Artikel Parenting

Mungkinkah Si Kecil Yang Masih Balita Jerawatan?

0
Mungkinkah Si Kecil Yang Masih Balita Jerawatan?

Artikel ini berisi tentang:

  1. Jerawat Muncul Karena Faktor Hormon
  2. Apakah mungkin Si Kecil yang masih Balita jerawatan?
  3. Bagaimana cara mengatasi jerawat Si Kecil?
  4. Trik Mencegah Jerawat Pada Si Kecil

Jerawat merupakan salah satu masalah klasik yang banyak diderita anak-anak remaja atau mereka yang baru memasuki usia puber. Tapi bagaimana jika jerawat tersebut muncul pada Si Kecil, mungkinkah dia mengalami pubertas dini?

Jerawat Muncul Karena Faktor Hormon

Meskipun banyak kemungkinan, seperti karena gaya hidup dan lainnya, faktanya penyebab utama kenapa jerawat bisa muncul adalah, karena adanya hormon androgen. (oleh dr. Gloria Novelita, SpKK.,  dermatologist sekaligus co-founder dari Beyoutiful Aesthetic Clinic)

Normalnya, hormon ini akan mulai muncul di masa pubertas, yakni sekitar usia 14 tahun. Selama masa puber dan remaja, hormon androgen akan memicu kelenjar sebum mengeluarkan banyak minyak, dan menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak.

Kondisi inilah yang menimbulkan sel-sel kulit dan folikel rambut menjadi tersumbat. Kalau saat kondisi ini kulit sedang kotor, bakteri pun akan menyerang hingga akhirnya menjadi jerawat. Menurutnya, sekitar 85 persen anak remaja dan pra-remaja pernah mengalami masalah jerawat ini.

Tinggal dilihat bagaimana tingkat keparahannya, ada yang punya jerawat sangat parah, ada juga yang biasa saja, tergantung dari gaya hidup dan upaya pencegahan yang dilakukan.

Apakah mungkin Si Kecil yang masih Balita jerawatan?

Faktanya, ternyata faktor usia tidak jadi patokan kemunculan jerawat. Bahkan Si Kecil yang masih balita pun bisa berjerawat. Banyak pakar yang percaya jika kondisi ini berhubungan dengan pubertas prekoks atau yang dikenal dengan pubertas dini.

Sama seperti yang terjadi pada anak remaja dan pra-remaja, jerawat pun disebabkan karena hormon androgen adrenal meningkat, sehingga memicu kulit berminyak dan meningkatkan risiko jerawat. (oleh Dr. Andrea L. Zaenglein, MD, pakar kesehatan kulit dan kelamin dari Penn State Hershey Medical Center)

Meskipun begitu, Moms tidak perlu khawatir. Umumnya, jerawat yang menimpa Si Kecil masih tergolong ringan. Selain itu, jerawat merah (papula) yang tumbuh pun hanya berada di bagian dagu dan zona T saja (bagian dahi dan sepanjang garis hidung).

Tapi jika jerawat yang tumbuh pada Si Kecil cukup banyak, mencapai 10 buah, Moms wajib segera memeriksakan Si Kecil ke pakar kesehatan kulit terdekat.

Bagaimana cara mengatasi jerawat Si Kecil?

Jika jerawatnya masih tergolong ringan, Moms bisa melakukan terapi sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan alami, misalnya dengan mengoleskan potongan bawang di bagian wajahnya yang berjerawat, dan rutin membersihkan wajahnya.

Selain itu, Moms pun wajib menjaga kebersihan Si Kecil, dan jauhi makanan yang bisa memperburuk jerawat, seperti junk food, makanan yang digoreng dan lainnya.

Jika jerawat tergolong parah, sebaiknya segera hubungi dokter. Biasanya, dokter akan memberikan krim jerawat dosis rendah khusus untuk anak-anak di bawah 12 tahun. (oleh Dr. Lawrence F. Eichenfield, MD, pakar kesehatan kulit anak dari Rady Children's Hospital)

Tapi Lawrence mengingatkan jika hampir seluruh obat atau krim jerawat masuk dalam kategori resep off-label atau penggunaan obat di luar indikasi, dan belum teruji bagi Si Kecil. Jadi tetap unsur kehati-hatian sangat diperlukan, dan pengobatan alami dari luar jauh lebih disarankan.

Trik Mencegah Jerawat Pada Si Kecil

Menurut American Academy of Pediatrics, makanan dengan campuran bahan kimia jadi penyumbang terbesar penyebab pubertas dini. Itu artinya, faktor makanan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kemunculan jerawat.

Beberapa makanan yang harus diwaspadai adalah, bahan makanan yang terpapar hormon pertumbuhan (growth hormone), seperti bagian paha, sayap dan kaki ayam boiler, atau makanan dengan kandungan lemak trans tinggi, seperti gorengan, dan junk food.

Selain karena faktor makanan yang sudah terpapar bahan-bahan kimia, ada beberapa kondisi lainnya yang bisa meningkatkan risiko Si Kecil mengalami pubertas dini, diantaranya :

  1. Obesitas karena gaya hidup yang buruk.
  2. Adanya riwayat kelainan genetika dari orang tua atau saudara kandung.
  3. Menjalani terapi radiasi pada sistem saraf pusat.

Selain memperhatikan faktor penyebab pubertas dini, Moms pun harus melakukan upaya pencegahan tumbuhnya jerawat dengan cara selalu menjaga kebersihan, pastikan Si Kecil istirahat dengan cukup, dan konsumsi makanan sehat, terutama buah-buahan dan sayuran.

artikel terkait