Artikel Parenting

Panduan Memilih Daycare yang Tepat untuk Si Kecil

6
Panduan Memilih Daycare yang Tepat untuk Si Kecil

Artikel ini berisi tentang:

  1. Reputasi itu Penting Moms!
  2. Daycare Harus Punya Kebijakan Yang Tegas
  3. Harus Punya Kurikulum Yang Jelas
  4. Pastikan Memiliki Fasilitas Yang Dibutuhkan

Ada banyak alasan kenapa Moms lebih memilih untuk menitipkan Si Kecil di daycare. Bisa jadi karena terlalu sibuk di kantor, atau karena sebab lainnya. Yang jelas, apapaun alasannya, setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Reputasi itu Penting Moms!

Jangan hanya lihat bangunannya yang mentereng, Moms wajib melihat juga faktor reputasi dari daycare tersebut. Jangan sampai Moms menitipkan Si Kecil di tempat dan kepada orang yang salah. Akibatnya bisa fatal lho, dari mulai kekerasan, isu penculikan, kasus pedofilia hingga bullying.

Sebuah daycare harus memiliki administrasi yang rapi dan terdaftar secara resmi di pemerintahan. Jangan hanya mengandalkan sertifikat pengasuhnya saja. Pasalnya, sertifikat bukan jaminan Si Kecil bisa bebas dari tindak kekerasan. (oleh Ir. Melly Latifah, M.Si., Dosen Psikologi Perkembangan Anak IPB)

Selama masa pencarian ini, sebaiknya tajamkan telinga. Moms bisa menemui orangtua anak yang ditipkan di sana, kemudian tanyakan informasi yang ingin didapat.

Selain survei langsung, Moms pun bisa bergabung dengan komunitas orangtua di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, mencari informasi di grup arisan dan lainnya. Jika ada, Moms pun bisa mencoba daycare yang menerapkan sistem trial pada calon anak baru.

Daycare Harus Punya Kebijakan Yang Tegas

Dilansir dalam Parents Guide Growing Up, daycare terbaik yang bisa Moms pilih adalah, daycare yang punya kebijakan tegas. Misalnya, bagaimana sikap pihak daycare jika ada anak yang sakit, apakah dipulangkan, dirawat secara terpisah atau malah dibebaskan bersama anak-anak lainnya.

Hal ini pun berlaku bagi lama toleransi masa sakit yang diberikan, sikap pihak daycare terhadap anak yang tidak divaksin, dan kebijakan lainnya.

Ini sangat penting Moms, mengingat anak yang sedang batuk atau flu, dan dibiarkan tetap berada di daycare tanpa dipisahkan, kemungkinan besar akan menularkan penyakit tersebut pada Si Kecil. Hal yang sama berlaku bagi anak yang tidak divaksin.

Meskipun terlihat sepele, informasi terkait kebijakan ini sangat penting diketahui agar Moms bisa mempertimbangkan apakah daycare tersebut masuk kriteria pilihan Moms atau tidak.

Harus Punya Kurikulum Yang Jelas

Saat memilih daycare, jangan sampai pertimbangannya sekadar menitipkan Si Kecil saja Moms, tapi cari daycare yang menyediakan kegiatan khusus yang bisa mengasah kemampuan bahasa, sosial, motorik hingga sensorik Si Kecil.

Ini sangat penting, mengingat selama dititipkan mereka harusnya dapat stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuannya, sesuai dengan perkembangan usianya. (oleh Ratih Zulhaqqi, M Psi., psikolog anak dan remaja di RaQQi - Human Development & Learning Centre)

Daycare yang bagus biasanya akan menjelaskan kurikulum apa saja yang dijadikan acuan dalam mendidik Si Kecil. Selain itu, beberapa daycare pun ada yang kerap melibatkan Moms dalam proses pendidikan, seperti melibatkan Moms dalam sesi field trip, ada program khusus parenting bagi orangtua dan lainnya.

Harus diperhatikan juga apakah daycare tersebut memiliki sensory play, mengajarkan interaksi sosial, kemampuan bahasa, kinestetik, ataupun life skill seperti makan sendiri, potty training, dan lainnya.

Pastikan Memiliki Fasilitas Yang Dibutuhkan

Pilih daycare yang memiliki banyak fasilitas yang benar-benar dibutuhkan, seperti toilet yang bersih, tempat tidur, perabotan yang lengkap, dapur untuk memproses makanan, dan lainnya.

Selain itu, pilih daycare yang memiliki rekaman CCTV (terutama di area bermain Si Kecil), sehingga aktivitas Si Kecil dan pengasuhnya bisa terpantau. Kalau diizinkan, Moms pun bisa meminta hak akses CCTV agar bisa memonitor Si Kecil dari jarak jauh.

Tentu saja ini sangat penting, mengingat belakangan ini cukup banyak kasus penyiksaan yang dilakukan pengasuh karena (mungkin) Si Kecil rewel, dan sang pengasuh tidak dapat mengendalikan emosinya. Jika terus diawasi, mungkin si pengasuh pun akan berpikir 2 kali saat akan bertindak gegabah.

Segala fasilitas dan konsep mengasuh yang diterapkan di setiap daycare yang Moms datangi harus benar-benar dipertimbangkan. Bagaimanapun juga, Moms saat ini sedang menitipkan masa depan Si Kecil di sana. (oleh Lesia Oesterreich, pakar keluarga dari Iowa State University, Amerika)

artikel terkait