Artikel Parenting

Hati-hati Moms! Ini Risiko Hamil di Bawah Usia 20 Tahun

6
Hati-hati Moms! Ini Risiko Hamil di Bawah Usia 20 Tahun

Artikel ini berisi tentang:

  1. Berapa Usia Ideal Kehamilan?
  2. Apa Saja Risiko Jika Hamil Dibawah Usia 20 Tahun?
  3. Dinilai Belum Siap Secara Mental
  4. Apa Yang Harus Dilakukan?

Belakangan ini banyak pasangan yang berencana untuk hamil di usia muda. Hal ini dibuktikan lewat Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yang menyebut 10 persen remaja berusia 15 s/d 19 tahun, pernah hamil atau bahkan sudah memiliki anak.

Berapa Usia Ideal Kehamilan?

Usia paling ideal untuk hamil dan melahirkan adalah 25 s/d 30 tahun. Di usia ini, gangguan kesehatan pada Ibu hamil tergolong rendah, sistem reproduksi sudah tergolong matang dan secara psikologis Moms sudah sangat siap untuk membesarkan Si Kecil. (oleh Dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG)

Sementara di luar usia tersebut, Ardiansjah menerangkan ada kelompok usia yang tergolong berisiko, yakni wanita yang hamil di usia lebih dari 35 Tahun, dan mereka yang hamil di usia kurang dari 20 tahun.

Saat mendapati kehamilan di usia rawan atau berisiko (kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun), Ardiansjah menyarankan agar Moms mengambil program perencanaan kehamilan yang dipantau langsung oleh dokter atau tenaga medis yang sudah terlatih.

Apa Saja Risiko Jika Hamil Dibawah Usia 20 Tahun?

Mereka yang hamil di usia kurang dari 20 tahun, berisiko mengalami preeklampsia dan masalah pertumbuhan janin di rahim atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR). (oleh Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG, dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta)

Selain kondisi rahim dan sistem reproduksi yang belum sempurna, Ali menerangkan kondisi ini pun dipengaruhi oleh asupan gizi yang buruk, terutama mikronutrien yang memang sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Selain masalah perkembangan, ada beberapa risiko lainnya yang mungkin Moms terima saat hamil di usia muda (kurang dari 20 tahun), diantaranya :

  1. Berisiko mengalami abortus atau keguguran hingga 2-4 kali ketimbang hamil diatas 20 Tahun.
  2. Berisiko mengalami masalah hipertensi selama kehamilan dan preeklamsia karena kemampuan rahim yang belum siap menerima pembuahan dan janin.
  3. Meningkatnya risiko bayi terlahir prematur dan berat badan bayi rendah saat lahir.
  4. Berisiko meningkatkan postpartum blues atau baby blues syndrom karena kondisi mental yang kurang siap menerima kehamilan.
  5. Meningkatkan risiko kematian Ibu dan janin.

Dinilai Belum Siap Secara Mental

Hidup merupakan sebuah siklus yang terdiri dari beberapa tahapan. Di usia kurang dari 20 tahun, Moms masih dianggap sebagai anak remaja yang masih belum siap untuk menjadi orangtua. (oleh Nessi Purnomo, PSi, MSi, Psikolog anak dari Personal Growth Jakarta)

Faktor mental inilah yang membuat Moms dan pasangan akan mengalami kesulitan saat harus membesarkan bayi, terutama di bulan-bulan pertama pasca melahirkan.

Lebih lanjut lagi, Nessi berpendapat jika kondisi ini akan terasa lebih parah jika Moms dan pasangan sudah hidup terpisah dan memutuskan untuk hidup madiri. Dalam kondisi ini, biasanya Moms akan dituntut untuk bekerja keras merawat Si Kecil, sementara pasangan masih sibuk dengan pekerjaannya.

Dari sisi perekonomian, umumnya keluarga muda masih belum stabil dalam capaian karier dan mereka masih belum mampu untuk mengelola keuangan dengan baik. Alhasil, masalah mental dan perekonomian yang kurang baik, berpotensi menimbulkan stres dan meningkatkan peluang pertengkaran.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Saat mendapati Moms sudah hamil di usia dibawah 20 tahun, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. (oleh Dr. Sherman Silber, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, sekaligus Direktur Infertility Center of St. Louis di St. Luke’s Hospital, Missouri, Amerika)

Konsultasi ini sangat penting dilakukan agar Moms bisa dapat informasi yang lengkap terkait kehamilan, terutama dalam hal pemenuhan nutrisi bagi janin dalam kandungan, sekaligus mencegah agar Moms tidak termakan oleh isu-isu menyesatkan seputar kehamilan.

Selain itu, Moms pun disarankan untuk membaca lebih banyak informasi tentang kehamilan (dari sumber terpercaya), banyak menyerap pengalaman dari orangtua, dan persiapkan mental untuk jadi seorang Ibu.

artikel terkait