Tekan Pengeluaran Melalui Pemilihan Popok Bayi yang Tepat

Merries Insight
24 Agustus 2020
Umum
Share
Tekan Pengeluaran Melalui Pemilihan Popok Bayi yang Tepat

Salah satu pengeluaran utama setelah memiliki anak adalah pengeluaran untuk membeli popok. Memilih popok, sebagai kebutuhan utama bisa dibilang gampang-gampang susah. Selain fungsi utama untuk menampung dan menyerap cairan dari Si Kecil, pertimbangkan juga fitur tambahan yang mungkin dimiliki popok bayi. Popok bayi yang bagus dilengkapi fitur untuk menjamin kenyamanan Si Kecil, misalnya dengan sirkulasi udara yang baik, alarm penanda pipis, dan memiliki bahan yang lembut. Fitur ini bisa membantu Moms lebih berhemat karena dapat menghindari pergi ke dokter atau biaya obat jika Si Kecil mengalami ruam popok.

Salah satu popok yang Moms pilih adalah Merries, popok dengan teknologi dari Jepang. Popok Merries memiliki kelebihan yaitu, 3 lapisan bersirkulasi udara untuk memastikan cairan cepat kering, permukaan yang bergelombang agar kotoran tidak menempel di kulit, lalu permukaan lapisan yang bisa membantu uap/kelembapan di dalam popok keluar, menjaga bagian bokong Si Kecil tetap sejuk dan tidak berkeringat berlebih. 

Selain popok, pernahkah Moms menghitung berapa pengeluaran selama satu tahun untuk Si Kecil? Jika dirinci, ternyata lumayan juga lho Moms. Biaya terbesar dihabiskan untuk pembelian popok, bukan makanan ataupun pakaian. Untuk itu, Moms perlu mendapatkan popok bayi murah namun berkualitas sehingga, dananya bisa ditekan lagi untuk kemudian ditabung untuk pendidikannya kelak.

Membincang kebutuhan Si Kecil memang seakan tidak ada habisnya. Karena Moms dan Dads sebagai orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Pakaian, diberikan yang terbaik, makanan juga begitu, kasih sayang, kesehatan, pendidikan hingga popok, juga inginnya diberikan dengan kualitas terbaik. 

Namun ibarat investasi, Moms harus mengalokasikan dana yang cukup besar diawal. Tujuannya tentu saja agar Si Kecil bisa mendapatkan yang terbaik dari Moms dan juga Dads. Besaran dana yang dikeluarkan memang akan terbayarkan dengan melihat Si Kecil tumbuh sehat dan juga cerdas. Tetapi, bukannya lebih baik jika Moms bisa mengelola keuangan secara cermat, sehingga sisa uang bulanan bisa digunakan untuk tabungan ketika Si Kecil beranjak dewasa.

Caranya adalah dengan memilih popok yang tepat. Sehingga Moms bisa mengalokasikan sisa dananya ke pos lainnya. Ya, popok merupakan salah satu variabel kebutuhan yang membutuhkan alokasi dana cukup besar. Pilih popok yang sesuai dengan kemampuan finansial Moms, karena popok akan digunakan dalam waktu yang lama dan jumlah yang banyak. Selain harga, perhatikan tetap kualita popok yang ingin Moms pilih. Salah satu popok berkualitas adalah Merries.  Popok Merries dibuat dengan teknologi tinggi asal Jepang.

Nah berikut merupakan rincian kebutuhan dana yang dibutuhkan Si Kecil dari bayi hingga saat akan masuk usia sekolah di Taman Kanak-Kanak.

1. Popok Sekali Pakai

Popok merupakan variabel yang tidak dapat dipisahkan dalam pola asuh Si Kecil. Kebutuhan popok setiap anak berbeda-beda. Tetapi pada saat Si Kecil dalam usia new born, kebutuhan popoknya bisa mencapai 7 hingga 10 popok.  Jumlahnya akan berangsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan juga makanan yang dimakan. Saat usianya sudah mencapai 1 tahun ke atas, popok bayi yang dikenakan akan berkurang menjadi  5 hingga 6 popok.

Dalam satu tahun, jumlah popok yang digunakan SI Kecil bisa mencapai kisaran 300 buah, tergantung dari pemakaian.  Kebanyakan Moms menghabiskan dana hingga Rp30 juta per tahun untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat Si Kecil sudah mulai diajarkan pipis di toilet, kebutuhan popok tetap ada, namun jumlahnya akan berkurang jauh. 

Ketika memilih popok, Moms jangan terlena dengan harga yang lebih murah apalagi saat ada promo bayi. Popok dengan harga yang sangat murah, bisa jadi tidak memiliki kualitas terbaik dan malah harus lebih sering diganti karena mudah bocor. Tidak hanya bisa menjadi lebih mahal, bila lebih sering bocor atau terpelorot karena karet tidak baik, Moms bisa malah lebih repot. Moms bisa memilih popok yang berkualitas seperti popok Merries. Popok dengan sirkulasi udara yang baik agar bayi tetap nyaman dan anti bocor.

Perekat dari popok yang murah juga belum tentu bagus. Tipe perekat pada popok yang baik adalah tipe yang dapat dilepas pasang namun bisa tetap menempel. Bila tipe perekat tidak baik, maka Moms bisa akan lebih boros. Karena popok harus sering diganti karena popok sudah tidak lagi terpasang dengan benar saat Moms berusaha menyesuaikan kembali perekat popok. Biasanya ini terjadi bila tipe perekat adalah tipe selotip. Sedangkan pada popok Merries, perekat pada popok adalah velcro. Velcro bentuknya bukan seperti selotip yang kehilangan daya rekat seiring berjalan waktu apalagi jika sudah bersentuhan dengan kulit Moms atau Dads. Jadi Moms tidak perlu khawatir bila harus melepas-pasang perekat pada popok Merries. Daya rekat akan selalu sama agar popok bisa terpasang dengan benar dan terasa lembut jika terkena kulit bayi.. 

Selain memilih merek popok yang berkualitas agar mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan, Moms juga bisa mendapatkan popok bayi murah lewat promo popok bayi yang digelar di toko online. Jadi pengeluaran untuk popok bisa lebih ditekan, namun kualitas popok tetap dapat yang terbaik. 

(Baca juga: Tips Memilih Popok Bayi Sekali Pakai Untuk Newborn)

2. Vaksin

Biaya yang juga tidak kalah besarnya adalah biaya vaksinasi. Ada sekitar 28 vaksin yang perlu diberikan untuk Si Kecil dalam jangka waktu satu tahun. Tentunya vaksin ini wajib diberikan bagi Si Kecil untuk memastikan Si Kecil aman dari penyakit-penyakit tertentu.  Kebutuhan dananya bervariasi, mulai dari Rp4 juta hingga Rp8 juta setiap anak. Vaksin penting untuk diberikan agar pertumbuhan Si Kecil bisa berjalan optimal. Moms bisa berhemat dengan memilih memberikan vaksin Si Kecil di Puskesmas, karena vaksin di puskesmas sudah disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya lebih murah. 

Selain itu, bila tidak dilakukan vaksin, besar kemungkinan biaya yang lebih besar harus disiapkan untuk perawatan kesehatan Si Kecil kedepannya. Sehingga, lebih baik untuk memberikan vaksin pada anak ya.

3. Daycare

Moms yang juga memegang status sebagai working moms harus merogoh kocek tambahan untuk penitipan anak alias daycare. Rata-rata biaya untuk daycare selama 1 bulan menghabiskan dana sekitar Rp3 juta hingga 5 juta.  Artinya dalam satu tahun, Moms dan Dads harus menyediakan dana sekitar Rp36 juta hingga 45 juta untuk penitipan anak.

Jangan lupa bawakan popok yang sesuai dengan kulit mulusnya. Jangan tergiur dengan popok bayi murah tidak bisa membantu Moms menghindari ruam ya, Moms. Moms bisa mempercayakan kepada Popok Merries yang sudah terbukti sangat baik dalam menjaga kulit Si Kecil tetap kering dan bebas bakteri penyebab ruam dengan sirkulasi udara. Namun fasilitas daycare ini sifatnya adalah pilihan. Kebanyakan dari Moms bisa juga mempercayakan kepada keluarga dekat untuk menitipkan Si Kecil saat Moms dan Dads bekerja. 

Selain vaksin, pengeluaran terbesar adalah dari popok sekali pakai buat bayi. Mungkin vaksin membutuhkan dana yang besar, tapi pengeluarannya tidak rutin. Sedangkan pengeluaran popok akan sangat rutin.   

Oleh karena itu, penting untuk Moms untuk dapat melakukan penghematan saat membeli popok. Berikut merupakan tips yang bisa Moms lakukan. Simak yuk!

4. Jangan terlalu cepat mengganti ukuran

Banyak Moms yang salah mengganti ukuran popok berdasarkan usia. Padahal ukuran yang tepat disandarkan pada berat badan Si Kecil. Jika memang masih bisa dipakai ukuran tertentu, ada baiknya Moms menghabiskannya terlebih dahulu. Sepanjang bisa dipastikan, Si Kecil tidak kekecilan untuk memakainya. Geraknya tidak terganggu dan tidak juga menimbulkan ruam.

Dalam memilih popok, terpenting adalah Moms bisa menyesuaikan kebutuhan bayi dengan jenis popok yang akan digunakan. Jangan juga lupa untuk mempertimbangkan ketahanan popok selama dipakai. Jangan sampai Moms hanya mengejar harga yang miring, namun lupa memperhatikan hal tersebut. Karena dengan sering mengganti popok, artinya Moms juga harus mengeluarkan dana ekstra lagi untuk membeli popok baru. 

(Baca juga: Kiat Hemat Beli Popok Bayi, Manfaatkan Program Promo!)

5. Belanja popok saat flash sale

Saat ingin memborong popok bayi murah, Moms bisa menunggu saat ada program flash sale alias penawaran khusus di berbagai platform berbelanja. Biasanya itu digelar saat Hari Belanja Online Nasional digelar. Tidak hanya saat Harbolnas, kini banyak ecommerce juga melakukan sale kilat di tengah bulan. Sehingga Moms bisa memanfaatkannya untuk membeli popok dalam jumlah banyak sekaligus. Tapi tetap pastikan bahwa ukuran sudah sesuai dan bahan memang cocok dengan kulit bayi. Karena bila salah, popok malah akan terbuang dan Moms bisa lebih boros. 

6. Pantau info pameran ibu dan anak

Ketika waktu memungkinkan, Moms bisa menghemat dengan belanja popok saat pameran karena biasanya akan banyak promo popok bayi yang ditawarkan. Langsung saja borong popok yang sudah sesuai dengan Si Kecil, sehingga Moms bisa benar-benar menekan biaya belanja popok bayi murah. Saat pameran tiba, usahakan untuk datang pagi ya Moms. Sehingga Moms bisa mendapatkan penawaran paling baik. Barang promo juga masih rapi tertata dan belum habis terjual.

Biasanya pameran digelar saat mulai pertengahan tahun  menjelang akhir tahun. Tunggulah momen tersebut, sehingga Moms bisa mendapatkan harga terbaik untuk popok bayi murah.