Artikel Parenting

Kenali Skoliosis Saat Hamil, dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

0
Kenali Skoliosis Saat Hamil, dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Apakah skoliosis berbahaya bagi kehamilan?
  2. Apa penyebab terjadinya skoliosis?
  3. Benarkah skoliosis membuat Moms sulit melahirkan normal?
  4. Apakah skoliosis bisa disembuhkan?

Skoliosis merupakan sebuah kelainan ketika tulang belakang mengalami pembengkokan ke arah samping, baik ke kiri atau kanan. Biasanya, kelainan tulang ini akan terjadi diawal pubertas, dan paling banyak menyerang wanita. Parahnya lagi, skoliosis bisa menetap hingga dewasa.

Apakah skoliosis berbahaya bagi kehamilan?

Skoliosis tidak menyebabkan komplikasi tertentu. Hamil dengan skoliosis pada umumnya akan sama seperti saat hamil pada umumnya. (oleh Justin J. Park, MD, ahli bedah dari The Maryland Spine Center, Mercy Medical Center Baltimore, Amerika)

Skoliosis pun tidak akan membahayakan Si Kecil saat dalam kandungan, ataupun saat dilahirkan. Hanya saja, menginjak trimester ketiga Moms harus berhati-hati dengan kesehatan punggung. Pasalnya, hormon yang dilepaskan selama kehamilan, secara alami akan membuat ligamen jadi lebih rileks.

Meskipun terlihat aman, faktanya kondisi ini justru malah akan menyebabkan terjadinya peningkatan sudut kemiringan tulang belakang atau sudut cobb, sehingga akan memunculkan rasa nyeri yang lebih besar, terutama di bagian punggung, pinggung dan kaki.

Apa penyebab terjadinya skoliosis?

Kebanyakan kasus skoliosis terjadi akibat faktor genetik dan cacat bawaan, hingga faktor penyebab yang tidak diketahui (idiopatik). Moms pun harus waspada, menurut The National Scoliosis Foundation, skoliosis pada wanita berkembang lebih cepat ketimbang pria.

Agar tidak kecolongan, sebaiknya kenali dulu ciri-ciri skoliosis berikut ini:

  • Posisi kepala dan bahu cenderung miring, atau tidak sejajar dengan pinggul.
  • Bahu terlihat lebih tinggi sebelah hingga menyebabkan garis kemeja tidak rata.
  • Ukuran payudara tampak tidak sama, dan posisinya tinggi sebelah.
  • Satu sisi punggung cenderung lebih tinggi dari yang lain. Kondisi ini akan terlihat jelas saat Moms membungkuk atau berlutut.

Jika mendapati gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk solusi lebih lanjut. Skoliosis bisa dikendalikan dengan terapi yang tepat, dan penanganan yang cepat.

Benarkah skoliosis membuat Moms sulit melahirkan normal?

Seperti disebutkan di atas, skoliosis tidak berpengaruh besar pada kehamilan dan janin, Moms pun bahkan bisa melahirkan dengan normal. Kecuali di trimester ketiga Moms harus lebih berhati-hati dengan kesehatan punggung dan tulang belakang.

Meskipun begitu, sebelum memutuskan untuk menjalani persalinan normal, Moms wajib memeriksakan diri ke dokter untuk melihat derajat kemiringan, dan jenis skoliosis yang dialami. Kalau tingkat kemiringannya cenderung berat, mau tidak mau jalur operasi caesar harus ditempuh.

Jika dokter memperbolehkan Moms untuk melakukan persalinan normal, pastikan Moms didampingi oleh dokter. Pasalnya, penderita skoliosis berisiko besar mengalami persalinan macet, bahkan bisa saja persalinan tiba-tiba berhenti akibat malposisi atau gangguan posisi bayi.

Apakah skoliosis bisa disembuhkan?

Sekarang ini sudah banyak terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi skoliosis, salah satunya terapi brace. Terapi ini dilakukan dengan menempatkan alat penyangga tulang yang digunakan setiap hari, dan mungkin hanya boleh dilepas saat tidur saja.

Terapi brace sendiri sangat disarankan dilakukan sejak masih remaja, dan disarankan untuk penderita skoliosis dengan kadar kelengkungan 25-35 derajat. Selama menjalani terapi ini, Moms disarankan untuk menjalani fisioterapi untuk mengatasi rasa nyeri akibat posisi tulang belakang yang melengkung.

Selain terapi brace dan fisioterapi, skoliosis pun bisa diatasi dengan terapi yoga. Menurut penelitian yang dilakukan Columbia University College of Physicians and Surgeons, menyebut jika yoga cukup efektif untuk mengatasi skoliosis.

Yoga sendiri bisa dijadikan sebagai pendamping terapi lainnya, atau bisa juga digunakan sebagai terapi utama. Tapi ingat, Moms harus selalu didampingi oleh instruktur berpengalaman.

Jika brace dan terapi yoga masih belum mampu memberikan hasil yang signifikan, Moms bisa melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki posisi tulang belakang. Dalam operasi ini, dokter akan menyisipkan lempengan atau skrup kecil di tulang belakang untuk memperbaiki posturnya.

Tentu saja semua operasi memiliki risiko yang harus Moms pahami. Dalam kasus ini, salah satu risiko yang mungkin Moms alami adalah, kerusakan saraf tulang belakang atau infeksi.

artikel terkait