Artikel Parenting

Tidak Perlu ke Gym, Olahraga Ini Bisa Dads Lakukan Bersama Si Kecil di Rumah!

3
Tidak Perlu ke Gym, Olahraga Ini Bisa Dads Lakukan Bersama Si Kecil di Rumah!

Artikel ini berisi tentang :

  1. Bisa Dilakukan Di Rumah
  2. Coba Olahraga Yang lebih Sederhana
  3. Coba Olahraga Badminton
  4. Prioritaskan Gerakannya, Bukan Jenis Olahraganya!

Cuaca yang tidak menentu belakangan ini seringkali membuat Dads mengurungkan niat untuk berolahraga di gym bersama Si Kecil. Padahal, olahraga itu penting lho. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, olahraga pun efektif untuk menjauhkan stres.

Bisa Dilakukan Di Rumah

Olahraga pada dasarnya bisa dilakukan dimana saja, termasuk di dalam rumah. Ada banyak olahraga yang bisa dipilih, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kondisi dalam rumah. (oleh Raphael Verela, dari Circuit Works Studio di California dan Venesia)

Berikut merupakan beberapa olahraga yang bisacoba Dads lakukan di rumah:

  1. Lempar Bola bisa dilakukan di dalam rumah. Sebelum melakukannya, pastikan ruangan bebas dari barang pecah belah, dan sebaiknya gunakan bola kain (boneka bola).
  2. Lompat tali bisa dilakukan dimana saja, dibelakan rumah, teras dan lainnya. selain menjaga kebugaran, olahraga ini pun baik untuk menjaga keseimbangan tubuh Si Kecil.
  3. Bermain Hula Hoop berguna untuk menjaga fokus dan keseimbangan tubuh Si Kecil. Agar lebih menarik, tidak asa salahnya Dads bermain hola hoop sambil diiringi musik.

Selain itu, masih banyak olahraga lainnya yang bisa dilakukan Si Kecil bersama Dads di dalam rumah, termasuk angkat beban dan lainnya.

Coba Olahraga Yang lebih Sederhana

Selain bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, Dads pun bisa melakukan olahraga dalam bentuk apa saja, dimulai dari yang sederhana. (oleh Stacey Rosenfeld, Ph.D, pakar ilmu psikologi olahraga dari Columbia University Medical Center di New York, Amerika)

Lebih lanjut lagi, Stacey mencontohkan beberapa olahraga yang bisa dilakukan di rumah dengan cara yang menyenangkan, misalnya push up. Untuk menghangatkan suasana, tidak ada salahnya Dads membiarkan Si Kecil duduk diatas punggung.

Selain itu, beberapa olahraga lain, seperti sit up, skipping atau loncat tali dan pilates, bisa jadi solusi terbaik untuk dilakukan di rumah. Tempatnya tidak butuh besar, cukup gunakan teras rumah, taman belakang dan lainnya.

Coba Olahraga Badminton

Badminton, atau dikenal juga dengan bulutangkis, tidak hanya olahraga yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tapi juga bisa digunakan sebagai sarana dalam membentuk karakter Si Kecil. "Dalam proses membentuk seorang anak, dibutuhkan beragam contoh atau hal yang dapat menginspirasi mereka, salah satu cara lewat olahraga badminton." (oleh Kasandra Putranto adalah psikolog klinis dan forensik ternama di Jakarta).

Menurut psikolog berparas cantik ini, rutin melakukan olahraga yang membuat Si Kecil senantiasa aktif ini bisa membuat Si Kecil berpikir cemerlang. Ia menambahkan, badminton akan membuat Si Kecil jadi lebih disiplin dalam hal waktu, dan mengetahui bahwa di dunia ini ada aturan main yang wajib ditaati.

Jadi jangan ragu untuk berolahraga badminton bersama Si Kecil ya, Dads!

Prioritaskan Gerakannya, Bukan Jenis Olahraganya!

Olahraga tidak hanya terfokus kepada jenisnya, misalnya sepakbola, lompat tali, push up, dan lainnya, tapi juga bisa berorientasi pada gerak badan yang dilakukan.

Dengan kata lain, Dads tidak perlu terbebani dengan jenis olahraga yang harus dilakukan. Kalau memang menyenangkan, aktivitas membersihkan kamar, mendekorasi ruang bermain, mencabuti rumput, atau bahkan bermain gulat-gulatan di kamar pun bisa masuk dalam kategori olahraga.

Manfaatnya sama kok! Menurut penelitian yang dilakukan oleh American College of Sports Medicine, anak-anak yang banyak terlibat dalam aktivitas fisik (bisa olahraga, bermain dan lainnya), cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik di sekolah.

Hal ini disebabkan karena aktivitas yang melibatkan gerak fisik akan membuat tubuh mengeluarkan sejenis protein yang disebut IGF-1. Nah, protein inilah yang efektif membantu menstimulasi sel otak untuk terus bercabang dan menyambung, hingga kemampuan kognitif Si Kecil akan terus meningkat.

artikel terkait