Artikel Parenting

Si Kecil Ingin Terus Mengikuti Tren? Apakah Harus Dituruti?

10
Si Kecil Ingin Terus Mengikuti Tren? Apakah Harus Dituruti?

Artikel ini berisi tentang:

  1. Perkembangan zaman yang membuat si Kecil terpapar tren
  2. Beberapa aplikasi yang berguna untuk Si Kecil
  3. Ketahui bila si Kecil hanya ingin sekadar punya tanpa dipakai
  4. Tetap memantau perkembangan tren yang digandrungi si Kecil

Memenuhi kebutuhan si Kecil sudah jadi kewajiban Dads selaku orangtua. Namun, terus menuruti dan mewujudkan keinginan si Kecil bukan tindakan tepat. Dads masih bisa memaklumi bila permintaan yang si Kecil ajukan memang menunjang pendidikan atau kewajibannya. Di sisi lain, kalau sudah berlebihan, Dads harus segera menghentikannya.

Perkembangan zaman yang membuat si Kecil terpapar tren

Teknologi yang semakin canggih merupakan bagian dari perkembangan zaman yang sulit Dads tampik. Jika dulu anak-anak lebih memilih main bersama teman di taman, si Kecil yang masih batita bahkan sudah terpapar pesatnya perkembangan tren mungkin lebih suka main gadget.

Dalam batas normal, si Kecil yang masih batita pun bisa menemukan hal-hal menarik untuk memperluas wawasannya. Akan tetapi, bila tanpa pengawasan, informasi yang si Kecil dapatkan dari dunia maya tidak akan tersaring.  Akibatnya, si Kecil jadi menginginkan hal-hal yang kalau ditilik lagi tidak benar-benar dibutuhkan.

Beberapa aplikasi yang berguna untuk Si Kecil

Membelikan gadget untuk Si Kecil saat ini sudah merupakan hal yang wajar. Tapi ingat, Dads harus memastikan Si Kecil, terlebih yang masih batita, hanya menggunakannya untuk memainkan aplikasi-aplikasi yang berguna saja. Berikut adalah beberapa aplikasi yang berguna untuk Si kecil.

  1. Moose Math

Dengan menggunakan aplikasi ini, Si Kecil akan diajarkan berhitung, penambahan, pengurangan, pemilahan, geometri dan banyak lagi, Karena untuk anak-anak, aplikasi ini memiliki desain dan pola sederhana dan mudah dimengerti anak. Aplikasi yang ditujukan untuk Si Kecil yang berusia 3-8 tahun tersedia di Google Play dengan harga USD 1,99 atau Rp 23 ribuan.

  1. Slice Fractions

Slice Fractions ini akan mengajarkan Si Kecil untuk mengenal pecahan. Dengan desain yang menarik dan sangat eye-catching, maka Si Kecil akan lebih mudah memahami instruksi dalam aplikasi tersebut. Satu kelebihan aplikasi yang cocok untuk segala usia ini dikembangkan oleh para ahli pendidikan di beberapa universitas. Tertarik? Dads bisa memilikinya dengan membayar Rp 35 ribuan di Google Play.

  1. Squeebles Times Tables 2

Aplikasi android interaktif untuk semua usia ini didesain dalam bentuk game. Dalam aplikasi ini, Si Kecil akan diajak untuk menjadi penyelamat dan membantu karakter dalam game ini, Whizz, untuk menyelamatkan Squeebles dari cengkeraman raksasa yang jahat, Math.

Pengembang aplikasi ini berharap Squeebles Times Tables 2 bisa membantu mengembangkan otak anak agar lebih mudah berpikir dan memutuskan sesuatu. Aplikasi ini bisa Dads temukan di Google Play dengan harga sekitar Rp 39 ribuan.

Ketahui bila si Kecil hanya ingin sekadar punya tanpa dipakai

Membelikan gadget memang wajar, tapi sayangnya, segelintir orang tua malah memanjakan anak mereka. Hal tersebut bakal membuat Si Kecil jadi lebih mudah marah saat keinginannya tidak terpenuhi. Dalam hal ini, Dads juga harus tahu kapan waktu yang tepat buat menghentikan keinginan si Kecil. Salah satu tanda yang dapat Dads lihat adalah reaksi saat si Kecil dibelikan mainan atau barang yang sedang tren.

Jika si Kecil masih menggunakannya, berarti barang tersebut memang dia butuhkan. Namun, kalau si Kecil hanya memainkannya sebentar lalu ditelantarkan atau dibiarkan sama sekali, ada kemungkinan si Kecil cuma ingin sekadar punya. Pada saat inilah Dads harus lebih tegas dan tidak mewujudkan lagi apa yang si Kecil mau.

Tetap memantau perkembangan tren yang digandrungi si Kecil

Meski Dads membatasi keinginan si Kecil, bukan berarti Dads jadi serba tertutup terhadap perkembangan tren yang si Kecil sukai. Coba pantau apa yang membuat si Kecil begitu menyukainya sampai-sampai si Kecil sulit melepaskannya.

Bila ada nilai-nilai positif dan membangun, tren tersebut dapat Dads berikan pada si Kecil walau masih dalam pengawasan. Namun, kalau trennya tak sesuai dengan kebutuhan atau usia si Kecil, segera jauhkan sebelum membuat si Kecil jadi pribadi yang tidak Dads dan Moms inginkan.

artikel terkait