Artikel Parenting

4 Urusan Finansial Keluarga Ini Wajib Diperhatikan Para Ayah

114
4 Urusan Finansial Keluarga Ini Wajib Diperhatikan Para Ayah

Artikel ini berisi tentang :

  • Pentingnya Perencanaan Keluarga
  • Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Keluarga?
  • 4 Urusan Finansial Keluarga Yang Wajib Diperhatikan
  • Minta Bantuan Financial Planner

Dads, sebagai seorang kepala keluarga, Anda tidak hanya harus bekerja keras memberikan nafkah bagi keluarga, tapi juga wajib memastikan kesejahteraan keluarga terus terjaga hingga Si Kecil bisa hidup mandiri dan membangun kehidupannya sendiri.

Pentingnya Perencanaan Keluarga

Menurut Dwi Kisniarti, Senior Vice President, Head of Wealth Management Commonwealth Bank Indonesia, pengelolaan keuangan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan. Dengan memperhatikan keuangan keluarga, hasil jerih payah usaha Anda bisa dinikmati dan digunakan semaksimal mungkin.

Menariknya lagi, menurut data terbaru yang dihimpun selama tahun 2010-2014, angka perceraian di Indonesia meningkat 52 persen, dimana 70 persen perceraian tersebut diajukan oleh istri karena beberapa faktor, salah satunya persoalan ekonomi.

Dengan melihat data ini, jelas persoalan ekonomi nggak bisa dianggap enteng. Bahkan jika dibiarkan terus berlanjut, masalah ekonomi bisa mengakibatkan bubarnya hubungan keluarga.

Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah segera jalankan rencana keuangan keluarga dengan prinsip kebutuhan lebih dahulu baru keinginan. Untuk mengetahui hal ini, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan financial planner.

Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Keluarga?

Mengenai hal ini, Dwi menyarankan Anda untuk melihat beberapa faktor utama, yakni pendapatan keluarga yang bersumber dari penghasilan bulanan suami dan faktor pengeluaran tiap bulan. Anda bisa melakukan beberapa aksi pengaturan keuangan tanpa terlilit hutang, diantaranya:

  1. Pahami alur pendapatan dan pengeluaran keluarga

Dari sini kita sudah bisa menentukan berapa kebutuhan yang harus masuk dalam daftar belanja bulanan, berapa dana untuk investasi, dan berapa dana yang harus masuk dalam dana darurat. Semua itu harus difahami lebih dalam sebagai alur pendapatan dan pengeluaran keluarga.

Dari catatan ini, baru kita akan mengetahui, sekaligus menentukan tujuan keuangan keluarga, dari mulai memenuhi kebutuhan pokok, investasi, sandang, pangan dan papan.

  1. Tentukan tujuan keuangan keluarga

Setelah memahami alur pendapatan dan pengeluaran keluarga, saatnya anda menentukan tujuan keuangan keluarga. Tujuan ini bisa berupa target yang bersifat investasi, tabungan atau tujuan lainnya.

Jangan lupa untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dan dana darurat. Simpanan untuk dana pentidikan ini nggak perlu banyak-banyak kok, masing-masing hanya sekitar 10 persen dari total pendapatan anda per bulan!

  1. Sebisa mungkin jauhi hutang, terutama hutang yang bersifat konsumtif

Sebisa mungkin sebaiknya hindari kebiasaan berhutang, terlebih hutang dengan bunga tinggi. Tapi kalau terpaksa, sebenarnya Anda diperbolehkan untuk berhutang, dengan catatan hutang tersebut harus digunakan untuk berinvestasi, bukan untuk konsumsi keluarga, apalagi konsumsi pribadi.

Selain itu, sebisa mungkin hindari hutang untuk memberi kendaraan, barang-barang elektronik, atau furniture. Kecuali jika kendaraan tersebut digunakan sebagai modal bisnis.

  1. Cari informasi yang tepat untuk mengelola keuangan Anda

Informasi ini bisa didapat dari pemaparan para financial planner atau bisa juga meniru cara mengelola keuangan keluarga dan orang-orang terdekat Anda.

Yang paling penting dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah Anda harus bisa menentukan mana kebutuhan pokok dan kebutuhan gaya hidup. Dengan pemisahan ini, Anda bisa mengelola keuangan dengan lebih efektif dan terencana.

4 Urusan Finansial Keluarga Yang Wajib Diperhatikan

Selain memperhatikan kebutuhan pokoknya, termasuk sandang, pangan, dan papan. Berikut 4 urusan finansial keluarga yang wajib Anda perhatikan sebagai kepala keluarga.

  1. Evaluasi Daftar Ahli Waris

Tidak jarang warisan membuat anggota keluarga terpecah. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya evaluasi daftar ahli waris dan tempatkan mereka sesuai dengan porsinya.

Sebagai panduan, perencana keuangan, Freddy Pieloor, CFP, menyebut jika dalam lingkaran keluarga, setidaknya ada tiga kategori, yakni First Circle (suami, istri dan anak), Second Circle (orangtua dan mertua), dan Third Circle (saudara kandung dan ipar). Prioritaskan mereka yang berada di First Circle.

  1. Evaluasi Polis Asuransi

Di era modern ini, asuransi tidak hanya sebatas pelindung saja, tapi juga diposisikan sebagai salah satu barang investasi, sekaligus penjamin keluarga jika ada hal buruk menimpa kita.

Mengingat pentingnya asuransi, sudah selayaknya Anda mengevaluasi kembali polis asuransi dan pilih yang benar-benar efektif melindungi dan menjamin kesejahteraan Anda dan keluarga. Di sinilah kecermatan dan kecerdasan Anda dalam mengambil keputusan akan diuji!

  1. Mengumpulkan Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan warisan, sekaligus investasi paling berharga yang harus dipersiapkan untuk masa depan Si Kecil. Dengan pendidikan yang layak, setidaknya Si Kecil punya bekal bagus untuk masa depannya.

Untuk itu, kumpulkanlah dana pendidikan Si Kecil sedini mungkin. Menurut Rudiyanto Zh, Penulis Buku "Sukses Finansial dengan Reksa Dana" dan "Fit Focus Finish", sekaligus Direktur Panin Asset Management, Reksa Dana merupakan produk asuransi terbaik untuk rencana pendidikan anak.

  1. Memiliki Dana Darurat

Ingat Dads, nggak selamanya Anda berada dalam lingkaran kesuksesan. Untuk menghadapi risiko terburuk, memiliki dana darurat merupakan hal wajib yang harus Anda lakukan.

Menurut Perencana Keuangan, Safir Senduk, setidaknya dana darurat yang harus Anda persiapkan, setara dengan nilai tiga bulan pengeluaran. Sementara untuk mereka yang bekerja sebagai freelancer, artis dan lainnya, sebaiknya simpan dana darurat dalam jumlah 5-12 bulan pengeluaran per bulan.

Untuk memudahkan dalam mengurus keuangan keluarga, sangat disarankan Anda mencari bantuan seorang financial planner sebagai penasehat.

Minta Bantuan Financial Planner

Bagi beberapa orang, menentukan tujuan keuangan keluarga merupakan hal yang rumit. Solusinya, Anda bisa mencari bantuan financial planner atau bisa juga dengan mempelajari rencana keuangan keluarga lewat buku atau pemaparan para ahli di dunia maya.

Tapi ingat, pilihlah seorang financial planner yang tepat dan mampu memberikan solusi untuk masalah keuangan Anda. Cara mendapatkan mereka mudah kok, Anda bisa meminta rekomendasi teman atau kerabat, atau langsung mendatangi kantor-kantor Financial Planner di kota Anda.

Dengan cara ini, setidaknya Anda sudah bisa dapat gambaran bagaimana cara mengatur keuangan keluarga yang tepat, termasuk mempersiapkan dana yang dibutuhkan keluarga, mengatur investasi, persiapan pendidikan hingga persiapan masa pensiun nanti. Selamat mencoba!

artikel terkait