Yuk, Kenali Tahapan Pertumbuhan Gigi Bayi

Merries Insight
22 Juli 2020
Umum
Share
Yuk, Kenali Tahapan Pertumbuhan Gigi Bayi

Tidak hanya menantikan Si Kecil mulai berjalan atau menyebut kata pertamanya, melihat gigi susu Si Kecil juga menjadi milestones yang dinantikan banyak orang tua. Rasanya tak sabar menanti munculnya gigi-gigi kecil Si Kecil untuk pertama kali. Perlu diingat bahwa pertumbuhan gigi pada bayi bisa berbeda-beda. Karena itu, kita tak perlu cemas bila pertumbuhan gigi susu berbeda atau sedikit lebih lambat dari bayi lain seusianya. Bukan hanya menantikan gigi Si Kecil tumbuh, tapi Moms perlu pastikan merawat gigi Si Kecil dengan tepat agar Ia memiliki gigi yang sehat.

Nah, mungkin tak banyak yang tahu bahwa pertumbuhan gigi Si Kecil dimulai sejak dalam rahim. Saat Moms hamil, dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung kalsium, fosfor, vitamin C dan D guna membantu pertumbuhan sel-sel gigi. Mom juga disarankan untuk menghindari konsumsi obat-obatan tertentu, salah satunya adalah antibiotik, agar kelak tidak menyebabkan warna gigi anak menjadi coklat atau menghitam.   

Namun, seperti apakah pertumbuhan gigi saat di dalam kandungan? Tentunya, bukan berarti gigi muncul di gusi janin. Namun, pertumbuhan gigi di janin adalah persiapan terbentuknya benih-benih gigi sesuai perkembangan janin. Proses ini dimulai saat kehamilan berusia sekitar 6 bulan. Selanjutnya, secara bertahap akan terbentuk jaringan keras sebagai lapisan luar gigi.  Ketika bayi lahir, di atas gusinya sudah ada sekitar sepuluh benih gigi susu. Kelak, ketika usia Si Kecil menginjak usia 6 bulan, gigi susu akan muncul dari gusi untuk pertama kali.

Urutan pertumbuhan gigi susu

Lalu, bagaimana urutan pertumbuhan gigi susu bayi? Perlu dipahami Moms, jumlah gigi anak akan berbeda jumlah gigi yang dimiliki orang dewasa. Jumlah gigi secara lengkap pada orang dewasa adalah 32 gigi. Sedangkan, pada anak-anak, jumlah gigi susu seluruhnya mencapai 20 gigi yang mencakup 10 gigi di rahang bawah dan atas.

Pertumbuhan gigi susu pada anak tidak akan langsung muncul secara utuh sebanyak 20 gigi. Namun, dimulai dari proses yang perlahan-lahan. Nah, berikut ini urutan pertumbuhan gigi susu secara umum: 

1. Bayi usia 0-3 bulan, awal muncul gigi 

Proses pertumbuhan gigi dimulai sejak janin dalam kandungan sekitar usia 6 minggu. Kemudian, secara bertahap, tumbuh jaringan gigi saat janin berusia sekitar 3 atau 4 bulan di kandungan Moms. Ketika bayi lahir ke dunia, calon bakal gigi ini masih tersembunyi dan belum muncul hingga Si Kecil berusia di atas 3 bulan. 

Akan tetapi, pada beberapa bayi ketika lahir sudah tampak giginya meski masih sangat kecil. Hal ini tentu tak perlu dicemaskan. Gigi Si Kecil tetap tumbuh dengan normal. 

2. Bayi usia 3 - 8 bulan, pertama kali muncul gigi susu 

Umumnya, gigi susu pertama muncul pada saat bayi berusia 6 bulan. Meski begitu, proses atau tingkat pertumbuhan gigi bayi berbeda-beda. Boleh jadi, pada usia 3 bulan, mulai tampak pertumbuhan gigi susu pertama. Atau bahkan, ada juga bayi yang baru tumbuh gigi susu pada usia 8 bulan. Biasanya yang pertama kali muncul adalah gigi seri tengah bawah. Setelah gigi seri tengah bawah ini, secara bertahap akan disusul oleh tumbuhnya sepasang gigi seri tengah atas.

Rata-rata bayi yang mengalami proses pertumbuhan gigi pertama atau biasa disebut erupsi gigi ini, mengalami demam sehingga rewel. Moms tentu tak perlu khawatir karena ini adalah hal yang alami. Bayi seperti merasakan nyeri dan gatal pada area gusinya. Bayi akan lebih sering berusaha memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya untuk mengurangi rasa gatal di area gusi. Ketika bayi telah menunjukkan kebiasaan ini, Moms harus memerhatikan lebih seksama agar menghindari Si Kecil memasukkan barang yang tidak seharusnya ia masukkan ke dalam mulutnya. Moms bisa membantu meringankan gejala tidak nyaman ini dengan mengusap-usap gusi bayi dengan lap/sapu tangan/handuk kecil yang diberi air dingin terlebih dahulu. Moms juga bisa memberikan Si Kecil mainan yang aman Ia gigit. Jangan lupa juga untuk sering membersihkan mainan ini lebih sering agar tetap menghindari bakteri atau virus yang menempel dan masuk ke dalam mulut Si Kecil.

3. Bayi usia 8 - 12 bulan, pertumbuhan gigi seri atas 

Setelah sepasang gigi seri atas dan bawah bagian depan, selanjutnya pertumbuhan gigi seri atas pada bayi aka lengkap hingga usia sekitar 12 bulan. Pada saat ini, muncul gigi seri samping atas. Kemudian, umumnya ketika bayi berusia 12 bulan atau 13 bulan, gigi seri atas sudah lengkap.

4. Bayi usia 12 - 16 bulan, pertumbuhan gigi seri bawah

Pada rentang usia ini, secara perlahan akan muncul gigi seri samping bawah. Dengan demikian, jajaran gigi sering menjadi lengkap. Pada saat ini, Si Kecil sudah memiliki 8 gigi seri lengkap sehingga makin bisa menggigit makanan. 

5. Bayi 16 - 24 bulan, pertumbuhan gigi taring dan geraham 

Kemudian, pada saat Si Kecil berusia sekitar 16-22 bulan, mulai muncul gigi taring. Umumnya, gigi yang pertama kali adalah gigi taring atas. Selanjutnya pertumbuhan gigi diikuti oleh gigi taring bawah. Gigi ini muncul ketika Si Kecil berusia 17 hingga 24 bulan. Memasuki usia 2 tahun atau 24 bulan,  biasanya anak sudah memiliki gigi sering lengkap dan gigi taring lengkap.

Pada usia ini pula gigi geraham mulai tumbuh. Gigi ini berperan penting untuk mengunyah makanan sehingga lebih lembut.  Awalnya, akan muncul gigi geraham kecil di sebelah taring. Selanjutnya, disusul gigi geraham besar. Gigi ini berperan untuk menghancurkan dan melumatkan makanan sehingga mudah ditelan serta dicerna.  

6. Anak usia 2 hingga 4 tahun, jumlah gigi susu sudah lengkap

Pada periode usia ini, gigi susu terus tumbuh dan lengkap sudah menjadi 20 gigi. Gigi-gigi ini digunakan untuk proses makan sehingga kelak satu demi satu tanggal dan digantikan oleh gigi tetap/permanen.

Jadi Moms tak perlu cemas ya bila pertumbuhan gigi susu Si Kecil agak terlambat atau lebih cepat dari perkiraan pada umumnya. Salah satu yang Moms bisa lakukan adalah memastikan asupan gizi Si Kecil terpenuhi, karena gizi menjadi faktor penting dalam pertumbuhan gigi susu Si Kecil.

Gigi anak mungkin baru tampak oleh Moms pada usia enam bulan ke atas, tapi hal ini tidak membuat Moms bisa menunggu hingga enam bulan sebelum merawat kesehatan gusi Si Kecil. Menjaga kesehatan gigi Si Kecil harus dimulai sejak dini. Bahkan, sejak gigi susu belum tumbuh. Saat gigi susu belum tumbuh, gusi Si Kecil juga perlu dibersihkan. Hal ini diperlukan untuk menghilangkan kuman di dalam rongga mulut Si Kecil.

Untuk membersihkan gusi Si Kecil, Moms bisa menggunakan kain atau lap berbahan lembut yang telah dibasahi dengan air. Moms coba angkat bibir Si Kecil untuk menyeka gusi dan garis gusi depan dan belakang dengan lap basah tersebut. Sapukan atau bersihkan secara lembut dengan gerakan melingkar selama dua menit. Cara ini dapat menghilangkan bakteri penyebab munculnya plak pada gigi. Lakukan ini setiap hari. Moms juga dapat melakukannya, bersamaan dengan waktu mandi bayi.

 Setelah gigi mulai tumbuh, perawatan gigi harus semakin diperhatikan, agar menghindari risiko gigi berlubang, gigi tanggal atau bahkan gigi berubah warna. Salah satu yang harus diperhatikan adalah hindari membiasakan bayi tertidur sambil minum susu. Pasalnya, bekas susu yang tertinggal saat tidur dapat menimbulkan gigi berlubang. 

Pertumbuhan gigi sebabkan BAB berlendir?

Konon, pertumbuhan gigi bayi juga menyebabkan kotoran bayi berlendir. Ketika proses tumbuh gigi, produksi air liur meningkat, sehingga tertelan oleh Si Kecil. Nah, ketika air liur masuk ke dalam saluran pencernaan secara berlebihan, namun belum mampu untuk mencernanya dengan baik. Hal ini memicu peradangan ringan di usus sehingga produksi lendir di usus meningkat dan membuat kotoran bayi menjadi lebih berlendir. 

Tekstur kotoran lunak yang berubah mungkin dapat membuat Moms khawatir, namun hal ini sepenuhnya normal. Moms bisa membantu memastikan kenyamanan Si Kecil dengan memilih popok yang tepat. Karena tekstur kotoran lunak lebih basah, pastikan popok memiliki daya serap yang baik, agar memastikan bagian dalam popok tetap kering dan menghindari risiko timbul ruam karena kulit bayi yang lembab. Salah satunya adalah popok bayi Merries. Popok bayi Merries memiliki 3 lapisan bersirkulasi udara yang membantu popok tetap kering dan membuat Si Kecil tetap nyaman. 

Makanan Menstimulasi Pertumbuhan Gigi

Selain memberikan mainan gigit, Moms juga bisa merangsang pertumbuhan gigi dengan memberikan makanan. Beberapa makanan ini dapat diolah dalam menu MPASI Si Kecil di antaranya: 

  • Telur. Telur mengandung banyak zat gizi penting untuk pertumbuhan gigi di antaranya fosfor. Namun perhatikan bila bayi mengalami alergi. Berikan telur sedikit-sedikit terlebih dahulu jika Moms belum yakin apakah Si Kecil memiliki alergi telur apa tidak.
  • Wortel. Wortel juga dapat merangsang pertumbuhan gigi. Wortel mengandung keratin untuk mencegah kerusakan gigi. 
  • Ikan laut seperti salmon atau tuna mengandung vitamin D yang membantu penyerapan kalsium lebih baik.  Ikan juga mengandung protein untuk merangsang pertumbuhan dan memperkuat gigi. Selain itu, ikan kaya akan mineral dan vitamin lain untuk mendukung kesehatan gigi bayi, mengatasi peradangan gusi. 

Sajikan bahan makanan tersebut dalam menu MPASI sesuai usia Si Kecil  sehingga merangsang pertumbuhan gigi bayi. Selamat mencoba Moms!