Menjadi orang tua baru selalu menghadirkan banyak momen yang bikin hati hangat, mulai dari melihat Si Kecil membuka mata hingga mendengar suara pertamanya. Di tengah rasa bahagia itu, wajar jika Moms penasaran, bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa, ya? Kemampuan melihat dan mendengar merupakan bagian penting dari perkembangan sensorik bayi karena membantu Si Kecil mengenali lingkungan, berinteraksi dengan orang-orang terdekat, dan perlahan memahami dunia di sekitarnya.
Sejak lahir, organ penglihatan dan pendengaran bayi sebenarnya sudah berfungsi, tetapi kemampuannya masih berkembang secara bertahap. Mata Si Kecil masih belajar memusatkan pandangan dan menyesuaikan diri dengan cahaya, sedangkan telinganya mulai mengenali beragam suara di sekelilingnya.
Karena itu, ketika mencari tahu bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa, Moms perlu memahami bahwa setiap kemampuan memiliki tahapan perkembangannya sendiri. Yuk, kenali milestone penglihatan dan pendengaran Si Kecil sejak baru lahir hingga berusia satu tahun agar Moms bisa ikut menikmati setiap kemajuan kecilnya sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.
Perkembangan Penglihatan dan Pendengaran Si Kecil
Bayi sudah dapat melihat sejak lahir, meskipun pandangannya masih terbatas pada jarak dekat. Sementara itu, kemampuan mendengar mulai berkembang sejak dalam kandungan. Sekitar usia kehamilan 18 minggu, bayi mulai merespons suara, lalu pada trimester ketiga, pendengarannya semakin berkembang sehingga ia dapat mendengar suara Moms dan bunyi dari lingkungan sekitarnya.
Setelah lahir, penglihatan dan pendengaran Si Kecil akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan otak dan sistem sarafnya. Ada bayi yang mulai mengikuti gerakan benda lebih awal, sementara bayi lainnya membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Untuk membantu Moms memahami proses ini, berikut tahapan perkembangan penglihatan dan pendengaran bayi berdasarkan rentang usianya.
1. Bayi Baru Lahir hingga Usia 1 Bulan
Pada masa awal kehidupan, pertanyaan bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa bisa dijawab dengan melihat respons sederhana Si Kecil. Bayi baru lahir sudah dapat melihat wajah atau objek yang berada sekitar 20–30 cm dari matanya, kira-kira sejauh wajah Moms saat menyusui atau menggendongnya. Ia cenderung tertarik pada pola dan warna yang kontras, seperti hitam dan putih. Namun, kemampuan memusatkan pandangan dan mengikuti benda bergerak masih terbatas.
Untuk pendengarannya, bayi baru lahir sudah bisa mendengar suara di sekitarnya dan mengenali suara yang familiar, termasuk suara Moms yang sering didengarnya sejak dalam kandungan. Si Kecil mungkin berkedip, terkejut, atau mengubah gerakan tubuh ketika mendengar suara keras. Ia juga bisa terlihat lebih tenang saat Moms mengajaknya berbicara dengan suara lembut. Respons setiap bayi bisa berbeda, jadi Moms tidak perlu mengharapkan reaksi yang sama setiap kali memanggilnya.
2. Usia 2–4 Bulan
Ketika memasuki usia 2–4 bulan, perkembangan bayi akan semakin mudah diamati melalui interaksinya sehari-hari. Penglihatan Si Kecil mulai membaik sehingga ia lebih tertarik pada warna-warna cerah, wajah orang terdekat, serta mainan dengan bentuk menarik. Sekitar usia 2–3 bulan, ia mulai lebih mampu mengikuti benda bergerak dengan matanya. Mendekati usia 4 bulan, koordinasi mata dan tangannya juga berkembang sehingga ia mulai berusaha meraih benda yang menarik perhatiannya.
Di sisi pendengaran, Si Kecil semakin peka terhadap suara dan mulai menunjukkan respons yang lebih beragam. Ia mungkin tersenyum ketika Moms mengajaknya berbicara, menoleh ke arah suara, atau mengeluarkan suara seperti cooing dan celotehan sederhana. Pada usia ini, mengajak Si Kecil berbicara, menyanyikan lagu, atau membacakan buku bergambar bisa menjadi cara menyenangkan untuk mendukung perkembangan sensoriknya.
3. Usia 5 Bulan
Pada usia 5 bulan, bayi mulai menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap detail di sekitarnya. Si Kecil mungkin terlihat fokus mengamati mainan yang dipegangnya, memperhatikan benda dari jarak berbeda, atau tertarik melihat pantulan dirinya di cermin. Moms bisa memberikan mainan yang aman dengan beragam tekstur dan warna untuk mendorong Si Kecil mengeksplorasi lingkungan melalui penglihatannya.
Kemampuan mendengar Si Kecil juga semakin berkembang untuk mendukung proses belajar berkomunikasi. Ia mungkin mulai bereksperimen dengan suara, seperti menjerit kecil, tertawa, atau mengulang bunyi tertentu saat merasa senang. Moms bisa menanggapi celoteh tersebut dengan menirukan suaranya atau mengajaknya bermain bergantian mengeluarkan bunyi. Interaksi sederhana ini membantu Si Kecil belajar bahwa suara dapat menjadi cara untuk berkomunikasi dengan orang lain.
4. Usia 6–7 Bulan
Memasuki usia 6–7 bulan, perkembangan bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa semakin terlihat dari rasa ingin tahunya. Si Kecil biasanya semakin aktif memperhatikan benda di sekitarnya, mengikuti gerakan orang yang dikenalnya, serta berusaha mencari benda yang menarik perhatiannya. Koordinasi mata dan tangannya juga semakin baik sehingga ia lebih terampil meraih dan mengeksplorasi mainan.
Dalam perkembangan pendengaran, bayi mulai lebih aktif mencari sumber suara dengan menoleh ke arah suara yang didengarnya. Ia juga semakin sering berceloteh dengan kombinasi bunyi, misalnya “ba-ba” atau “ma-ma”, meskipun belum tentu memahami makna kata tersebut. Ketika mendengar suara Moms, Si Kecil mungkin tersenyum, tertawa, atau membalas dengan celotehan. Momen sederhana ini bisa menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan sekaligus mendukung perkembangan komunikasinya.
5. Usia 8–10 Bulan
Pada rentang usia 8–10 bulan, kemampuan penglihatan bayi semakin matang. Moms akan melihat bahwa Si Kecil mulai memperhatikan detail benda, mencari mainan yang sebagian tersembunyi, dan mengikuti gerakan orang yang berpindah tempat. Meski penglihatannya terus berkembang, kemampuan melihatnya belum sepenuhnya sama dengan orang dewasa.
Pendengarannya juga semakin mendukung pemahaman bahasa. Si Kecil mungkin mulai mengenali namanya, merespons kata-kata yang sering didengarnya, atau memahami instruksi sederhana yang disertai gestur. Ia juga bisa membedakan suara orang-orang yang akrab dengannya, termasuk Moms dan Dads. Terus ajak Si Kecil berbicara dengan kalimat sederhana karena interaksi yang rutin membantu memperkaya pengalaman mendengarnya.
6. Usia 12 Bulan
Saat menginjak usia satu tahun, perkembangan bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa bisa diamati dari kemampuannya menggunakan kedua indra tersebut untuk berinteraksi dengan lingkungan. Penglihatan Si Kecil sudah jauh lebih berkembang sehingga ia dapat mengenali benda, memperhatikan detail, dan menemukan orang yang dikenalnya. Namun, ketajaman penglihatan dan kemampuan visual lainnya masih terus berkembang setelah usia ini.
Untuk pendengaran dan bahasa, Si Kecil mungkin sudah memahami beberapa kata sederhana, merespons namanya, mengikuti instruksi singkat, serta menggunakan gestur atau kata sederhana untuk menyampaikan keinginannya. Sebagian bayi mulai mengucapkan kata bermakna seperti “mama” atau “dada”, tetapi kecepatan perkembangan bahasa setiap anak berbeda. Moms bisa terus mendukungnya dengan mengajak berbicara, membaca buku, menyanyikan lagu, dan menanggapi celoteh Si Kecil dengan penuh perhatian.
Kapan Moms Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Ketika mengamati perkembangan bayi, perhatikan juga tanda-tanda yang mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak jika Si Kecil:
- Jarang atau tidak menunjukkan respons terhadap suara keras maupun suara yang familiar.
- Tidak menunjukkan ketertarikan pada wajah atau benda di hadapannya.
- Tidak mulai mengikuti benda bergerak dengan matanya sesuai tahapan perkembangan.
- Tidak menunjukkan perkembangan respons terhadap suara atau komunikasi seiring bertambahnya usia.
- Kehilangan kemampuan melihat, mendengar, atau berkomunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti Si Kecil mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran. Namun, pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan apakah perkembangannya sesuai usia atau membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Memahami bayi mulai melihat sinar dan mendengar bunyi saat berusia berapa membuat Moms semakin menyadari betapa berharganya setiap tahap perkembangan Si Kecil. Agar ia bisa terus bereksplorasi dengan nyaman, Moms juga perlu memperhatikan kebutuhan hariannya, termasuk menjaga kulit tetap bersih, kering, dan terlindungi. Salah satunya dengan memilih popok yang nyaman.
Merries Good Skin hadir dengan daya serap hingga 14 jam dan satu-satunya popok di Indonesia yang telah teruji klinis oleh PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) untuk membantu mencegah iritasi kulit bayi. Dengan teknologi 3 jalur penyerapan, popok ini membantu menyerap cairan secara optimal agar permukaannya tetap kering dan Si Kecil lebih nyaman beraktivitas. Dilengkapi sirkulasi udara yang baik, kulit bayi juga tetap dapat bernafas tanpa perlu khawatir popok mudah bocor.
Untuk menjaga kelembutan kulit Si Kecil, Merries Good Skin mengandung ekstrak alami Witch Hazel yang membantu menjaga kelembaban kulit bayi. Popok ini juga telah melalui pengujian alergi (Allergy Tested) untuk membantu mengurangi risiko alergi pada kulit bayi. Selain itu, karet popok yang elastis dan lembut mengikuti gerakan Si Kecil tanpa meninggalkan bekas pada kulit, serta desainnya yang lucu mengajak Si Kecil lebih peduli terhadap lingkungan. Meski memiliki daya serap hingga 14 jam, Moms tetap perlu mengganti popok secara berkala dan memeriksa kondisi kulit Si Kecil untuk menjaga kenyamanannya
Segera dapatkan Merries Good Skin sebagai teman Si Kecil bertumbuh bersama, di toko kesayangan Moms.