Artikel Parenting

Waduh, Gadget Ternyata Pengaruhi Kemampuan Bicara Si Kecil Lho!

62
Waduh, Gadget Ternyata Pengaruhi Kemampuan Bicara Si Kecil Lho!

Artikel ini berisi tentang:

  1. Dampak positif gawai terhadap tumbuh kembang si Kecil
  2. Pengaruh gawai terhadap kemampuan bicara si Kecil
  3. Efek samping keterlambatan bicara dalam kehidupan si Kecil
  4. Lantas, apa si Kecil benar-benar tidak boleh memegang gawai?

Dulu, gawai (gadget) seperti ponsel pintar, tablet, hingga laptop selalu identik dengan perangkat orang dewasa. Namun, seiring perubahan zaman yang menyertai perkembangan teknologi membuat gawai jadi perangkat untuk segala usia.

Apa Moms dan Dads termasuk orangtua yang fleksibel terhadap pemakaian gawai untuk si Kecil? Pasalnya tidak sedikit orangtua yang mengizinkan anaknya memakai ponsel pintar atau laptop untuk sekadar bermain atau menonton film.

Dampak positif gawai terhadap tumbuh kembang si Kecil

Faktanya, si Kecil lebih menyukai media audio-visual seperti video yang menampilkan karakter-karakter unik bersuara lucu. Jadi, mempersilakan si Kecil menyaksikan film anak sebenarnya tidak berbahaya dan malah memberikan dampak positif untuk kemampuan kognitifnya.

Keingintahuan si Kecil yang besar pun akan mengantarkannya untuk mencari tahu sendiri informasi yang diinginkan lewat ponsel atau laptop.

Pengaruh gawai terhadap kemampuan bicara si Kecil

Di sisi lain, pemberian gawai kepada si Kecil tidak terlepas dari dampak negatif. Fleksibilitas Moms dan Dads kepada si Kecil di bawah 5 tahun dalam pemakaian gawai akan menurunkan rangsangan pada interaksi sosialnya (oleh Menurut dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ(K)—spesialis jiwa anak dan remaja). dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ(K pun memaparkan karena gawai tidak membutuhkan respons, maka kemampuan si kecil dalam berbicara pun akan melambat.

Sebuah studi di Pediatric Academic Societies Meeting di San Fransisco turut mendukung pernyataan tersebut. dr. Catherine Birken—dokter anak Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada—membuktikan adanya korelasi antara kemampuan bicara si Kecil dengan pemakaian gawai. Dari penelitian yang dr. Catherine Birken lakukan sepanjang 2011-2015, keterlambatan bicara atau speech delay pada si Kecil meningkat 49% bila waktu menonton si Kecil ditambah 30 menit.

Namun, kemampuan komunikasi lain seperti gestur, emosi, dan tatapan mata justru tidak terpapar.

Efek samping keterlambatan bicara dalam kehidupan si Kecil

Keterlambatan bicara tidak bisa Moms dan Dads pandang sebelah mata., Si Kecil yang sulit mengungkapkan rasa frustrasi melalui kata-kata cenderung memakai gestur atau suara lantang untuk memancing atensi. Dengan kata lain, si Kecil akan terlihat tidak sanggup mengendalikan emosi (oleh Jenny Radesky—pakar dari Universitas Michigan, Amerika Serikat).

Ada pula efek samping yang akan si Kecil dapatkan dari speech delay akan merembet ke kemampuan akademisnya kelak. Memahami tulisan dan menyusun kata tidak hanya diterapkan dalam pelajaran yang berbau bahasa, tetapi juga mata pelajaran lainnya seperti matematika, sains, seni, dan ilmu sosial.

Lantas, apa si Kecil benar-benar tidak boleh memegang gawai?

Dari pemaparan di atas, Moms dan Dads bisa menilai kalau pemberian gawai untuk si Kecil mempunyai dampak kurang bagus pada keterampilan bicara. Lalu, apa si Kecil benar-benar tidak boleh memegang gawai? Apakah ada aturan khusus yang membatasi si Kecil mengoperasikan ponsel pintar atau laptop?

Jika Moms dan Dads memanfaatkan gawai sebagai media pembelajaran, maka ada ketentuan yang harus diperhatikan. Misalnya, ponsel atau tablet hanya dipakai untuk video-chatting untuk si Kecil yang usianya masih di bawah 18 bulan. Kemudian, pengenalan media digital bisa dimulai saat si Kecil sudah menginjak usia 18-24 bulan dengan menyaksikan tontonan edukatif. Jangan lupa untuk dampingi si Kecil supaya dia memahami konten yang ditonton.

Ketika si Kecil berumur 2-5 tahun, beri durasi satu jam per hari dalam pemakaian ponsel. Si Kecil yang masih balita harus diawasi saat dia memegang gawai. Sementara si Kecil yang sudah berusia 6 tahun ke atas sudah tidak membutuhkan pengawasan seketat sebelumnya. Namun, Moms dan Dads juga perlu mengimbanginya dengan jenis hiburan lain seperti piknik ke kebun binatang atau taman bermain supaya si Kecil tetap aktif bergerak.

Dengan kegiatan di luar ruangan, si Kecil tidak lantas melupakan kehidupan yang sesungguhnya. Akan sulit bagi Moms dan Dads untuk melepaskan si Kecil yang kadung candu pada gawai yang dipakai. Jadi, kalau bisa, rencanakan bagaimana Moms dan Dads akan menerapkan gawai dalam kehidupan si Kecil supaya semua keterampilannya—termasuk dalam berbicara—tidak terganggu atau terlambat.

artikel terkait