Artikel Parenting

Berapa Jumlah Aman Konsumsi Garam Bagi Si Kecil?

66
Berapa Jumlah Aman Konsumsi Garam Bagi Si Kecil?

Artikel ini berisi tentang:

  1. Bahaya Kelebihan Garam Bagi Si Kecil
  2. Jumlah Garam yang Dibutuhkan Si Kecil dalam Sehari
  3. Kurangi Juga Snack dan Cemilan
  4. Berikan Makanan Rendah Garam

Pernahkah Moms melihat ada anak kecil yang mengalami sakit gondong dengan ciri leher mengeluarkan benjolan besar? Penyakit ini terjadi disebabkan oleh kurangnya zat yodium di dalam tubuh. Nah, yodium sendiri bisa ditemukan dengan mudah pada butiran garam dapur. 

Jangan sampai Si Kecil mengalami kondisi seperti itu ya Moms! Kekurangan garam bisa mengakibatkan dampak buruk bagi tubuh, begitu pula kalau sampai terlalu banyak mengonsumsinya. Penyakit yang paling populer jika tubuh kelebihan kadar garam yaitu tekanan darah tinggi. Selain itu ada pula resiko penyakit lain seperti gangguan pada jantung, kanker perut, obesitas dan masih banyak lagi.

Bahaya Kelebihan Garam Bagi Si Kecil

Moms, ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang mengalami gangguan kesehatan apabila terlalu banyak konsumsi garam. Akan tetapi Si Kecil pun mempunyai resiko yang sama jika Moms tidak memperhatikan jumlah asupan zat tersebut. Terlebih lagi jika Si Kecil punya kebiasaan ngemil makanan atau jajanan dengan rasa gurih dan asin.

Misalnya saja kentang goreng, ayam goreng tepung, keripik, dan sebagainya. Jelas sekali kalau kandungan garam di dalamnya sangat banyak dan belum tentu sehat. Hal tersebut bisa sangat membahayakan kesehatan tubuh anak-anak lho! Adapun dampak buruk yang bisa ditimbulkan antara lain sebagai berikut:

  1. Kegemukan atau Obesitas

Si Kecil bisa mengalami obesitas atau kelebihan berat badan jika terlalu sering mengonsumsi jenis makanan asin. Terlebih lagi timbunan lemak di tubuhnya tergolong jahat dan bisa memicu timbulnya jenis penyakit berbahaya lain.

  1. Kolesterol Tinggi

Kolesterol tidak hanya karena terlalu banyak menyantap makanan berlemak atau berminyak seperti gorengan saja. Tetapi bisa juga dikarenakan jumlah asupan garam terlalu berlebihan di dalam tubuh.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Anak-anak di bawah umur ternyata mempunyai resiko darah tinggi yang sama besar dengan orang dewasa jika sering menikmati makanan asin. Para peneliti pernah membuktikan kalau resiko tekanan darah tinggi pada anak-anak obesitas meningkat sampai 74%. Sedangkan salah satu faktor pemicu obesitas sendiri adalah terlalu banyak konsumsi garam.

Jumlah Garam yang Dibutuhkan Si Kecil dalam Sehari

Mengingat begitu banyaknya dampak buruk dari makanan asin maka Moms harus lebih memperhatikan asupan gizi dan jenis makanan untuk Si Kecil.

Berikut menurut para ahli kesehatan:

  • Usia 6-12 bulan, 1 gram
  • Usia 1-3 tahun, 2 gram
  • 4 – 6 tahun, 3 gram
  • 7 – 10 tahun 5 gram
  • 11 – 14 tahun 6 gram

(Catatan: 2300 miligram setara dengan satu sendok teh)

Kurangi Juga Snack dan Cemilan

Anak-anak pada umumnya memang suka ngemil atau jajan makanan ringan, entah beli di warung biasa atau bahkan supermarket. Jenis makanan gurih dengan kadar garam berlebihan sangat lezat dan bikin ketagihan.

Namun, Moms harus mulai mengurangi kebiasaannya yang satu ini ya! Kandungan garam pada snacks ringan sangat membahayakan kesehatan. Selain garam, ada lagi zat pengawet, MSG, dan lain sebagainya. Apalagi jika tubuh Si Kecil mengalami obesitas karena keseringan mengonsumsi makanan ringan semacam itu.

Moms bisa mengganti cemilan tersebut dengan yang lebih sehat dan membuatnya sendiri di rumah. Contohnya saja kue kering, sayuran, buah-buahan, pudding sehat, dan masih banyak lagi.

Berikan Makanan Rendah Garam

Selain mengurangi cemilan dan jajanan ringan tidak sehat, Moms wajib memperhatikan pola makan Si Kecil. Mulailah dengan memberikan menu masakan rendah garam dan pastinya sehat serta bergizi lengkap.

Perbanyak sayur-sayuran serta buah segar setiap hari agar Si Kecil mendapatkan kandungan serat alami. Ketika memasak, gunakan garam dapur sedikit saja dan jangan sampai terlalu asin karena bisa merusak gizi dalam bahan makanan. Moms bisa juga memberikan jenis makanan kukus atau rebus, misalnya tempe dan tahu bacem, ikan kukus, sup daging, dan sebagainya. 

Konsumsi makanan asin memang diperbolehkan, namun tetap perhatikan jumlah kadar garam yang masuk dalam tubuh. Jangan sampai terlalu berlebihan karena bisa mengganggu kesehatan Si Kecil. Sudah jelas sekali kalau dampak negatif dari makanan asin sangat besar, seperti resiko obesitas, serangan jantung, kolesterol, darah tinggi, dan lainnya.

artikel terkait