Tips Memilih Popok Bayi Sekali Pakai Untuk Newborn

Merries Insight
05 Agustus 2020
Umum
Share
Tips Memilih Popok Bayi Sekali Pakai Untuk Newborn

Memilih popok bayi untuk newborn gampang-gampang susah. Moms harus bisa memastikan popok yang digunakan memiliki bahan yang nyaman dan juga memiliki daya serap yang tinggi. Apalagi Si Kecil saat masih dalam fase newborn masih memiliki sensitivitas kulit yang lebih tinggi dibanding bayi lain yang lebih tua usianya. Kebanyakan dari Moms memilih menggunakan popok bayi sekali pakai untuk memudahkan pemakaiannya. 

Saat Moms memiliki bayi newborn pasti ada banyak pemikiran tentang popok bayi mana yang paling baik digunakan. Ada pendapat yang mengatakan popok kain merupakan popok terbaik, namun banyak juga yang mengatakan popok bayi sekali pakai adalah popok yang tepat guna untuk dipilih.

Menggunakan popok kain memang tidak ada salahnya. Namun perlu diperhatikan kualitas kain dan juga serat kain yang berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit Si Kecil. Selain itu, popok kain juga dinilai tidak memiliki sirkulasi udara sebagus popok sekali pakai dan karena sifatnya adalah kain, harus sering dicuci dan dijemur untuk menjaganya tetap bersih.

Alhasil Moms yang ingin menggunakannya akan lebih repot. Karena ketika Si Kecil pipis harus mencuci dan menggantinya dengan popok kain yang baru. Selain ada risiko higienitas popok kain yang belum terjamin. Ada pula risiko kulit bayi terpapar bahan kimia dari deterjen/pelembut ketika mencuci popok kain. Kulit bayi yang sensitif bisa saja tidak cocok dengan komposisi dari deterjen/pelembut tersebut. Situasi lebih sulit akan dirasakan ketika cuaca hujan, proses menjemur pakaian tidak bisa dilakukan karena matahari tertutup oleh awan gelap.

Oleh karena itu, pilihan banyak dijatuhkan pada produk popok bayi sekali pakai. Perkembangan teknologi banyak dimanfaatkan oleh produsen popok bayi, seperti popok Merries yang telah didesain khusus untuk nyaman dan aman digunakan oleh bayi.

Adanya terowongan udara membuat kulit bayi akan selalu kering dan tidak lembab. Selain itu, daya serapnya yang tinggi dan mampu menampung lebih banyak cairan mampu mencegah timbulnya ruam pada kulit Si Kecil. Selain popok sekali pakai terjamin higienis, popok sekali pakai dibuat dengan teknologi terbarukan agar memastikan popok lembut tanpa tambahan kimia yang berbahaya bagi kulit Si Kecil.

Nah bagi Moms yang sedang mencari popok bayi sekali pakai terbaik, berikut merupakan tips yang bisa Moms ikuti untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Si Kecil.

1. Pilih popok bayi sekali pakai yang lembut

Bayi newborn biasanya memiliki kulit yang lebih sensitif. Hal itu dikarenakan tubuhnya masih melakukan adaptasi atas iklim dan udara yang ada di luar kandungan. Oleh karena itu, pemilihan bahan popok bayi sekali pakai menjadi hal yang utama. Jangan sampai popok yang digunakan oleh Moms malah membuat kulit Si Kecil kemerahan karena iritasi. Selain itu, karena gerak Si Kecil yang belum beraturan, usahakan mendapatkan popok bayi sekali pakai yang tidak kaku agar tetap nyaman dikenakan. Popok Merries merupakan pilihan terbaik untuk dikenalkan kepada Si Kecil. Karena popok Merries memiliki permukaan popok yang lembut dan empuk sehingga nyaman digunakan oleh Si Kecil.

2. Pilihlah yang memiliki indikator penanda pipis

Saat baru lahir, Si Kecil akan sering pipis ataupun BAB. Oleh karena itu, penting untuk Moms memilih popok sekali pakai yang memiliki indikator penanda pipis/cairan. Jadi Moms tidak perlu mengecek ataupun meraba popok yang dikenakan Si Kecil. Hal itu sekaligus meminimalisir risiko berpindahnya bakteri ataupun virus yang ada pada tangan Moms ke popok yang dikenakan. Biasanya indikator penanda pipis ini ditunjukkan dalam warna yang berubah, Moms bisa langsung menggantinya ketika popok tersebut sudah terindikasi terisi oleh cairan ataupun kotoran lunak Si Kecil. Fitur ini juga yang biasanya membuat Moms memilih popok bayi sekali pakai dibandingkan popok kain. Moms bisa menghemat waktu dalam memeriksa apakah popok bayi sudah perlu diganti apa tidak. 

Namun, akan lebih baik jika Moms tetap mengganti popok meskipun fitur penanda pipis belum berubah warna. Karena, kelembaban popok tidak hanya dikarenakan oleh kotoran bayi, tapi juga dari keringat bayi. Sehingga Moms dianjurkan untuk mengganti popok bayi setiap 3-4 jam sekali. 

3. Pilih popok yang tidak memiliki aroma

Popok bayi sekali pakai yang baik adalah popok yang tidak memiliki aroma kimia. Karena dengan begitu, bahan yang digunakan adalah bahan pilihan berkualitas tinggi. Moms harus memperhatikan apakah popok yang Moms beli memiliki aroma yang menonjol. Popok tanpa aroma akan lebih baik digunakan untuk Si Kecil. Aroma yang menonjol ini bisa menandakan bahwa bahan dari popok cenderung keras. 

4. Daya serap tinggi

Popok bayi sekali pakai yang memiliki daya serap tinggi adalah hal yang penting juga untuk diperhatikan. Tidak hanya kuantitas popok dalam menampung cairan, tapi juga seberapa cepat popok dapat menyerap cairan agar menjaga permukaan popok tetap kering. 

Kapabilitas daya serap ini yang menentukan apakah popok dan kulit bayi akan senantiasa kering. Hal ini penting untuk menghindari ruam popok. Ruam popok biasanya muncul karena kulit bayi lembap, sehingga muncul lecet atau kemerahan. Moms bisa mencoba daya serap popok dengan menuangkan sedikit air ke permukaan popok. Bila terasa berat tanpa cairan mengalir ke mana-mana, popok tersebut memiliki daya tampung yang baik. Setelah itu, rabalah permukaan dalam popok Si Kecil, Moms bisa merasakan apakah cairan bisa langsung diserap oleh popok dan apakah permukaan popok cukup cepat kembali kering.

5. Perhatikan ukurannya

Bayi newborn pada usia 1 bulan akan mengalami pertumbuhan yang lumayan cepat, Untuk itu, Moms harus menimbangnya secara berkala di setiap bulan perkembangannya. Ukuran popok didasarkan pada berat Si Kecil, bukan pada usianya. Rata-rata, setiap bulan berat Si Kecil bertambah sekitar 800 gram hingga 1 kilogram. Penambahan tersebut secara kontinu terjadi hingga usianya mencapai 5 bulan. 

Untuk bayi yang memiliki berat 4 hingga 8 kilogram, Moms bisa menggunakan ukuran popok bayi sekali pakai di size NB atau S. Moms bisa melihat bagan di sini untuk menentukan ukuran popok Merries sesuai berat badan Si Kecil.

Selain memperhatikan ukuran, pilihlah model popok yang memiliki sistem bukaan perekat untuk bayi yang baru lahir. Karena dengan begitu, Moms bisa dengan mudah mengganti popok Si Kecil ketika basah di saat bayi masih hanya bisa berbaring. Pilih juga tipe perekat yang bisa dilepas pasang seperti pada popok Merries. Perekat yang bisa dilepas pasang akan memudahkan Moms dan Dads baru yang belum terlalu lihai mengganti popok

Ukuran popok bisa dinaikkan menjadi M ketika Si Kecil sudah berusia 6 bulan. Di sini, Si Kecil sudah diberikan menu makanan pendamping air susu ibu (ASI), sehingga tekstur kotoran lunak bayi sudah semakin keras, sehingga Moms juga harus memperhatikan daya serap dan daya tampung popok yang Moms pilih.

Pada usia ini, Moms juga bisa berganti ke popok sekali pakai dengan tipe celana. Karena aktivitas Si Kecil pada usia tersebut sudah mulai banyak dan juga lincah. Popok celana akan memudahkan Moms mengganti popok meskipun bayi terus bergerak dan tidak mau diam, karena bentuk popok yang serupa dengan celana, sehingga penggunaannya tidak akan memakan waktu lama bagi bayi untuk diam.

Usia 2-3 bulan pertama Si Kecil, kebutuhan popok bayi sekali pakai diperkirakan mencapai 250 popok setiap bulannya. Itu karena Si Kecil masih sering mengkonsumsi susu ketimbang makanan padat, pencernaan Si Kecil juga sedang beradaptasi sehingga frekuensi pipis dan BAB menjadi sering. Popok ukuran M ini cocok untuk Si Kecil yang memiliki berat badan 7 hingga 12 kilogram. 

Nah di saat usia sudah berusia 9 hingga 12 bulan, kebutuhan popok Si Kecil akan semakin berkurang karena bayi akan lebih sering menyantap menu MPASI dibandingkan ASI, sehingga frekuensi pipis dan BAB tidak sesering dulu. Pencernaan Si Kecil juga sudah lebih beradaptasi.  Pada usia ini,  Moms bisa menggunakan popok bayi sekali pakai ukuran L. Pemakaiannya ditaksir mencapai 1 hingga 3 popok setiap harinya.