Mengenal Pregorexia Lebih Dekat Dalam Kehamilan

Merries Insight
13 Desember 2014
Kesehatan
Share
Mengenal Pregorexia Lebih Dekat Dalam Kehamilan

Apakah Moms pernah mendengar istilah pregorexia? Istilah yang satu ini memang masih kurang begitu familiar di telingan para wanita. Pasalnya kasus ini cukup jarang terjadi, khususnya di Indonesia. Pregorexia sendiri sebenarnya adalah merupakan kependekan dari pregnancy anorexia. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan keadaan ibu hamil yang terobsesi untuk tetap mengontrol berat badannya selama masa kehamilan. Padahal kenaikan berat badan sendiri adalah hal yang wajar selama kehamilan. Selain itu, pada saat hamil nutrisi untuk buah hati di dalam rahim juga harus tercukupi denga baik dan terdapat kenaikan berat badan yang wajib dicapai oleh semua calon ibu

Kasus pregorexia yang terjadi pada ibu hamil walaupun tidak terlalu familiar tetapi bukan tak mungkin terjadi. Hampir sama dengan anorexia, kasus pregorexia juga ditunjukkan dengan gejala kecenderungan menolak konsumsi makanan karena berbagai penyebab yang umumnya bersifat emosial seperti depresi berat, stressm hasrat berlebih untuk mengontrol berat badan, dan persepsi yang salah terhadap tubuh ideal saat hamil.

Masalah anorexia sendiri sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan benar. Jadi tentu bisa dibayangkan bahwa kasus pregorexia juga sama bahayanya dengan anorexia. Bahkan masalah ini tidak hanya mengancam kondisi kesehatan dan nyawa calon ibu hamil tetapi juga janin yang sedang dikandungnya karena ibunya saja tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, maka bayinya juga akan semakin kekurangan nutrisi dan tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk tumbuh berkembang.

Janin yang tidak mendapatkan asupan yang cukup tidak dapat berkembang secara optimal. Bahkan jika ia kekurangan nutrisi penting seperti folat dan zat besi, janin beresiko lahir cacat atau mengalami berbagai gangguan kesehatan serta rentan terhadap berbagai penyakit. Para wanita yang sebelum hamil pernah mempunyai riwayat gangguan makan, takut mengalami kegemukan, dan mempunyai sistem dukungan sosial lemah dari orang-orang di sekitarnya cenderung lebih rentan mengalami pregorexia. Ketika ibu hamil mengalami masalah ini maka harus segera ditangani sehingga bayi yang dikandung tetap dapat tumbuh dengan baik.