihaluskan menjadi puree atau campuran bubur MPASI.
Selain membantu menjaga kesehatan pencernaan, labu siam juga membantu mencegah sembelit pada bayi.
2. Brokoli
Brokoli kaya akan serat, vitamin C, dan antioksidan yang baik untuk kebutuhan bayi dalam mendukung daya tahan tubuh. Moms dapat menambahkan sekitar 91 gram brokoli, untuk mendapatkan serat sebanyak 2,37 gram. Agar lebih mudah dicerna, Moms bisa mengukus brokoli hingga lunak sebelum diberikan pada Si Kecil.
3. Bayam
Bayam mengandung serat dan zat besi yang membantu mendukung pertumbuhan bayi. Di dalam 3 mangkuk kecil sayuran ini terdapat sekitar 2 gram serat. Sayuran ini cocok dicampurkan ke dalam bubur MPASI agar kebutuhan bayi akan nutrisi harian menjadi lebih lengkap.
4. Labu Kuning
Labu kuning memiliki rasa manis alami dan tekstur lembut yang biasanya disukai bayi. Kandungan serat dan vitamin A di dalamnya membantu memenuhi kebutuhan bayi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan. Dalam seporsi labu kuning atau setara sekitar 250 gram terdapat sekitar 2,5 gram serat.
5. Kentang
Kentang bisa menjadi sumber energi sekaligus serat untuk Si Kecil, karena di dalam 1 kentang berukuran sedang atau 170 gram terkandung sekitar 3,57 gram serat. Teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat kentang cocok dijadikan menu MPASI sehari-hari.
Buah yang Baik untuk Membantu Memenuhi Kebutuhan Bayi
Selain sayuran, beberapa buah berikut juga baik untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi akan serat.
1. Pepaya
Pepaya dikenal baik untuk membantu melancarkan pencernaan. Kandungan serat dan enzim alaminya membantu mengurangi risiko sembelit pada bayi. Dalam 100 gram pepaya, terkandung sekitar 1,8–2 gram, cukup baik untuk dijadikan bahan MPASI.
2. Pir
Pir memiliki tekstur lembut dan kandungan air tinggi sehingga cocok diberikan saat bayi mengalami susah BAB. Buah ini dapat disajikan dalam bentuk puree atau potongan kecil sesuai usia bayi. Kandungan seratnya cukup tinggi. Dalam satu buah pir berukuran sedang terkandung sekitar 5,5 gram serat.
3. Alpukat
Alpukat tidak hanya kaya lemak sehat, tetapi juga mengandung serat yang baik untuk kebutuhan bayi. Teksturnya yang lembut membuat buah ini mudah dikonsumsi oleh Si Kecil. Kandungan serat dalam buah alpukat sangat tinggi, sekitar 7 gram dalam 100 gram buah alpukat.
4. Pisang
Pisang matang mengandung serat dan berbagai nutrisi penting yang membantu memenuhi kebutuhan bayi sehari-hari. Satu pisang berukuran sedang kira-kira terkandung 3 gram serat. Moms bisa menyajikannya sebagai camilan sehat atau campuran MPASI.
5. Apel
Apel mengandung pektin, yaitu jenis serat yang baik untuk kesehatan usus. Kandungan serat dalam 1 buah apel ukuran sedang beserta kulitnya adalah sekitar 4,5 gram. Untuk bayi yang masih kecil, apel sebaiknya dikukus terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut.
Tips Memberikan Serat untuk Kebutuhan Bayi
Agar kebutuhan bayi terhadap serat terpenuhi dengan optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Moms:
- Berikan serat secara bertahap agar sistem pencernaan bayi dapat beradaptasi
- Pilih buah dan sayuran segar
- Sesuaikan tekstur makanan dengan usia bayi
- Pastikan kebutuhan bayi akan cairan juga terpenuhi
- Variasikan jenis buah dan sayuran agar nutrisi lebih lengkap
- Hindari menambahkan gula dan garam berlebihan pada MPASI
Namun Moms, pemberian serat juga tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak serat dapat menghambat penyerapan zat besi pada bayi. Padahal, zat besi termasuk nutrisi penting dalam mendukung kebutuhan bayi untuk tumbuh aktif dan sehat. Menurut IDAI, kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi pada bayi. Karena itu, penting untuk memberikan menu MPASI yang seimbang.
Selain itu, Moms juga perlu memperhatikan reaksi tubuh Si Kecil terhadap makanan tertentu. Jika muncul tanda alergi atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi buah atau sayuran tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.
Selain memperhatikan kebutuhan bayi dari sisi nutrisi dan pencernaan, Moms juga perlu memastikan Si Kecil tetap nyaman dan tetap aktif selama menjalani fase MPASI. Merries Skin Protection Slim hadir dengan teknologi ergoslim yang memiliki desain ergonomis namun tetap slim sehingga Si Kecil bebas bereksplorasi. Dengan karet pinggang elastis sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada perut Si Kecil. Ini membantu bayi tetap nyaman bergerak setelah makan maupun saat beraktivitas.
Popok ini juga dilengkapi dengan teknologi SLIM dengan Super Absorbent Polymer Technology yang memiliki daya serap hingga 200 kali, membantu menjaga popok tetap tipis dan nyaman digunakan. Moms pun jadi lebih tenang tanpa khawatir popok bocor atau menggembung.
Tak hanya itu, bantalan lembut bergelombang membantu menjaga sirkulasi udara. Teknologi Anti Bakteri dan +Anti Bau juga membantu mengurangi bau dan bakteri serta menjaga kulitnya tetap sehat. Alarm penanda pipis dan roll up tape pada Merries Skin Protection Slim juga memudahkan Moms mengetahui kapan waktu yang tepat dan saat mengganti popok Si Kecil. Segera dapatkan popok Merries Skin Protection Slim di tautan berikut.