Artikel Parenting

Cara Melatih Konsentrasi dan Fokus si Kecil

28
Cara Melatih Konsentrasi dan Fokus si Kecil

Artikel ini berisi tentang:

  1. Kemampuan Fokus Anak Terbatas
  2. Latih Dengan Permainan Konsentrasi
  3. Makanan Penambah Konsentrasi
  4. Pastikan Cukup Istirahat

Sekarang ini susah rasanya meminta Si Kecil untuk fokus dan konsentrasi pada satu hal. Baru saja habis 1 halaman buku belajar membaca, dia langsung lari pada mainan. Belum lagi gadget, games dan mainan lainnya yang terus membuat Si Kecil gagal fokus.

Kemampuan Fokus Anak Terbatas

Untuk bisa melatih fokus, Moms harus memahami kemampuan fokus Si Keci. Rata-rata, kemampuan fokus anak-anak hampir sama dengan usianya. Misalnya, jika Si Kecil berusia 5 tahun, maksimal kemampuan fokusnya hanya sekitar 5 menit.

Tapi itu bukan alasan untuk terus memberikan toleransi. Moms harus terus memberikan pelatihan dengan metode tepat, Misal, Mom bisa memberikan jeda setiap 5 menit sekali. (oleh Daniel Goleman, tokoh psikolog kontemporer asal Amerika, penulis buku berjudul Focus)

Daniel menjelaskan trik memberikan jeda tersebut bisa dilakukan dengan aktivitas menyenangkan, misalnya dengan bermain tepuk tangan, bernyanyi, atau tebak-tebakan. Setelah itu, Moms bisa kembali kepada pelajaran utama.

Mengenai durasi jeda, tidak perlu lama. Cukup sekitar 1-2 menit saja. Dengan cara ini, otak Si Kecil akan kembali rileks dan kegiatan belajar pun jadi lebih efektif.

Latih Dengan Permainan Konsentrasi

Moms bisa melatih konsentrasi Si Kecil dengan melakukan permainan sederhana. Ada beberapa permainan yang bisa Moms coba, diantaranya :

  1. Bermain Puzzle. Dalam permainan ini, Si Kecil harus menyatukan kepingan-kepingan kecil hingga terbentuk jadi sebuah benda utuh.
  2. Mengisi air. Dalam permainan ini, Si Kecil diminta untuk mengisi botol dengan air. Alat yang dibutuhkan adalah, botol bekas minuman bersoda ukuran 1.5 liter, gayung atau gelas kecil, dan corong kecil. Aturannya, air yang dimasukkan tidak boleh tumpah, sehingga Si Kecil harus fokus mengisinya secara perlahan hingga penuh.
  3. Memindahkan air. Dalam permainan ini, Si Kecil diminta untuk memindahkan air dari ember pertama ke ember kedua dengan gayung kecil. Posisi ember pertama dan kedua ini disimpan berjauhan sehingga Si Kecil harus hati-hati saat memindahkannya.
  4. Dalam permainan ini, Si Kecil diminta untuk memasukkan benang ke dalam lubang manik-manik, sesuai dengan warna dan bentuknya. Agar aman, bagian ujung jarum yang tajam sebaiknya ditumpulkan dulu.

Selain itu, masih banyak permainan lainnya yang bisa Moms manfaatkan untuk melatih fokus dan konsentrasi Si Kecil, seperti membuat garis, bermain lego dan lainnya.

Makanan Penambah Konsentrasi

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2010, Si kecil yang mengonsumsi jus blueberry setiap hari, lebih baik dalam tes belajar, mampu menjaga fokus lebihlama dan punya kemampuan menghafal yang lebih baik.

Selain itu, ada beberapa makanan lainnya yang bisa Moms andalkan untuk memaksimalkan kemampuan konsentrasi Si Kecil, diantaranya :

  1. Ikan salmon, yang mengandung asam lemak omega-3 dan protein yang terbukti ampuh menjaga otak tetap fokus lebih lama.
  2. Telur kaya omega-3, yang mampu meningkatkan kinerja otak, mempertajam daya ingat, meningkatkan fokus, dan menjaga suasana hati tetap baik.
  3. Pisang mengandung potasium, sejenis mineral yang baik untuk mengoptimalkan kinerja otak, menjaga kualitas tidur tetap baik, memperbaiki sistem saraf, dan jantung.

Selain itu, beberapa penelitian menyebut jika karbohidrat kompleks, seperti gandum, beras merah dan lainnya, memiliki efek yang baik untuk menjaga kesehatan otak, dan membantu Si Kecil fokus lebih lama.

Pastikan Cukup Istirahat

Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of California, San Diego, Amerika, dan diterbitkan dalam Nature, menyebut jika kurang tidur tidak hanya berdampak pada mood dan obesitas saja, tapi bisa membuat otak Si Kecil jadi lemot dan susah konsentrasi.

Hal ini disebabkan karena, saat Si Kecil kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Tingginya kadar kortisol ini tidak hanya meningkatkan stres, tapi juga berdampak buruk pada hipokampus, bagian otak yang berperan dalam pengolahan informasi, fokus dan memori jangka panjang.

Makanya Moms, wajib untuk memenuhi kebutuhan tidur Si Kecil. Menurut American Academy of Sleep Medicine, anak usia pra-sekolah membutuhkan waktu tidur selama 10-12 jam per malam.

artikel terkait