Yuk, Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-12 bulan

Merries Insight
19 Februari 2020
Umum
Share
Yuk, Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-12 bulan

Moms, kita sebagai orang tua, penting sekali untuk mengetahui tahapan tumbuh kembang bayi. Kenapa? Karena dengan mengenali tahap tumbuh kembang Si Kecil, kita bisa memberikan stimulasi atau rangsangan yang tepat sesuai dengan usianya. Di sisi lain, dengan mengetahui tonggak tumbuh kembang bayi, kita pun dapat memantau atau mendeteksi kemungkinan bila ada masalah atau gangguan yang dialami bayi dalam proses tumbuh kembangnya.

  Nah, seperti apakah tahapan tumbuh kembang bayi usia 0-12 bulan?  Yuk, simak uraian berikut ini:                                                                                                                                      

  1. Kemampuan bicara bayi

Usia 0- 6 bulan: Menangis dan  tertawa           

Pada bulan-bulan awal, kemampuan indera bayi masih terus berkembang, ia berusaha memahami dunia barunya. Pastinya Si Kecil belum mampu berkata-kata, namun ia bisa berkomunikasi. Bagaimana caranya?  Pada 2 bulan pertama, bentuk komunikasi untuk menunjukkan dirinya lapar atau tak nyaman adalah dengan menangis. Ia pun sedang belajar mengenali suara.

Pada usia 2 bulan, ia mulai tersenyum. Ia belajar mengenali wajah orang. Kemudian, ia menunjukkan sikap rewel sebagai pertanda bosan. Keterampilan emosionalnya turut berkembang pula. Lalu, pada usia 6 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara, tertawa, menjerit, tetapi masih akan menangis dengan kencang ketika lapar, tidak nyaman, merasa terganggu, merasa sakit, dan lain-lain.

Usia 6 - 8 bulan: Mengoceh

Di usia ini, Si Kecil mulai mengoceh. Ia pun mulai memahami kata-kata sederhana. Selain itu , Si Kecil juga tampak memerhatikan atau berusaha mencari siapa yang memanggil namanya. 

  Oh ya, saat Moms mengganti popok bisa menjadi momen stimulasi bagi Si Kecil. Stimulasi dapat menciptakan bonding atau kedekatan antara Moms dan bayi. Misalnya, saat mengganti popok, ajak Si Kecil berbicara. Bayi adalah pendengar yang baik, meski belum paham arti kata-kata yang diucapkan Moms.

Nah, pastikan wajah Moms sekitar 25-30 cm mendekat wajah Si Kecil. Tujuannya agar terjalin kontak mata dan Si Kecil terfokus pada Moms. Lalu, bicaralah dengan nada suara lembut, pelan-pelan dan jangan lupa untuk tersenyum penuh kasih sayang. Hal ini akan membuat si buah hati merasa aman dan nyaman. Sambil mengganti popok Moms misalnya bilang, ”Saatnya ganti popok ya, Sayang”. Usai ganti popok, Moms bisa berucap, “Nah sekarang Adik sudah bersih lagi!”

Baca Juga : Kenali Aturan Pemberian Menu MPASI Usia 6 Bulan

Usia  8 - 10 bulan: Mengoceh mengucapkan kata

Bayi mengoceh sebagai pertanda mulai bereksperimen dengan nada dan suara yang berbeda. Ia banyak mengeluarkan kata-kata yang bervariasi, misalnya “mamamama” atau “babababa”.

Si Kecil juga berusaha meniru suara atau ucapan yang didengarnya. Beberapa bayi bahkan seperti ‘menyanyi’ ketika mengoceh. 

Usia 10 - 12 bulan: Mengoceh lebih kompleks

Kemampuan mengoceh Si Kecil makin kompleks. Ia seperti berusaha bernyanyi diiringi musik, berbicara dengan mainannya. Memang belum tampak jelas apa yang diucapkannya. Namun, dalam vokalisasinya, ia sudah menggunakan bunyi huruf p, b, m dan d.

Usia 12 bulan: Kata-kata pertama yang bisa dikenali

Bayi mulai bisa mengucapkan kata-kata pertamanya yang mudah dikenali misalnya "mama", “dada”  atau “bye bye” serta tanda seru seperti “uh-oh!”. Ia pun menanggapi permintaan atau arahan sederhana yang diucapkan Moms

 

  1. Kemampuan pendengaran bayi

Usia 0- 3 bulan: Kesadaran dini terhadap suara

Pada usia yang sangat dini ini, bayi akan merespons suara dengan menoleh, merespons suara keras dengan reaksi terkejut, dan mengenali suara ibu/pengasuh dengan senyum.

  Ajak bicara Si Kecil dengan kata-kata positif dan menyenangkan. Perhatikan responnya berupa gerakan kaki, tangan atau tersenyum.  Lalu, saat mengganti popok, selain mengajak bicara, Moms juga bisa memanfaatkan momen ini dengan melakukan skin to skin contact berupa pijatan lembut. Misalnya, pijatan di area kaki, lengan, dada atau punggung. Pijatlah sambil ajak bicara atau bernyanyi. Pijatan membuat Si Kecil merasa tenang, rileks dan bisa tidur lelap.  

Usia 4 - 6 bulan: Mampu membedakan suara

Si Kecil mampu membedakan suara ibunya, pengasuh dan orang terdekat lainnya. Dia juga akan mendengarkan suara dengan lebih seksama.

Usia 7 - 12 bulan: Memaknai suara

Bayi mulai bisa mengaitkan makna dari suara yang didengarnya.  Ia juga mulai membedakan aspek suara seperti nada dan intensitas. Bayi usia ini juga mulai menikmati musik dan bernyanyi. Ia juga tampak mendengarkan percakapan orang lain. Salah satu aspek terpenting dari perkembangan bicara juga terjadi sekitar waktu ini, bayi mulai membedakan suara dari suara lain dan kurang terganggu oleh suara lain, serta meningkatkan perhatian pada suara.

 

  1. Kemampuan motorik kasar dan halus bayi

Usia 0- 3 bulan: Perkembangan motorik dini

Bayi belum memiliki kemampuan kontrol atau mobilitas pada rentang usia ini. Akan tetapi, ia sudah memiliki beberapa keterampilan motorik. Pada minggu-minggu awal ini, ia mulai bisa menggerakan kepalanya dari sisi ke sisi saat berbaring tengkurap. Selain itu, tangannya mulai bisa berusaha menjangkau atau meraih sesuatu.

Kemudian, Si Kecil juga akan mengamati wajah ibunya, berbalik ke arah munculnya cahaya dan bisa melakukan tindakan seperti tersentak-sentak. Ia juga mampu menggenggam dengan keras secara refleks. Terkadang, kita sulit melepaskan genggamannya. Ia juga mampu menyedot dengan baik ketika menyusu.

Selanjutnya, bayi berusaha melakukan gerakan yang lebih halus dengan lengan dan kakinya. Ia memalingkan kepalanya untuk mengekspresikan kebosanan. Bayi juga mampu membuka dan menutup tangannya.  Bila ada benda yang bergerak, matanya akan berusaha mengikuti. Tak hanya itu, ia pun berusaha memutarkan kepala menuju arah suara yang ia dengar. Di usia ini pun Si Kecil mulai menyukai bermain dengan orang. Ketika permainan itu berhenti, ia mungkin akan menangis.

Usia 3 - 6 bulan: Semakin kuat

Bayi ingin menjelajahi dunia sekitarnya. Si Kecil mulai bisa mengangkat kepalanya dengan kokoh atau mantap tanpa ditopang. Ia pun akan berusaha berguling dari depan ke samping dan akan berusaha duduk tapi dengan cara dipegang atau ditopang. Ia pun mampu memperhatikan sesuatu dan berusaha memandang sekeliling. Kemudian, ia menangkap dan menyentuh benda-benda yang ia lihat, serta mulai tertarik pada suatu objek di tangannya. Ia juga mengeksplorasi mainan yang dipegangnya dan berusaha dimasukkan ke dalam mulut mungilnya.

Usia 6 - 9 bulan: Menjelajah

Pada rentang usia ini, bayi siap untuk mulai mencapai beberapa tonggak tumbuh kembang yang besar. Bayi bisa berguling-guling dengan lincah. Ia pun mulai belajar merayap. Ia belajar duduk sendiri tanpa bantuan. Ia juga belajar bangun sendiri dari posisi tidur. Ia juga mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya dan sering menggerakkan benda.

Kemudian, ia suka menjatuhkan barang di lantai. Bayi juga suka permainan sederhana, misalnya cilukba.  Ia bahkan sudah bisa merespons “tidak”. Si Kecil juga mampu menemukan objek yang sebagian tersembunyi. Selanjutnya, ia berusaha berdiri sambil memegang sesuatu.

Baca Juga : Cara Tepat Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Usia 9 - 12 bulan: Bergerak

Ia mulai merangkak, berguling untuk mengubah posisi, dan duduk dengan stabil. Dia akan berusaha berdiri dan berjalan dengan dibantu atau berpegangan. Si Kecil  juga akan merespons musik dengan menggerakkan tubuh atau tangan. Ia menggunakan jari untuk menunjuk sesuatu.

Umumnya pada rentang usia ini, bayi menjelajahi hal-hal dengan cara yang berbeda, seperti membenturkan dan melempar sesuatu yang dipegangnya.  Ia juga sudah bisa berdiri dan mencoba berjalan sambil sambil memegang benda di sekitarnya. Ia dapat berjalan beberapa langkah. Bayi juga mulai tertarik untuk merangkak menaiki tangga.

Si Kecil juga menggunakan gerakan dasar, seperti menggelengkan kepalanya “tidak” atau melambaikan “selamat tinggal”. Bayi juga mulai makan sendiri dengan menggunakan jarinya, karena  koordinasi tangan-mata sudah lebih baik. Bahkan, ia mulai menggunakan sesuatu dengan benar, misalnya minum dari cangkir.

Oh ya, Si Kecil juga mungkin dapat dikenalkan dengan pra-toilet training atau pengenalan toilet. Jelaskan dengan bahasa sederhana mengenai penggunaan toilet untuk Buang Air Kecil dan Buang Air Besar. Katakan bahwa ketika mulai memakai toilet.

Si Kecil harus melepas popoknya. Jelaskan pula bahwa ia sudah tak bisa BAK dan BAB pada popok. Untuk tahap awal, Si Kecil bisa menggunakan pispot agar terbiasa dengan fungsi toilet. Atau gunakan tempat duduk kloset khusus untuk anak. Moms juga bisa mengajak Si Kecil ketika ingin memakai toilet.

Demikian tahapan tumbuh kembang bayi dari usia sejak lahir hingga usia 12 bulan. Tentunya tonggak tumbuh kembang ini untuk melihat apakah Si Kecil mencapai tahap kemampuan fisik, verbal, dan sosial yang diharapkan.

  Tentunya, tonggak tumbuh kembang ini sebagai panduan bagi Moms,meski setiap anak adalah unik dengan proses perkembangannya yang berbeda-beda. Karena itu, sebaiknya kita tak perlu membanding-bandingkan dengan anak lain, ya Moms. Yang paling penting adalah menikmati setiap fase tumbuh kembang bayi dan lihat keajaiban-keajaiban momen penting dalam kehidupan Si Kecil.  

 Referensi:

www.cdc.gov

www.thebump.com