Jangan Sepelekan ruam popok, Begini Cara Mengatasinya

Merries Insight
24 Juli 2020
Kesehatan
Share
Jangan Sepelekan ruam popok, Begini Cara Mengatasinya

Moms, Si Kecil mengalami ruam popok? Hmm, Moms tidak sendirian dan Moms tidak perlu terlalu khawatir karena ruang popok merupakan masalah pada kulit yang umum dialami oleh bayi. Namun, jangan pula menyepelekan masalah ini ya. Moms bisa menghindari terjadinya ruam popok pada kulit Si Kecil dengan memahami penyebabnya. Penyebab ruam popok bisa disebabkan oleh banyak hal, namun biasanya disebabkan oleh infeksi, iritasi karena kulit yang lembap, alergi, hingga penggunaan popok yang terlalu lama dan ketat.

Ruam popok karena infeksi bisa terjadi karena air pipis menimbulkan perubahan tingkat keasaman di kulit Si Kecil. Alhasil, jamur atau bakteri gampang menginfeksi kulit. Sedangkan kebiasaan mengganti popok juga bisa menjadi alasan bayi mengalami ruam popok. Popok yang sudah lama basah atau kotor namun tak segera diganti bisa memicu hadirnya kuman dan memicu munculnya ruam. Kontak air pipis dan kotoran lunak yang terlalu lama juga menyebabkan iritasi pada kulit bayi karena area sekitar kulit menjadi lembap. 

Lalu seperti apa gejala ruam popok? Ruam popok muncul di sekitar area kulit yang tertutup popok. Bercak-bercak kemerahan tampak pada kulit, dan kulit bisa mengelupas seperti lecet atau melepuh. Selain itu, muncul bintik-bintik seperti jerawat. Pada sebagian kasus, ruam ini terasa perih dan gatal. Tidak heran bila bayi menjadi rewel karena merasa tak nyaman.

Untuk menentukan diagnosis ruam popok, biasanya dokter tak membutuhkan pemeriksaan secara khusus. Dokter akan memeriksa kondisi kulit dan bisa diketahui bahwa Si Kecil mengalami ruam popok. Akan tetapi, bila gejala diiringi dengan demam, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lain. Misalnya, bila dicurigai adanya infeksi virus atau bakteri, dokter bisa mengambil sampel darah atau bagian kulit untuk diperiksa melalui mikroskop atau pemeriksaan laboratorium.

Nah Moms, berikut ini adalah gejala ruam popok yang membutuhkan penanganan atau pemeriksaan dokter, di antaranya  bila:

  • Ruam popok tak kunjung sembuh atau membaik dalam waktu 4-7 hari meski sudah ditangani.
  • Gejala ruam popok makin parah bahkan menyebar ke area tubuh yang lain.
  • Tampak gejala berair atau muncul area berkerak dengan warna kekuningan. 
  • Muncul gejala kemerahan dan menggelembung dengan ukuran kecil seperti jerawat.
  • Si Kecil juga mengalami diare lebih dari dua hari.
  • Si Kecil juga mengalami demam.
  • Bayi kelihatan lesu atau mengantuk tak seperti biasanya.

Selain itu, bila Moms merasa tak yakin dengan gejala yang dialami Si Kecil ini apakah ruam popok atau penyakit lain, dan kesulitan mengatasinya, tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Perlu Moms tahu, tidak sedikit isu kulit pada bayi yang gejalanya mirip dengan ruam popok. Misalnya, infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri atau  impetigo, psoriasis atau radang kulit yang diduga disebabkan oleh sistem kekebalan, infeksi jamur atau kekurangan zat zinc.  Untuk masalah-masalah kulit seperti itu, dokter tentu akan memberi penanganan lebih lanjut sesuai penyebabnya.

(Baca juga: Pakai Ini, Cara Mengatasi Ruam Popok Secara Alami)

Mitos Seputar Ruam Popok

Beredarnya berbagai mitos di masyarakat tentu membuat Moms khawatir.  Namun tak perlu terlalu cemas karena biasanya mitos itu tidak berdasar alasannya. Adapun  mitos tentang ruam popok di antaranya adalah:

1. Popok sekali pakai penyebab utama ruam popok

Moms mungkin khawatir jika menggunakan popok sekali pakai pasti menyebabkan ruam popok. Namun, sesungguhnya ruam popok bisa dihindari jika kebiasaan dalam menggunakan popok sekali pakai sudah tepat dilakukan. Ruam popok muncul jika area kulit lembap, sehingga pastikan popok sering diganti tanpa menunggu popok penuh atau basah karena pipis atau kotoran lunak. Kelembaban dalam popok juga bisa muncul karena bayi berkeringat, sehingga lebih baik secara berkala popok terus diganti. 

Selain mengganti secara berkala 3-4 jam sekali, pilih popok yang memiliki sirkulasi udara yang yang baik. Popok Merries memiliki 3 lapisan bersirkulasi udara yang membantu popok cepat kering. Terowongan udara pada popok Merries juga membantu bagian dalam popok tetap sejuk agar bayi tidak mudah berkeringat dan membuat popok lembap. Sehingga, dengan popok yang tepat dan kebiasaan yang benar, ruam popok bisa Moms hindari.

2. Cegah ruam popok dengan menaburkan bedak pada kulit

Faktanya, berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), bedak tidak direkomendasikan untuk bayi. Apalagi bila terhirup oleh pernapasan bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru Si Kecil.  Penggunaan bedak bayi ketika mengganti popok dengan tujuan supaya kulit tetap kering dan menghindari ruam popok, sebetulnya tidak perlu. Pasalnya, popok sekali pakai yang berkualitas sudah mampu membuat kulit bayi tetap kering. 

3. Cegah ruam dengan memakai popok berukuran besar atau longgar

Ini juga termasuk mitos. Ruam popok memang salah satunya terjadi karena gesekan antara kulit dan popok yang basah atau kotor sehingga muncul iritasi. Akan tetapi, bukan berarti Si Kecil harus menggunakan popok yang berukuran besar dan longgar.  Justru hal tersebut dapat menyebabkan popok mudah lepas, air pipis dan kotoran bayi jadi ‘bocor’ atau berantakan. Yang pasti, pilih popok bayi yang ukurannya tidak terlalu ketat, pas dan nyaman.

4. Ruam popok masalah kulit yang tak normal

Ruam popok adalah masalah kulit yang normal. Moms tak perlu panik. Pahami bahwa kulit bayi baru lahir sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi. Karena itu, Moms perlu mengetahui ciri atau gejala ruam popok ini. Berbeda bila muncul gejala-gejala lain yang tak biasa, seperti demam, diare dan sebagainya. Bila diketahui ada gejala lain tersebut sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika bayi mengalami ruam popok? Lawrence F. Eichenfield, MD, FAAD, Kepala dermatologi pediatrik dan remaja di University of California, San Diego dan Rady Children’s Hospital, mengatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah menjaga kulit bayi tetap kering dan bersih setiap saat. Dengan penanganan yang tepat, ruam popok bisa sembuh dalam waktu 3 hingga 4 hari.

Nah, berikut ini beberapa upaya yang bisa Moms lakukan di rumah untuk menangani masalah ruam popok:

  • Sebelum mengganti popok, pastikan Moms mencuci tangan  terlebih dahulu hingga bersih agar tidak ada kuman yang menempel pada kulit Si Kecil.
  • Bersihkan kulit bayi yang biasa tertutup popok. Moms bisa membungkus lap yang sudah dicelupkan ke air hangat di jari Moms. Lap ini bisa membantu Moms membersihkan semua area kulit bayi, termasuk bokong, selangkangan dan lipatan kulit. Bersihkan dari depan ke belakang, dengan bokong dibersihkan paling terakhir.
  • Keringkan area kulit yang tertutup popok dengan kain yang berbahan lembut. Hindari  penggunaan tisu basah karena umumnya mengandung zat kimia yang bisa memicu alergi. 
  • Hindari menggosok kulit bayi yang sedang mengalami iritasi atau lecet. 
  • Pastikan kulit bayi kering sebelum Moms memasangkan popok baru pada Si Kecil.
  • Jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter jika gejala ruam popok tidak kunjung hilang.

Nah Moms, sekali lagi jangan panik ya bila Si Kecil mengalami ruam popok. Lakukan penanganan atau perawatan kulit dengan langkah-langkah di atas. Pastikan juga untuk selalu menjaga kulit Si Kecil tetap bersih dan kering.