Artikel Parenting

Ibu, Begini Cara Melatih Bakat Alami Anak

39
Ibu, Begini Cara Melatih Bakat Alami Anak

Artikel ini berisi tentang :

  • Cara Mengenali Bakat Alami Si Kecil
  • Mengasah Multiple Intelligence Si Kecil
  • Bagaimana Cara Mengembangkannya?
  • Sebaiknya Buat Batasan Si Kecil Bisa Bermain Gadget
  • Modal Bakat Saja Tidak Cukup

Moms, pernah mendengar istilah anak terlahir dengan bakatnya masing-masing? Tentu saja ini bukan isapan jempol semata. Faktanya, setiap anak yang lahir ke dunia memang punya potensi untuk lebih berprestasi dalam bidang tertentu, misalnya bernyanyi, berhitung dan lainnya.

Tentu saja semua itu tidak bisa muncul secara sim salabim. Semuanya butuh proses, dimana proses ini dimulai dari tahap identifikasi terlebih dahulu.

Cara Mengenali Bakat Alami Si Kecil

Menurut Psikolog Ajeng Raviando, Psi, pada dasarnya Moms bisa mengenali bakat Si Kecil dengan cara melakukan observasi rutin. Bagaimanapun juga, secara naluri Moms bisa mengenali perbedaan antara bakat terpendam dan kesenangan sesaat atau hanya ikut-ikutan trend saja.

Misalnya, saat Si Kecil punya bakat menyanyi, dia akan cenderung lebih mudah mengenali not dan punya ketajaman nada yang baik. Sementara untuk anak yang berbakat dalam bidang linguistik atau bahasa, dia akan lebih cepat meniru atau menghafal bahasa asing ketimbang anak lainnya.

Bakat-bakat alami inilah yang harus dikenali orangtua sejak dini, kemudian langsung dikembangkan sesuai dengan anugerah yang mereka miliki. Kalau diperlukan atau sekedar ingin memastikan, Moms bisa mengantar Si Kecil untuk berkonsultasi dan lakukan tes bakat oleh psikolog terdekat.

Mengasah Multiple Intelligence Si Kecil

Seiring berkembangnya zaman, Moms wajib mulai mengasah multiple intelligence (kecerdasan majemuk) Si Kecil. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pleh Dr. Howard Garner, psikolog dari Universitas Harvard, dalam bukunya yang berjudul The Multiple Intelligence pada 1993.

Secara umum, multiple intelligence mengedepankan jika kecerdasan Si Kecil terdiri dari berbagai bentuk, yang dibagi menjadi 9 kecerdasan utama, yakni

  1. Kecerdasan dalam Musik, atau kemampuan Si Kecil dalam mengekspresikan diri lewat musik. Kecerdasan ini bisa berupa kemampuan bermain alat musik atau bernyanyi.
  2. Kecerdasan Gerak Tubuh, yang meliputi kemampuan menggunakan kecekatan tubuh. Misalnya saja anak yang mahir dalam permainan gymnastic dan lainnya.
  3. Kecerdasan Logika dan Angka, yang meliputi kemampuah Si Kecil dalam hal perhitungan atau aritmatika.
  4. Kecerdasan Gambar dan Ruang, dimana kecerdasan ini akan membuat Si Kecil punya kemampuan khusus untuk berimajinasi dan menggambarkan sesuatu lewat ruang khayalnya.
  5. Kecerdasan Bahasa, dimana kecerdasan ini memiliki pola kemampuan berekspresi Si Kecil secara verbal atau bertutur kata.
  6. Kecerdasan Antarpribadi, yang merupakan kemampuan Si Kecil untuk bisa berinteraksi dengan orang lain, termasuk mental kuat untuk tampil dan berbicara di muka umum.
  7. Kecerdasan Intrapribadi, yang meliputi kemampuan Si Kecil untuk bisa menganalisis diri sendiri, dan mengembangkan kelebihannya.
  8. Kecerdasan Memahami Alam, dimana kemampuan ini akan membuat Si Kecil mampu mengenal alam sekitar dengan baik.
  9. Kecerdasan Moral, berupa kemampuan Si Kecil dalam mengaplikasikan nilai dan norma dalam masyarakat.

Bila multiple intelligence sudah terasah dengan baik, sudah tentu Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang akan dihadapinya nanti.

Bagaimana Cara Mengembangkannya?

Setelah Moms mengenali bakat Si Kecil, Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, menyarankan Moms untuk membangkitkan minatnya. Jika antara bakat dan minat bisa berjalan berdampingan, tentu saja proses pembelajarannya akan jauh lebih lancar.

Misalnya, saat Si Kecil terlihat berbakat dalam bidang bernyanyi, Moms bisa memaksimalkan bakatnya dengan mendaftarkan Si Kecil ke tempat kursus vokal. Jangan tanggung-tanggung Moms, carilah tempat kursus vokal yang berlisensi dan sudah punya nama.

Selanjutnya, Moms bisa mendorong Si Kecil untuk mengikuti berbagai ajang menyanyi sesuai dengan kelompok usianya. Tapi ingat Moms, menang atau kalah bukan tujuan utama, yang terpenting, Si Kecil bisa merasakan iklim berkompetisi.

Tidak hanya itu, ajang ini pun bisa Moms jadikan sebagai cara untuk menguji mental mereka, sekaligus memacu Si Kecil agar lebih giat berlatih dan menjadi lebih baik.

Sebaiknya Buat Batasan Si Kecil Bisa Bermain Gadget

Walaupun dikenal memudahkan dan bisa membantu Si Kecil memaksimalkan kemampuannya, faktanya banyak pakar yang menyarankan Moms untuk membatasi aktivitas Si Kecil bersama gadget. Pasalnya, gadget dipercaya bisa menurunkan, atau bahkan mengubur bakat alami Si Kecil.

Menurut psikolog, Roslina Verauli, bermain gadget secara terus-menerus akan membuat Si Kecil sibuk sendiri dengan dunianya, tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya. Jika dibiarkan terus terjadi, hal ini akan mengganggu kecerdasan emosional di kecil.

Padahal menurut Vera, kecerdasan emosional sangat penting untuk mengasah kecerdasan Si Kecil secara keseluruhan, sekaligus memaksimalkan bakat yang dimilikinya sejak dini.

Modal Bakat Saja Tidak Cukup

Di sisi lain, Psikolog Clara Kriswanto menegaskan jika modal bakat saja tidak cukup untuk membuat mereka jadi yang terbaik. Minimalnya, Si Kecil butuh 3 hal lain yang berfungsi untuk mengasah potensi besar yang dimilikinya, yakni :

  • Harus ada dukungan penuh dari orangtua dan lingkungan. Dukungan itu bukan hanya materi saja, tapi memberikan pujian tanpa berlebihan pun bisa membuat mereka lebih terpacu untuk menjadi lebih baik.
  • Tidak berhenti berusaha walaupun banyak mengalami kegagalan. Ingat, kalau Moms sudah yakin dengan bakatnya, mundur di tengah jalan bukan pilihan terbaik.
  • Berikan fasilitas yang memadai sebagai media Si Kecil berlatih dan mengembangkan bakatnya. Cara ini pun sebagai salah satu bentuk dukungan penuh Moms pada Si Kecil.

Selain itu, Moms pun dituntut untuk konsisten mendorong Si Kecil untuk mengembangkan bakatnya. Tapi ingat, jangan sampai memaksanya. Buatlah rutinitas latihan sebagai hal yang menyenangkan!

artikel terkait