Rekomendasi Popok Sekali Pakai yang Perlu Moms Pilih

Merries Insight
24 Juli 2020
Umum
Share
Rekomendasi Popok Sekali Pakai yang Perlu Moms Pilih

Moms, seperti kita tahu, salah satu kebutuhan bayi yang paling utama adalah popok. Terlebih, bagi Si Kecil yang belum siap belajar toilet training. Saat ini,  banyak ragam jenis dan merek popok sekali pakai yang bisa ditemui di pasaran. Lalu, produk yang mana yang menjadi pilihan Moms? Moms pasti ingin memberikan yang terbaik buat Si Kecil, ya. Karena itu, pastikan Moms memilih popok sekali pakai yang berkualitas dengan melakukan riset terlebih dahulu.

Nah, kendalanya adalah produk-produk popok sekali pakai ini memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Setiap produk juga menawarkan inovasi baru, bahkan juga dengan  penawaran harga yang bersaing. Yang jelas, Moms perlu konsisten dalam memilih popok bagi Si Kecil. Hindari gonta-ganti popok karena kulit bayi masih sensitif terhadap kualitas bahan.  Maka keamanan dan kenyamanan bayi tentu menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan Moms. 

Popok Perekat dan Popok Celana

Nah, kita perlu tahu Moms bahwa ada dua jenis popok sekali pakai untuk bayi, yaitu popok perekat dan popok celana. Popok perekat digunakan untuk bayi baru lahir dan bayi yang masih kecil. Popok jenis ini dapat dikencangkan dengan perekat di sekitar perut bayi. Selain itu, popok perekat juga mudah dikenakan bagi bayi-bayi yang masih kecil dan hanya bisa berbaring.

Selanjutnya, ketika Si Kecil mulai aktif bergerak, berguling atau merangkak, saatnya menggunakan popok celana. Popok jenis ini dapat dipakaikan seperti memakai celana dalam. Selain itu, Moms ketika mengganti popok menjadi mudah karena bagian pinggang tidak perlu diatur lagi.

Lalu, seberapa seringkah Moms perlu mengganti popok Si Kecil? Pada dasarnya, bila popok terasa basah maka saatnya Moms untuk mengganti popok. Untuk itu, Moms perlu memeriksa popok setidaknya sebelum atau setelah makan, serta ketika Si Kecil bangun tidur. Rata-rata popok diganti sekitar 3-4 jam sekali. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko iritasi dari air pipis dan kotoran lunak bayi. Karena itu, Moms perlu mengecek pula kondisi kulit bayi yang masih sensitif tersebut.

Moms juga tentu ingin tahu ya, apakah popok sekali pakai tersebut cocok untuk kulit Si Kecil.  Untuk mengetahui hal itu, coba Moms perhatikan apakah bagian bawah bayi tampak merah atau tidak setelah memakai popok.  Bila tidak, maka  dapat dianggap bahwa popok cocok untuk kulit bayi. 

Berikut ini tips yang dapat membantu Moms untuk menentukan popok untuk Si Kecil:

1. Pastikan ukuran popok sesuai dengan berat badan bayi. 

 

 

Hindari memakaikan popok sekali pakai dengan ukuran yang terlalu kecil. Hal tersebut dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Selain itu juga bisa menimbulkan iritasi atau ruam karena popok terus bergesekan dengan kulit bayi. Sebaliknya, hindari pula memakaikan popok dengan ukuran terlalu besar. Sebab, popok yang longgar bisa menyebabkan kotoran bayi malah keluar atau tidak tertampung dengan baik di dalam popok. Moms sebaiknya mengganti popok Si Kecil dengan ukuran yang lebih besar apabila melihat kondisi-kondisi berikut ini, bila kulit bayi tampak merah dan bila bayi terlihat rewel serta merasa tidak nyaman dengan popok yang ia kenakan. 

Oh ya, popok memiliki beragam ukuran disesuaikan dengan berat tubuh bayi. Misalnya, produk popok dengan label NB atau New Born adalah popok yang memang didesain untuk digunakan oleh bayi-bayi yang baru lahir, dengan berat badan di bawah 5 kilogram. Namun Moms perlu pahami bahwa ukuran tersebut bukan merupakan ukuran atau patokan yang pasti. Akan tetapi, itu sebagai ukuran rata-rata atau acuan agar Moms tidak keliru membeli produk popok bayi. 

Desain popok dari setiap produsen tentunya akan berbeda dan memiliki ukuran serta besar popok yang berbeda. Di sisi lain, besar dan bentuk badan bayi juga berbeda-beda. Misalnya, ada bayi yang memiliki paha ramping, montok atau gemuk. Jadi Moms jangan sekadar melihat gambar yang tampak dari kemasan. Bila memungkinkan untuk mencoba produk tersebut agar memastikan ukuran yang cocok atau tepat untuk Si Kecil. Coba juga karet di pinggang dan selangkangan, agar memastikan fleksibilitas popok ketika digunakan oleh Si Kecil. Popok yang baik memiliki karet yang fleksibel sehingga dapat mengakomodir bentuk tubuh dan pergerakan bayi.

Kapan belajar toilet training?

Ketika bayi sudah semakin besar dan cerdas, Moms tentu bertanya-tanya kapan Si Kecil sudah bisa mulai belajar menggunakan toilet dan lepas dari popok. Umumnya, mengenalkan toilet training bisa mulai dilakukan ketika Si Kecil bisa mengendalikan hasrat buang air kecil dan besar. Selain itu, ia juga mampu pergi ke kamar mandi sendiri, membuka celana untuk buang air, duduk di toilet training toilet atau potty training dan menggunakan celananya kembali.

Biasanya anak tampak siap untuk potty training di usia 18-24 bulan. Potty training adalah latihan Si Kecil untuk menggunakan toilet mini sebelum menggunakan toilet dewasa. Potty training juga awalan bagi Si Kecil mengenali keinginan buang air dan melepas-memasang celana. Biasanya potty training akan memerlukan training pants, atau celana yang didesain khusus untuk satu kali pipis Si Kecil.

Sedangkan toilet training biasanya mulai dilakukan setelah Si Kecil berusia di atas 2 tahun. Toilet training ini mirip dengan potty training, tapi sudah menggunakan toilet dewasa. Bila di usia 3 tahun anak belum tampak siap, tak perlu dipaksakan. Mungkin Si Kecil butuh waktu lagi. Tak hanya dilihat dari usia, tingkat keberhasilan mengenalkan hal ini tergantung juga pada perkembangan, perilaku dan kebiasaan Si Kecil.   

 Beberapa tanda lain bahwa anak siap potty dan toilet training di antaranya:

  • Popok kering semalaman. Ini pertanda anak mulai mampu mengendalikan rasa buang air kecil. Pada usia 20 bulan umumnya intensitas pipis makin jarang karena anak sedang belajar untuk mengontrol kandung kemih.  
  • Anak telah mengenali keginan buang air. Anak meminta untuk ke toilet dan mengutarakan keinginannya untuk buang air besar atau kecil.
  • Anak tak betah dengan popok kotor. Anak merasa risih dengan popoknya yang kotor atau basah karena sudah penuh air pipis.
  • Waktu BAB lebih teratur. Pada usia 18-24 bulan, intensitas BAB lebih teratur, misalnya tiap pagi atau sore.

2. Pastikan daya serap dan ketahanan popok. 

Produk popok sekali pakai memang didesain untuk bisa digunakan hingga beberapa jam, akan tetapi, Moms harus mengganti popok bila sudah penuh atau Si Kecil buang air besar. Hal ini diharuskan agar kulit Si Kecil tetap kering dan terhindar dari ruam popok Si Kecil juga akan merasa lebih nyaman ketika popoknya tetap kering. 

Moms bisa mencari tahu apakah popok memiliki teknologi apapun yang dapat membantu cairan di popok bisa lebih cepat terserap. Contohnya pada popok Merries, popok Merries memiliki 3 lapisan bersirkulasi udara sehingga cairan di permukaan popok bisa lebih cepat terserap. Selain itu, popok Merries juga memiliki permukaan yang bergelombang. Permukaan ini membantu kotoran dan cairan tidak menyentuh kulit bayi secara langsung. 

3. Pilihlah popok yang bersirkulasi udara dan menghilangkan lembab di dalam popok. 

Nah, selain daya serap popok, Moms bisa mencari tahu apakah popok bisa tetap sejuk meskipun digunakan berjam-jam. Hal ini penting untuk menghindari risiko ruam popok. Popok yang pengap akan membuat bayi lebih mudah berkeringat dan membuat daerah tertutup popok menjadi lembab. Popok Merries memiliki terowongan udara di tiap lapisan, terowongan yang membantu sirkulasi udara di dalam popok tetap sejuk. Bayi pun akan terjaga kenyamanannya.

5. Pilih popok yang dapat melepaskan panas dan lembap. 

Terus memastikan popok kering mungkin menjadi kecemasan tersendiri bagi Moms. Moms akan lebih sering menyentuh popok untuk memastikan popok masih kering atau belum penuh cairan. Mungkin Moms pernah menyadari jika permukaan popok Merries terasa lembab. Namun, jangan khawatir ini bukan berarti pipis Si Kecil bocor. Akan tetapi, popok Merries memang mampu melepaskan panas dan lembap. Nah, pada produk Merries, lapisan ventilasi di bagian luar popok terbuat dari bahan yang dapat  menahan air pipis di dalam ketika melepaskan panas dan lembab. Lapisan tersebut berpori halus yang tak bisa dilihat oleh mata. Pori ini dapat dilalui oleh gas seperti uap air, namun tidak bisa dilalui oleh cairan seperti air pipis. Ventilasi ini membantu popok untuk tetap sejuk agar bayi merasa nyaman.

6. Alarm tanda pipis

Bagi orang tau baru, mungkin masih membiasakan diri untuk mengenali kapan popok perlu diganti. Untuk memudahkan Moms dan Dads, pilih popok yang memiliki alarm penanda pipis. Alarm penanda pipis bisa menjadi acuan bagi Moms dan Dads untuk waktu yang tepat mengganti popok. Pada popok Merries, popok sudah perlu diganti jika garis kuning di bagian depan popok sudah berubah menjadi biru. Hal ini tentu memudahkan Moms untuk mengetahui kondisi popok. 

7. Pilih popok yang teruji klinis

Tak kalah penting adalah Moms perlu mempertimbangkan memilih produk popok yang sudah teruji secara klinis. Merries Good Skin merupakan produk popok yang memang sudah teruji secara klinis dapat mencegah iritasi. Adapun uji klinis ini dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Jadi produk tersebut sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. 

Nah, sudah jelas kan Moms? Prinsipnya, memilihkan popok yang berkualitas buat Si Kecil menjadi suatu kewajiban bagi kita. Pastinya dalam memilih suatu produk terutama untuk Si Kecil, Moms tidak sekadar mempertimbangkan faktor harga terjangkau. Akan tetapi, lebih dari itu adalah bagaimana kualitas produk dan berbagai keunggulan yang ditawarkannya. Bagaimanapun juga, keamanan, kenyamanan dan kesehatan kulit Si Kecil menjadi prioritas utama kita sebagai orangtua yang ingin selalu memberikan yang terbaik. Rasa nyaman dan  bahagia Si Kecil pastinya berpengaruh baik bagi proses tumbuh kembang yang optimal.